MR ZEROUN - 26

1.6K 145 9
                                        

Happy readingg...
Typo bertebaran...

....

Pemakaman Richard telah selesai, orang-orang yang mengantarnya sudah membubarkan diri.

Banyak para media Tv yang datang dan ingin mewawancarai keluarga Richard terutama Paula yang menjadi istri Richard.

Lethi menatap Paula yang memandang makam Richard dengan tatapan kosong.

"Paula, ayo kita pulang", ajak Lethi sambil mengusap punggung Paula.

Paula tersadar ia menatap Lethi dan sebulir air mata keluar lagi dari mata cantiknya.

"Paula ingin disini mom", ucap Paula sambil memeluk papan nama Richard.

"Sayang biarkan Richard pergi dengan tenang, kau tidak boleh seperti ini, ingat ada calon buah hati kalian disini", ucap Lethi dengan lembut.

"Ayo kita pulang, jika kau merindukannya kau boleh kemari", ujar Lethi.

"Baiklah mom, Paula akan kembali ke mansion Richard untuk mengambil barang-barang dan kembali ke rumah Paula", ucap Paula, ia sadar sudah tidak ada hak ia menempati mansion Richard, meskipun itu milik suaminya sendiri.

"Mom tidak akan mengijinkanmu kembali pada rumahmu, Richard telah menitipkanmu kepada Emil, ia akan menjagamu sayang", ucap Lethi.

Paula menatap Emil yang sedari tadi menatapnya dan menatap Briana juga Arsen.

"Aku tidak ingin merepotkan mereka mom, lagipula Paula akan memulai hidup berdua dengan janin ini", ucap Paula yang membuat Emil mengetatkan rahangnya.

"Kau akan tetap berada disampingku Paula!", tegas Emil.

"Kau tidak merepotkan kami sayang, kami senang saat kau bersama kami, dan pastinya Stela juga akan senang saat mengetahui kau akan terus bersamanya", jelas Briana.

"Bagaimana? Ini akan membuat Richard tenang dialam sana", ucap Lethi, Paula menatap pada makam Richard lalu mengangguk menyetujui.

Emil bernafas lega, setidaknya ia tidak akan kehilangan wanitanya.

"Jika kau ingin mengunjungi mansion Richard datang saja karena itu milikmu, mom dan dad akan pergi ke Australia untuk menemui oma", ucap Lethi.

"Baiklah mom, berhati-hatilah aku akan merindukanmu", ucap Paula memeluk Lethi dan juga memeluk suaminya Lethi yang menjadi ayah mertuanya.

"Kau jaga kesehatan ya, sayang", balas Lethi, ia mensejajarkan wajahnya dengan perut Paula.

"Hai baby, ingat kata grandma jadilah anak baik yaa", ucap Lethi sambil mengelusnya.

Paula berusaha menguatkan hatinya untuk mengikhlaskan kepergian Richard.

.....

Tok.. Tok..

Tidak ada balasan dari dalam, Emil membuka pintu kamarnya dan mendapati Paula berada dibalkon.

"Ini susu untukmu", ucap Emil sambil memberikan segelas susu ibu hamil untuk Paula.

Paula menatap Emil dan mengambilnya.
"Terimakasih", balas Paula.

"Ada yang ingin aku jelaskan padamu", ucap Emil memulai pembicaraan.

"Tentang apa?", tanya Paula dengan penasaran.

"Semua yang telah terjadi", balas Emil.

"Kau ingat pada saat Stela kecelakaan? dan kau sedang tertidur, aku akui bahwa aku sangat tidak suka saat Richard berada diantara kita, namun tiba-tiba ia berucap bahwa ia menitipkan dirimu padaku karena ia merasa waktu yang ia punya bersamamu tidak akan lama, aku pikir itu semua hanya candaan dia saja", Emil menjedanya dan menghela napas.

BOOK 2 : MR ZEROUN [Lengkap]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang