Tujuhbelas

4.4K 531 74
                                        


5 tahun kemudian





Jennie tersenyum menatap ke arah balita yang berlarian dengan senang mengejar kuma. Anjing miliknya itu pun terus berlari dan sesekali berhenti untuk menunggu bocah yang larinya tidak tergolong cepat itu.

   Suasana sore hari ini seperti biasanya, ia yang menemani anaknya bermain di halaman rumah sembari menikmati semilir angin yang berhembus tenang.

   Jennie menatap ke arah matahari yang mulai tenggelam menandakan petang, burung burung juga sudah bergerombol pulang ke sarang masing-masing.

   "David~ah, ayo masuk."

   Merasa terpanggil, David segera berlari ke arah Eommanya dengan tergesa-gesa. Jennie meringis karena takut David tersandung akibat cara berjalannya yang membuatnya khawatir.

   Entah kenapa anak seumuran David senang berlari dan membuatnya khawatir karena takut terjatuh akibat kedua kakinya yang terselimpet.

   "Ayo Eomma."

   Jennie kembali tersenyum begitu mendapati David sudah berdiri di sampingnya, ia kemudian mengambil lengan kecil David dan menggandengnya menuju rumah.

   Awalnya Jennie tidak pernah mengira bahwa hidupnya akan berakhir seperti ini. Kisah cintanya dengan Mark yang kandas, berakhir dengan dirinya menjadi istri seorang Lee Taeyong dan menjadi Ibu dari anaknya.

   Lee David namanya, balita yang sangat manis dan cerewet serta sangat aktif seperti balita seusianya. Wajahnya sangat mengingatkan Jennie dengan suaminya, Taeyong.

   Ia sangat menyayangi David sepenuh hatinya, seluruh rasa bahagianya ada pada bocah tampan dan tengil itu. Kadang ia merasa bersalah saat mengingat pikiran buruk untuk menggugurkan kandungannya tempo hari.

   "Eomma, Dongmin Samchon akan kemari?" tanya David bersemangat.

   Jennie tersenyum kemudian mengangguk, di bukanya pintu rumah perlahan. Dongmin memang masih sangat memperhatikan Jennie dan David, ia akan selalu berada di samping keduanya.

   Bahkan orang-orang banyak yang mengira bahwa Jennie adalah istri Dongmin karena pria itu lebih sering berada di sisinya.

   Jennie sendiri tidak tahu kenapa, dunia benar-benar terasa berbalik 180 derajat saat ini. Ia tidak pernah tahu keberadaan dan keadaan Mark, Dongmin yang sangat perhatian dan tulus padanya, serta Taeyong yang jarang memperhatikan keduanya.

   Ia tersenyum miris, Taeyong bahkan jarang pulang ke rumah dengan alasan bekerja. Jennie hanya bisa percaya saat sekretarisnya selalu mengatakan bahwa Taeyong berada di kantor.

   "Aku mau mainan baru!" Jennie tersentak dari lamunannya, suara David disertai cekikikannya berhasil membuat Jennie kembali tersenyum.

   Kadang ia harus pandai menguatkan hati agar David tidak merasakan perasaan gundahnya. Ia berfirasat buruk.

   "Jangan terlalu banyak mainan Dave, di kamarmu sudah menumpuk." Dave cemberut, sangat mirip dengan Jennie ketika merajuk.

   Jennie hanya tidak ingin terlalu merepotkan Dongmin, ia merasa bahwa seharusnya Taeyonglah yang melakukannya, bukan Dongmin.

   "Tapi aku mau mobil-mobilan dengan remot kontrol itu Eomma." rajuk David.

   "Dave kan sudah punya, lebih baik beli sesuatu yang bisa kau gunakan, seperti sepatu atau pakaian." David menggeleng, ia sangat menginginkan mobil dengan remot kontrol.

   "Dave... jangan seperti ini, Eomma tidak suka." Jennie berjongkok, berusaha menyamakan tingginya dengan David yang tidak seberapa.

   "Tapi aku mau seperti teman-temanku..."

One Night Stand ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang