Limabelas

4.8K 558 26
                                        



Story yang paling kalian tunggu neh.











Jennie terlihat sudah berpakaian rapi dengan senyum manis yang membungkus wajahnya, ia terlihat bersemangat sembari membantu Nyonya Lee merapihkan meja makan.

   "Wah, sepertinya kau akan keluar ya? Mau kemana?"

   Jennie menatap Nyonya Lee yang duduk di kursinya, matanya juga melirik ke arah dua pria yang masih tidak membuka suaranya di kursi masing-masing.

   "Aku akan mengecek kandunganku hari ini."

   Nyonya Lee memasang ekspresi sedih setelahnya, raut kecewa bisa Jennie baca di wajah cantik Nyonya Lee.

   "Aku sangat ingin sekali mengantarmu kesana, tapi aku tidak bisa karena harus ikut acara amal di Busan."

   Jennie terkekeh pelan, "Tenang saja Eomma."

   Nyonya Lee merengut, "Bagaimana bisa, aku kan ingin melihat perkembangan cucu-"

   Sadar salah bicara, Nyonya Lee segera menutup mulutnya secara spontan dan membelalakkan matanya, Jennie mengernyit heran karena ucapan Nyonya Lee menggantung, sementara Taeyong juga nampak terkejut dan menatap tajam Nyonya Lee.

   "Ani, maksudku aku khawatir kalau kau pergi sendiri."

   Jennie mengangguk-anggukan kepalanya, "Ah, aku tidak apa karena sudah terbiasa sendiri Eomma, jangan khawatir."

   Nyonya Lee mendesis mendengarnya, "Kau ini sedang hamil, mana mungkin aku membiarkanmu pergi sendiri."

   Nyonya Lee melirik Taeyong yang entah pura-pura tidak mengerti atau bagaimana, Nyonya Lee merasa sebal karena putranya itu tidak sigap dengan kodenya.

   Jennie tersenyum kecut, mau bagaimana lagi, ia tidak mau merepotkan keluarga Lee lebih jauh, mendapatkan perawatan gratis dari rumah sakit besar milik kelurga Lee saja ia sudah bersyukur.

   Nyonya Lee yang masih tidak melihat reaksi dari putranya itu akhirnya tertawa terpaksa, "Kalau begitu, biar aku minta Min untu-"

   "Biar aku yang antar!"

   Jennie dan Nyonya Lee tersentak, sementara kedua pria Lee itu juga terkejut dengan pergerakan tiba-tiba dari keduanya yang dengan sigap mengeluarkan kunci mobil masing-masing.

   Keduanya saling menatap sengit karena tidak sengaja berbarengan menawarkan Jennie untuk ditemani.

   Jennie terperangah, kenapa ia bisa melihat jarak di antara sepupu yang bersekongkol di hadapannya itu? Apa sesuatu terjadi sebelumnya?

   Dongmin mengakhiri kontak mata yang membuatnya sebal, ia kemudian menatap Jennie dan mengeluarkan senyum maut andalannya pada Jennie.

   "Aku saja yang mengantarmu Jen."

   Taeyong menatap Jennie yang terlihat bingung, wajah datarnya tidak juga berubah dan berhasil membuat Jennie gugup.

   "Lebih baik aku bersama Dongmin saja, lagi pula Taeyong harus berangkat kerja kan?" Jennie memberikan cengiran canggung.

   Dongmin tersenyum penuh kemenangan sementara Nyonya Lee merasa bahwa Taeyong benar-benar perlu bimbingan untuk menggaet hati wanita.

   "Aku permisi dulu Eomma, Taeyong." Jennie berlalu mengikuti Dongmin yang berjalan sembari bersiul dan memutar-mutar kunci mobil di tangannya.

   "Ck, lihatlah! Jennie bersama Dongmin sekarang." Nyonya Lee bersidekap lalu berjalan meninggalkan Taeyong.

   Tangan Taeyong kembali mengepal, terlihat urat-urat tangannya yang menyembul dari balik kulitnya akibat emosi yang ia tahan.

One Night Stand ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang