MR ZEROUN - 31

1.3K 112 5
                                        

Happy reading...
Typo bertebaran...
.....

Kini Paula tengah mempersiapkan diri untuk pergi mengecek kandungan, ia menunggu Emil yang sedang menjemput Stela.

Tidak berapa lama Emil dan Stela pun datang, dengan wajah Stela yang tertunduk dan air mata yang mengering.
Paula memberi kode pada Emil dengan gerakan bertanya 'ada apa?' sedangkan Emil menjawab 'tidak tau, Stela tidak bercerita',  tanpa suara.

"Stela ada apa?", tanya Paula dengan lembut.
Stela memeluk Paula dan kembali menangis sesegukan.

"Nico", ucap Stela sepatah.

"Nico kenapa sayang?", tanya Paula.

"Nico tinggalin Stela hiks... Di..dia pindah dengan Lily hiks.. hiks..", ucap Stela sambil menangis.

"Jangan menangis, nanti Nico kembali lagi kok, kembali untuk Stela", hibur Paula.

"Benarkah?", tanya Stela, Paula mengangguk pasti sebagai jawaban.

"Lebih baik Stela berganti pakaian, kita akan melihat baby yang ada disini", ucap Paula sambil mengusap perutnya.

Seketika wajah cerah Stela kembali, dengan cepat Stela memasuki kamarnya dan berganti pakaian.

"Apa kau ingin berganti pakaian?", tanya Paula pada Emil.
"Iya, karena aku tidak akan kembali ke kantor", ucap Emil.
Paula meraih dasi yang ada pada diri Emil lalu melepaskannya, juga mengambil jas dari Emil, Paula memberikan pakaian casual untuk Emil.

....

Arsen dan Briana tengah bersantai diruang keluarga, mereka menonton film favorit yang mereka sukai, dengan Arsen yang tidur dipaha Briana sebagai bantalannya, tatapan mereka jatuh pada Emil, Paula dan Stela yang akan pergi.

"Kalian mau kemana?", tanya Arsen yang masih dengan posisinya.

"Aku akan menemani Paula untuk cek kandungan dad", ucap Emil.
"Baiklah, berhati-hatilah dijalan", ucap Briana yang menimpali.

"Bagaimanaa jika kita membuat adik lagi untuk Emil, Ed, dan Rea?", goda Arsen setelah anak dan calon menantunya tidak terlihat lagi, Briana mencubit pinggang Arsen sedangkan yang dicubit mengaduh kesakitan.

"Ingat dengan uban dikepalamu sayang!", balas Briana.

.....

Mereka telah sampai dirumah sakit, dan langsung menemui dokter Liona karena mereka telah membuat janji dihari sebelumnya.

"Selamat siang, hai Stela", sapa Liona.

"Selamat siang aunty Liona", balas Stela dengan senyuman manisnya.

"Hai Paula bagaimana kabarmu?", tanya Liona.
"Aku baik Liona, bagaimana denganmu?", balas Paula.
"Aku pun baik, mari kita mulai periksa si bayi", ucap Liona.

Liona mulai memeriksa Paula, ia mengoleskan gel pada perut Paula, dalam setiap sebulan sekali Emil ingin hasil USG tanda bahwa kandungan Paula dalam keadaan baik dan sehat.

"Bayimu sehat dan aktif, detak jantungnya pun normal, dan tidak ada kekurangan apapun, apakah kau ada keluhan?", tanya Liona sambil menggerakan layar monitor, Emil tidak banyak bicara ia hanya memperhatikan layar monitornya terlihat jelas calon anaknya yang akan lahir sebentar lagi.

"Akhir-akhir ini aku sering merasa lelah padahal hanya berjalan sebentar saja, itupun tidak ditambah dengan pekerjaan rumah, dan kakiku sedikit agak bengkak", keluh Paula.

"Itu hal wajar karena kau sedang berbadan dua, dan pembengkakkan itu disebut edema kau tidak boleh berdiri terlalu lama, dan jika bisa kau gunakan pakaian seperti dress untuk mengurangi penghambatan peredaran darah, kau juga bisa mengompres kakimu dengan air dingin", jelas Liona.

BOOK 2 : MR ZEROUN [Lengkap]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang