MR ZEROUN - 29

1.3K 138 16
                                        

Happy readingg...
Typo bertebaran....

.....

5 bulan kemudian.

Kini usia kandungan Paula menginjak tujuh bulan, perut yang mulai membesar membuat dirinya tidak bisa melakukan aktivitas apapun selain duduk manis disofa, bukan tidak bisa namun Emil melarang keras untuk dirinya bekerja, bahkan mengurus Stela saja tidak diperbolehkan.

Paula berdiam diri dibalkon kamar Emil, menikmati hembusan angin malam,sepasang lengan kekar memeluknya dari belakang dan memberikan kecupan dileher jenjang Paula.

"Em, berhentilah aku merasa geli", ucap Paula dengan kekehan.
"Biarkan, aku menyukainya", balas Emil, Paula hanya menggelengkan kepalanya.

"Vitamin dan susu yang aku berikan padamu sudah kau minum?", tanya Emil pada Paula.

Paula melototkan matanya, ia lupa untuk semua itu, Paula menggaruk bagian tengkuknya yang tidak gatal, dan tersenyum polos pada Emil.

Emil menghela nafasnya, akhir-akhir ini Paula selalu saja melupakan itu, padahal itu untuk kebaikannya sendiri.

Emil menuntut Paula masuk, dan menyuruhnya duduk ditepi kasur, Emil mengambil nampan berisi susu, air mineral, dan juga obat vitamin.

"Minumlah", ucap Emil sambil memberikan obat vitamin, setelah memastikan Paula sudah minum obat vitamin dan menghabiskan segelas susu, Emil mensejajarkan tubuhnya dihadapan Paula.

"Sudah aku peringatkan dirimu, jangan lupa untuk semua itu", ucap Emil mulai mengomeli Paula.

"Ya maaf, aku benar-benar lupa", ucap Paula menundukkan kepalanya.

"Aku tidak mau mendengar kata LUPA lagi, mengerti?", jelas Emil yang menekan kata 'Lupa', Paula mengangguk sebagai balasan yang dikatakan Emil.

"Aku tidak ingin terjadi apapun pada bayi kita, meskipun ini hanya obat vitamin tapi ini penting, jangan pernah melupakan hal itu lagi, aku tidak suka!", ucap Emil sambil mengelus lembut perut buncit Paula

"Iya iya", ucap Paula dengan pasrah.

"Em, bolehkah besok aku pergi belanja untuk kebutuhan bayi? Tapi tenang saja aku tidak akan memakai uangmu, uang tabunganku masih cukup untuk membeli kebutuhan pokoknya saja", ucap Paula.

"Paula dengarkan aku, uangku adalah uangmu juga, kau bisa memakainya sesuka hatimu, simpan uang tabungan itu dan besok kita akan berbelanja", jelas Emil, Paula memeluk Emil dengan erat ia begitu senang.

"Makasih Em, kau memang pria baik", ucap Paula.

"Apapun yang kau mau aku akan mengabulkannya", ucap Emil membalas pelukan Paula hatinya berdesir hangat.

......

Emil dan Paula serta bodyguardnya sampai di mall untuk membeli perlengkapan bayi, namun sejak keberangkatan Paula hanya menekuk wajahnya cemberut, Emil yang sedari tadi terus memperhatikannya merasa aneh.

"Kenapa wajahmu cemberut, hm?", tanya Emil.
"Apa kau gila Em? Kita hanya belanja perlengkapan bayi saja itupun hanya yang pentingnya", ketus Paula.

"Lalu gilanya aku dari mana Paula?", tanya Emil dengan wajah penasarannya.

"Ck, kau membawa sepuluh bodyguardmu Emil, ingat SEPULUH!", ucap Paula dengan kesal.

"Paula kita akan membeli perlengkapan bayi, dan pastinya kita akan membawa barang dan aku tidak ingin satupun barang belanjaan ada ditanganmu, sudahlah ayo", ucap Emil sambil menggandeng jemari Paula.

"Oh God, kalau jadinya seperti ini lebih baik   aku mengajak Ed saja", gerutu Paula.

"Diamkan bibir seksimu itu atau tidak aku akan menciummu dihadapan banyak orang", ancam Emil, Paula yang mendengarnya hanya mendengus kesal bahkan wajahnya sudah memerah bak kepiting rebus matang.
Sedangkan para bodyguardnya hanya diam tidak mengeluarkan satu kata pun.

BOOK 2 : MR ZEROUN [Lengkap]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang