MR ZEROUN - 16

2.4K 155 14
                                        

Happy Reading...
Typo bertebaran...

.......

13.00 pm

Acara sudah selesai, kini semua berkumpul diruang keluarga dengan setumpuk kado Stela yang menggunung.

"Mommy", rengek Stela pada Paula.

"Iya ada apa sayang?", tanya Paula dengan lembut, jika boleh jujur, Sejujurnya Paula tidak memiliki sifat keibuan, but semua itu terjadi beberapa bulan yang lalu dimana Emil meminta dirinya untuk menjadi ibu bayaran Stela.

"Stela ngantuk", ucap Stela dengan mengucek matanya.

"Baiklah kita tidur, kita lanjut lagi membuka kadonya nanti ya sayang", ucap Paula yang diangguki Stela.

Mereka pamit menuju kamar Stela.

Setelah Stela tidur, Paula akan pamit pulang namun ia tidak sengaja melihat Emil sedang berada dalam ruang tinju pribadinya.

"Tuan Zeroun aku pamit pulang, dan aku berharap anda hadir untuk acara nanti malam", ucap Paula.

Seketika Emil behenti meninju samsaknya.

"Perlu aku hadir? Untuk apa?", tanya Emil dengan tiba-tiba sinis.

Ada apa sih dengan pria ini?  Batin Paula.

"Aku hanya mengundang, jika kau tidak mau datang tidak apa-apa", ucap Paula

"Aku pamit", ucap Paula sambil melangkah pergi.

Sedangkan Emil hanya menggeram marah.

......

Semua orang berkumpul didalam hotel mewah yang sudah didekorasi dengan begitu indah.

Para kolega bisnis berkumpul, dan banyak orang-orang penting yang menjadi tamu undangan untuk menyaksikan acara yang sakral.

Termasuk keluarga Challagan menjadi tamu undangan yang kini sudah hadir, Emil pun hadir dengan berat hati menyaksikan apa yang akan terjadi.

Terdengar suara alunan musik, menandakan acara telah dimulai.
Semua para tamu undangan tertuju pada seorang gadis yang memakai gaun putih berjalan menuju altar bersama pria paruh baya.

Namun..

Sebulir air mata turun dari mata Paula, yaa..

Ini adalah pernikahan Paula dan Richard..

"Ayah, jika nanti Paula menikah, Paula ingin ayah yang mengantarkan Paula menuju altar, seperti ini" ucap Paula kecil sambil mengaitkan lengan pada ayahnya.

"Tentu saja sayang, ayah akan menjadi orang pertama yang menyerahkan putri ayah kepada suamimu nanti" balasnya.

Namun semua sirna, keinginannya kini hanya menjadi angan-angan, Paula pun tidak tau dimana sang ayah berada, jika boleh jujur Paula tidak membenci ayahnya, namun ia sangat-sangat merindukannya, mungkin dibibir ia mengatakan benci, namun didalam hati ia sangat menyayangi ayahnya.

"Kak, lihatlah Paula begitu cantik", ucap Rea yang membuat Emil mengalihkan tatapannya.

Cantik sampai ingin aku memilikinya gumam Emil.

"Kak jangan menatapinya terus, sadarlah dia akan menjadi milik orang lain", sindir Rea.

Emil hanya mendelik tajam pada Rea, hatinya semakin bergemuruh marah melihat Paula akan menjadi milik Richard.

"Richard aku titipkan putriku padamu, Paula berbahagialah paman akan selalu mendukungmu", ucap Riano paman Paula.

"Terimakasih paman", ucap Paula tersenyum.

BOOK 2 : MR ZEROUN [Lengkap]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang