◽️◽️◽️Happy Reading ◽️◽️◽️
.
.
.
****
"Yona!"
Teriak seorang pria dari kejauhan. Ia telah dicegah banyak kru untuk menemui Yona, tapi Jimin yang terus kekeh bahkan mengancam itu pun akhirnya bisa menembus Yona.
"Yon, Yona,"
"Apa kau lakukan disini,"
"Yon ayo kita pergi, aku tidak mau kau jadi artis," ungkap Jimin sambil berlutut di kaki Yona.
"Jim,"
"Yon, aku akan segera mengurus dokumen pernikahan kita, supaya semua orang tahu kalau kau milikku,"
"Kau sudah gila? Cepat pergi!"
"Yon, tolong jangan usir aku, aku sangat mencintaimu," ungkap Jimin sambil terus berlutut dan menciumi punggung tangan Yona. Namun, Yona yang kesal itu malah menampiknya dan mendoronh Jimin hingga terjatuh.
"Pergi! Ini benar-benar membuatku gila!"
Yona yang kesal segera bergegas pergi meninggalkannya. Namun, Jimin yang kepalang frustasi itu malah menodongkan semjata api kearah Yona.
"Kubunuh kau!"
Ketika Jimin hendak menarik pelatuk, aksinya tiba-tiba di cegah Kim Namjoon yang segera merampas pistol tersebut. Ledakan itu meleset hingga mengenai salah seorang kru. Suasana begitu mencekam, ketika Kim Namjoon berhasil melumpuhkan Jimin di tempat.
Dooor*
Ledakan senjata api itu membuat langkah kaki Yona terhenti. Yona pun berbalik badan, melihat Namjoon dengan tangan diperban, sedang memegang senjata api dari tangan Jimin.
"Dasar penjahat!" umpat Yona.
Ia pun menatap sinis dan berlalu begitu saja.
Jimin kala itu terlihat menangis saat ia menyadari jika tangannya baru saja hampir membunuh Yona.
.
.
.
****
Jimin pun dibawa ke kantor polisi dan Kim Namjoon menjadi saksi. Lewat camera CCTV yang ada disana, Kim Namjoon pun bebas dari tuntutan.
"Kenapa kau mau membunuh Yona?"
"A-aku tidak sengaja," ungkapnya dengan nada polos. Tangannya masih gemetar karena ketakutan.
"Sudahlah! Jangan memaksakan kehendakmu, itu hanya buang waktu dan menyakitimu," ungkap Namjoon sambil menepuk-nepuk pundak Jimin.
"Aku tahu, tapi aku cinta mati dengannya,"
"Ketika kau mencintai seseorang lebih dari kau mencintai dirimu sendiri, maka suatu hari nanti kau akan diberikan rasa sakit karena orang itu dengan rasa yang sama seperti kematian,"
"Kau benar,"
"Semoga kau bisa merenungi kesalahanmu di penjara," lanjut Namjoon.
Jimin pun mengangguk dengan mata berkaca-kaca. "Semoga kau juga bisa mendapatkan hati Yona dan menikahinya, aku tidak rela dia menikah dengan keparat itu!" ungkap Jimin sambil menangis terisak.
"Keparat siapa? Kim Seokjin?"
Jimin hanya diam sambil memalingkan muka.
Namun, ia harus segera pergi dari kantor polisi mengingat Jimin harus segera digelandang ke se tahanan untum mempertanggung jawabkan keinginan. Menurut penyidikan awal ada gangguan mental yang dialami Jimin, tapi ia terkadang masih sadar dengan apa yang ia lakukan. Itu juga alasan yang mungkin bisa meringankan hukuman Jimin, mengingat korban penembakan tidak sampai meninggal.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE - [TAMAT]
FanfictionPreview ______________________________ Ketika ia takut jatuh cinta karena rasa bersalahnya dimasa lalu. Semua berubah ketika rasa itu muncul. Karena semua yang ditutupi suatu saat pasti akan terbongkar juga. Kau tidak bisa lari dari kenyataan. ~Kim...
![LOVE - [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/192558552-64-k719530.jpg)