38. pergi dan kembali

7.2K 1.6K 111
                                        

Beberapa pria penghuni cluster Superior Mansion mengadakan rapat mendadak usai kabar Nakomoto Dyrin diculik tersiar. Yuta telah melaporkan masalah ini pada pihak berwajib, namun ia belum bisa tenang sebagai seorang ayah. Entah bagaimana bisa Danela menghubunginya, menyalahkan Yuta yang teledor menjaga Dyrin. Yuta semakin kalut, bingung harus melakukan tindakan apalagi.

Ditambah lagi Yuta diinformasikan bahwa ternyata bukan Dyrin yang seharusnya diculik, namun Jung Jonathan.

"Setahu gue, Haneul dan suaminya lagi bermasalah. Haneul juga mengaku kalau sebelum bermasalah, suaminya gak tahu siapa dan yang mana anak Haneul sebelum pernikahan mereka." Jelas Jeffrey. "Gue yakin, suaminya kira itu Dyrin."

"Haneul—Ryu Haneul mantan lo, kan?" Tanya Kun berhati-hati.

"Iya, mommynya Nathan."

Tyrese menggeleng kesal. "Gegabah banget itu orang."

Motif dari pelaku penculikan masih samar, namun Yuta tetap pada pendiriannya. Dia enggan menyalahkan siapa pun meski Dyrin yang telah menjadi korbannya.

Tyrese, Yuta, Kun, dan Jeffrey yang sedang menunggu di ruang tamu Mansion Nakamoto sudah menempatkan anak-anak di tempat yang sama. Pengawalan di luar juga semakin diperketat. Setelah menunggu sedikit lagi, Taeil dan Johnny akhirnya tiba membawa sebuah map berisikan beberapa foto dan kertas.

"Anak-anak dimana?" Tanya Johnny sebelum memulai penjelasannya.

"Mereka ada di kamar Dylan." Jawab Kun membuat Johnny mengangguk paham. Ia lalu duduk, membuka map yang tadi dibawanya di hadapan semua teman-temannya.

Taeil berdehem sebelum menjadi orang pertama yang bersua. "Ini plat van yang tadi menculik Dyrin. Ternyata dia bilang ke security kalau dia kenalan Jung Jeffrey dan punya akses masuk ke sini."

Johnny menyodorkan sebuah gambar yang menunjukkan sebuah plat mobil. "Coba lo ingat kenalan lo yang punya plat mobil ini."

Jeffrey meraihnya, mencoba menerka-nerka si pemilik. Tak lama berselang dia tersentak, segera menghubungi Jonathan untuk turun dan memastikan jika perkiraan mereka memang tidak salah.

Semuanya melihat Jonathan yang turun dari lantai atas seorang diri. Dengan badan yang sedikit membungkuk, Jonathan menghampiri mereka. "Kenapa, dad?" Tanya Jonathan kemudian menatap sebuah plat mobil yang diperlihatkan Jeffrey.

"Kamu tahu gak ini punya siapa?"

"Ah, kalau gak salah—itu mobil punya suami mommy. Waktu itu aku lihat setelah kita ketemu sama mommy."

"Geez, apa iya dia punya akses masuk karena Haneul?" Tebak Taeil. "Bisa aja ini semua dia lakukan untuk mengancam Haneul."

Tyrese reflek menimpali, "berarti dia memang berencana menculik Jonathan. Lo punya masalah sama dia, Jeff?"

Jeffrey menggeleng. "Gue benar-benar gak pernah berurusan sama dia. Gue bahkan gak pernah bertatap muka sama suami Haneul, I swear to the god."

"Nathan." Panggil Yuta pelan. "Kamu naik ke kamar Dylan lagi. Tapi jangan kasih tahu yang lain tentang hal ini, ya? Om takutnya Dylan malah emosi."

Jonathan terdiam, terkejut atas apa yang baru saja mencuat di depannya. Namun Jonathan segera mengiyakan permintaan Yuta untuk kembali berjalan menuju kamar Dylan.

"Oh ya, Nathan. Jean udah pulang?" Tanya Yuta lagi membuat Jonathan berhenti sesaat.

"Iya, om. Soalnya—" ucapan Jonathan menggantungkan sesaat, lalu buru-buru melanjutkan. "Dia udah pulang."

Yuta mengangguk paham, menyebabkan Jonathan kembali melangkah. Lelaki muda itu sedikit terbebani mengingat tadi Jeanne yang terus disalahkan oleh Dylan hingga wajah gadis itu pucat. Jonathan tahu rasanya jadi Dylan, namun pasti Jeanne juga sangat terpukul dan merasa sangat bersalah. Padahal masalah ini disebabkan oleh orang lain yang berniat menculiknya.

Superior MansionCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang