part 14

5.5K 308 33
                                        

◽️◽️◽️Happy Reading◽️◽️◽️

.

.

.

****
Malam itu, Yona diantar Namjoon untuk mencari rumah sewa. Cuaca kurang baik, kota Seoul diguyur hujan yang sangat deras serta ada badai angin. Seusai dibantu Namjoon melakukan transaksi sewa rumah, Namjoon terpaksa harus mampir ke rumah baru Yona sambil menunggu hujan reda.

Rumah itu masih kosong, sangat sempit dan sederhana.

"Terima kasih, atas hadiahmu," ucap Yona sambil tersenyum. Namun, Namjoon hanya diam dengan tatapan datar. "Sepertinya kau tidak bisa pulang malam ini, hujan semakin deras," sambung Yona.

Ada kilatan petir yang tentu membuat Yona beberapa kali terkaget.

Dalam kecanggungan suasana itu, Namjoon sesekali menatap Yona yang sedang duduk menekuk kakinya sambil melipat beberapa pakaiannya untuk dijadikan bantal. "Kau suka Kim Seokjin?" tanya Namjoon seketika.

Pertanyaan itu tentu membuat Yona terdiam menatapnya polos. "Tentu saja, dia kan idolaku," balasnya tanpa ragu.

"Bukan itu! Maksudku, suka dalam artian sebagai lawan jenis,"

Yona terdiam kembali menatap Namjoon bingung. "Aku tidak mengerti,"

"Maksudku, suka dan ada keinginan pacaran 'kah dengan Kim Seokjin?" lanjut Namjoon kembali.

Yona pun hanya melirik dan berdehem. Ia menunduk sambil menggaruk-garuk tengkuk belakangnya. "Kau sendiri? Apakah kau suka aku?" tanya Yona berbalik.

"Aku yang duluan tanya kenapa kau malah menanyaiku dengan pertanyaan tidak masuk akal itu?" elak Namjoon yang kemudian terlihat kesal dan memalingkan muka dari Yona.

"Ya kalau begitu aku juga tidak ada kewajiban menjawab, bukan?"

"Bagaimana bisa kamu ambil kesimpulan begitu? Aku tanya lebih dulu jadi sudah sewajarnya kau jawab lebih dulu!" sentak Namjoon dengan nada kesal.

"Egois!"

"Ya sudah tidak usah dijawab! Begitu saja repot!" kesal Namjoon.

"Siapa yang repot? Kau itu yang repot!"

Keduanya pun saling membelakangi. Terlihat juga keduanya saling kesal atas pertanyaan yang mereka bahas dan tak berujung.

"Sudah tidur! Sudah malam!" sela Yona. Ia pun menggelar tikar berukuran sedang dan menata pakaiannya untuk dijadikan bantal tidur keduanya.

"Kau tidak takut tidur dengan laki-laki yang bukan keluargamu? Kenapa kau dengan santainya memintaku tidur disebelahmu?"

"Lalu kau mau tidur dimana? Ruangan sangat sempit!"

"Aku tidak mau!"

"Ya sudah kalau tidak mau,"

Yona pun dengan santainya terbaring dan perlahan menutup matanya. Namjoon yang melihat Yona begitu santainya itu dibuat terheran-heran. Pria itu mengambil pakaian Yona lalu dijatuhkannya tepat di wajah Yona.

"Apa yang kau lakukan Kim Namjoon!" bentak Yona.

"Kau tau namaku dari siapa?"

"Aku ini ada masalah apa denganku, hah?"

"Kenapa kau bisa begitu santainya tidur sedangkan di ruangan ini ada pria dewasa bersamamu,"

"Memangnya kenapa?"

"Kau tidak takut kalau aku memperkosamu?" tanya Namjoon.

Yona pun seketika terdiam, menatap wajah Namjoon begitu dalam. "Silahkan saja kalau kau bisa, aku bukanlah kakakku yang lemah," ucap Yona lirih. Nadanya pelan, terlihat juga matanya berkaca-kaca setelah mengatakannya.

LOVE - [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang