#1 Frasa [08/04/21]
#2 Aksara [11/01/22]
Frans Amnesia
Musibah tak diminta itu tidak hanya menghilangkan ingatannya. Tapi juga memaksa Frans untuk kehilangan salah satu orang paling berharga di hidupnya.
"Aku pernah berjanji akan berusaha. Dan aku s...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•|FRASA|•
"Gue mau lo jauhin Aksara dari hidup gue!"
Leon menggeleng tanpa pikir panjang. Walau jauh dalam dirinya, ia tak mau melihat Aksa terus jadi korban penyakit yang diderita Frans. Tapi dia juga tidak berhak melarang Aksa melakukan ini-itu.
"Baru hari pertama masuk aja udah kelewatan." Celetuk seorang siswa lain yang duduk di atas meja. Nata namanya.
"Cepetan sembuh dong, Frans. Kita kangen lo yang dulu. Yang selalu ngomel ngomel kalo kita banyak omong." Siswi lain ikutan menyahut. Murid paling pintar di angkatan kelas sebelas.
Aksara hanya diam tercengang.
Sakit? Ah, tidak. Aksara bukan perempuan lemah.
Kesal? Tidak juga. Frans hanya sedang lupa.
Dendam? Apalagi. Aksa juga bukan perempuan pendendam. Terlebih jika yang dihadapi adalah sahabatnya dari lahir.
Frans menatap mereka tajam. Sorot matanya seolah mengancam siapapun yang berani menggurui nya. Mungkin sekitar lima atau enam siswa di sana? Entahlah, Frans tak memperhatikan. Merasa tidak mengenal siapapun disini kecuali Leon.
Leon berdiri. Gebrakan pada meja barusan membuat semuanya diam. Tak terkecuali anak bungsu dari keluarga Sanjaya.
"Lo pikir lo siapa? Gue nggak mau disuruh-suruh. Lo harusnya berterimakasih tau nggak? Kalo Aksa tadi nggak ada, gue yakin anak sok pinter didepan gue nggak bakal masuk sekolah satu minggu cuma gara-gara udang!" teriaknya kesal.
"Lupa aja belagu!"
Leon menekan kalimat terakhirnya. Amnesia ataupun tidak, Leon yakin Frans tidak lupa cara menghargai orang lain. Atau setidaknya berterimakasih atas kepedulian Aksara.
Menurutnya, Frans benar benar kelewatan. Bukan salah Aksa jika mamanya meninggal hampir bersamaan dengan Frans yang siuman. Bukan salah Aksa juga dirinya tidak ada di kamar inap Frans waktu itu.
Frans yang kesal sendiri segera berbalik, lalu kembali ke tempat duduknya. Ia tak mau dijadikan tontonan gratis oleh yang lain.
Di sisi lain, Frans malah berpikir sebaliknya. Kenapa semua orang selalu membela Aksa? Bukan salahnya juga dia amnesia. Kenapa seolah Frans yang jahat?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.