Sekitar 4 hari Hyungsik selalu dipanggil ke kantor polisi untuk di wawancara. Namun sepertinya Hyungsik tidak pintar dalam menjebak seseorang, sehingga Taemin tidak dinyatakan bersalah.
Beberapa bukti CCTV membuat Taemin dinyatakan tidak bersalah, tim forensik juga menyimpulkan bahwa ledakan itu akibat hubungan arus listrik atau korselting listrik.
Tangannya mengepal begitu melihat Naeun yang nampak mesra menemani Taemin dan membantu suaminya berkemas sebelum pulang dari rumah sakit.
Rencananya gagal. Ia akan melakukan rencana kedua, bahkan ia rela harus kehilangan pujaan hatinya.Dirinya sudah terlalu muak dan lelah menderita di atas kebahagiaan dewi pemilik hatinya itu.
Senyum miring tercetak jelas di wajah tampannya, "Jika aku tidak bisa memilikimu, lebih baik kalian mati saja."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Naeun menggandeng tangan suaminya yang masih berbalut perban di kepalanya, namun senyum leganya tak juga hilang dari wajah cantik milik Naeun.
Ia sangat bersyukur kepada tuhan, Taemin bisa selamat dari bencana mengerikan itu. Walaupun ia mengetahui bahwa Taemin sempat menjadi tersangka, ia yakin Taemin tidak akan melakukan hal keji itu.
Sebuah mobil yang mereka yakini sudah di utus oleh sekretaris Taemin kini terparkir di loby rumah sakit. Tanpa ragu, keduanya segera duduk tenang setelah menyimpan barang-barang di bagasi.
Setelah mobil yang mereka tumpangi beranjak, sebuah mobil dengan tipe yang sama persis berhenti di depan loby, mencoba mencari keberadaan Naeun dan Taemin yang tak terlihat, padahal Naeun bilang keduanya sudah berada di loby.
Mobil melaju tenang, hanya keduanya yang bercakap-cakap ringan, mencoba mencairkan suasana.
BRAAAKKKK!!!!!
Mobil yang mereka tumpangi menabrak pembatas jalan, hingga hancur. Asap membumbung tinggi, menyisakan sang supir yang selamat karena gelembung keselamatan melindunginya dari benturan keras, sementara Naeun dan Taemin terlihat tidak sadarkan diri, namun masih terdengar deru nafas keduanya.
Sang supir keluar dari mobil dengan keningnya yang berdarah dan kaki yang bergetar hebat, kemudian jatuh tengkurap menatap pria dengan hoodie hitam yang tersenyum di hadapannya.
"Kerja bagus."
Supir itu pingsan seketika akibat shock, membuat Hyungsik melengos sebelum akhirnya menarik supir itu menjauh dari mobil, lalu meletakkan segepok uang di atas tubuhnya.
Naeun tersadar dan reflek memegang kepalanya, rasa pening menderanya begitu kuat, membuatnya mengerjapkan mata berkali-kali.
Dilihatnya darah merembes diantara tangannya yang memegang kepala, pasti kepalanya terbentur sesuatu.
Dilihatnya Taemin yang belum sadar, luka dikepalanya akibat kecelakaan beberapa hari silam itu terlihat memerah, perban yang semulanya putih kini berubah warna.
"Taemin... ah... Sadarlah." Naeun berusaha membangunkan Taemin dengan cara mengguncang tubuh Taemin. Namun tidak ada pergerakan berarti dari suaminya itu.
Hingga di dengarnya pintu kemudi di buka, membuat Naeun segera menoleh dan mengerjapkan matanya. Dilihatnya teman kuliahnya itu menatapnya dengan penuh cinta. "Hyungsik~ah... tolong aku kumohon, selamatkan aku dan suamiku."
Hyungsik terkekeh pelan, melihat wajah memelas Naeun. Kemudian ia bergerak mendekati Naeun, mengangkat dagu Naeun dengan jemarinya dan mengecupnya pelan.
Naeun sontak terkejut dengan perlakuan Hyungsik yang tiba-tiba. "Maafkan aku dewiku, sayangnya aku tidak bisa melihatmu bahagia dengannya."
Naeun menggelengkan kepalanya begitu Hyungsik kembali bergerak mundur dan menutup pintu, berteriak saja rasanya ia tidak mampu.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand ✔
Romance❝They say life is full of paradox.❞ [Baku-Completed] ⚠️ {Drama, Romance, angst} Jenniethink Presents Maret 2017
