MR ZEROUN - 4

3.9K 220 3
                                        

Happy reading💕..
Typo bertebaran👻..

.....

Paula POV

Jika boleh berkata jujur aku enggan untuk melakukan hal seperti ini hanya untuk membayar hutang-hutang ayahku, menjadi ibu bayaran untuk seorang gadis kecil yang masih polos, kalian tau? Aku merindukan diriku semasa aku kecil, ya memiliki keluarga yang bahagia dimana ada ayahku, aku, dan ibuku,  kami merasa bahagia pada saat itu hingga satu hal terjadi saat aku dan ibuku mendatangi kantor ayah, saat itu pula aku melihat ayah sedang berhubungan intim dengan seorang wanita, membuat ibuku terpukul dan mengalami depresi dan setelah itu perusahaan mengalami kebangkrutan dan tidak kusangka ayahku mencari pinjaman untuk suntikan perusahaan, namun yang paling kubenci ialah menjadikan diriku sebagai jaminannya, aku benar-benar membenci ini semua.

"Nona sudah sampai, tuan Zeroun sudah menunggumu", ucap Zein membuyarkan lamunanku.

"Oh, baiklah terimakasih", ucapku yang dibalas anggukan oleh Zein.

Ya tuan Zeroun sudah mengingatkanku untuk datang jam 6 pagi, namun tiba-tiba tuan Zeroun menghubungiku untuk datang lebih cepat, dan hell!! Dia menyuruhku datang jam 2 pagi, bayangkan? Aku sedang enak tertidur dan mendapati deringan telpon, pria sialan!!

Paula POV (off)

"Ada apa kau menyuruhku datang sepagi ini?", tanyanya dengan sedikit malas, karena masih mengantuk.

"Dalam tidurnya Stela terus mengigau memanggil dirimu", ucapnya santai sambil mengerjakan sesuatu dilaptopnya.

"Lalu bagaimana sekarang?", tanya Paula untuk memastikan.

"Dia sudah kembali tenang" balasnya.

Paula menghela napasnya lega, "Baiklah kalau begitu aku akan kembali ke rumah", ucapnya.

"Buatkan aku secangkir black coffe", ucap Emil tanpa mengalihkan pandngannya dari laptop.

"Hello! Aku disini hanya untuk menjadi ibu bayarannya Stela, bukan untuk menjadi istri bayaranmu", kesal Paula ia benar-benar merasa ngantuk.

"Aku hanya memintamu buatkan aku secangkir kopi, tidak memintamu menjadi istriku", ucapnya, Paula menggerutu dengan kesal ia membuatkan secangkir kopi untuk Emil.

Sudah 15 menit lebih Emil menunggu Paula membawa secangkir kopi yang ia minta namun tidak ada tanda-tanda Paula kembali.

'Kemana gadis aneh itu', batin Emil.

Emil turun kebawah dan menuju dapur, dan Emil melihat Paula tertidur di meja makan dengan sebelahnya terdapat secangkir kopi yang mulai dingin.

'Apa aku salah menyuruh dia datang sepagi ini?' pikir Emil.

Emil menggendong Paula menuju kamarnya.

....

"MOMMYYY, DADDY WAKE UP!!!", teriak Stela yang membangunkan Paula dan Emil dari luar.

Paula merasakan tidurnya terusik, ia mulai membuka matanya, namun ada yang mengganjal, sebuah lengan kekar memeluk tubuhnya erat.

"KYAAAAAAAAAAA", teriak Paula dan membuat Emil sontak terbangun.

"Jangan berteriak masih pagi!", tegas Emil.

Dan betapa terkejutnya saat Paula melihat Emil hanya bertelanjang dada, dengan cepat ia membelakangi Emil.

"Tu..tuan Zeroun pakailah bajumu, apa ka..kau tidak merasa malu?", gugup Paula, ada rasa geli pada diri Emil saat melihat wajah merah Paula.

"Kenapa aku mesti malu, aku sudah terbiasa seperti ini", santai Emil.

BOOK 2 : MR ZEROUN [Lengkap]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang