12. masa lalu

13.6K 2.5K 231
                                        

Bangkok, Thailand

Cuaca yang cukup panas menyambut kedatangan Lee Tyrese dan Lee Jinan saat menginjakkan kaki di negeri gajah putih, Thailand. Sesaat setelah keluar dari dalam ruang kedatangan, mereka kembali disambut oleh Lee Ten, saudara Tyrese.

Dengan sigap pria itu menghampiri Tyrese dan Jinan, lalu membantu membawakan barang-barang mereka. Hal ini membuat Jinan berkata, "loh om Ten jangan. Biar Jinan aja yang bawa sendiri."

"Om aja. Kan kamu capek. Oh iya, gimana penerbangannya?" Tanya Ten kepada Jinan.

"Baik, kok. Makanannya banyak terus enak-enak." Jawab Jinan yang membuat Ten terkekeh. Di sela-sela perbincangan mereka, seorang anak lelaki lain menghampiri, membuat Tyrese dan Jinan mengerutkan keningnya seolah berkata, siapa dia?

"Oh iya, kenalin. Dia Kevin, anak dari tunangan gue." Tutur Ten pada Tyrese yang membuat mereka saling berkenalan.

"Wah, gak sabar liat calon istrinya Om Ten." Kata Jinan sebelum beralih pada Kevin, "hari ini gak sekolah, kak?"

"Lagi bolos." Balas Kevin sambil tersenyum tipis. Kevin lalu mengajak Jinan untuk berjalan bersama menuju mobil Ten, disusul Tyrese dan Ten yang juga masib berbincang. Lihat, kedua pria itu bahkan sudah saling bertukar beberapa cerita sebelum benar-benar menginjakan kaki di kediaman Lee.

"Gimana, lo juga udah punya yang baru?" Tanya Ten. Gelengan dari Tyrese membuat Ten mengerutkan keningnya. "Jinan gak pernah tanya-tanya tentang mamanya gitu?"

"To be honestly—untuk akhir-akhir ini dia selalu bahas itu, gue gak tahu dengan jelas penyebabnya. Tapi ya, gue selalu berusaha kasih pengertian juga. Anyway, lo harus belajar dari masa lalu gue. Jangan terlalu mengejar-ngejar perempuan."

Masa lalu Tyrese memang cukup kelabu. Demi hidup bersama ibu dari Jinan, Tyrese rela menentang orang tuanya dan mengambil alih beberapa perusahaan kecil milik sang ayah dengan memalsukan tandatangannya. Terlalu rebel, bukan? Itulah yang mengakibatkan Tyrese mengalami hubungan yang kurang baik dengan keluarganya selama beberapa tahun. Termasuk Ten sendiri.

Beberapa perusahaan miliknya mengalami kebangkrutan saat Jinan masih kecil, dan perempuan itu lebih memilih untuk pergi meninggalkan Tyrese serta Jinan akibat permasalahan finansial.

Ten mengangguki perkataan Tyrese. "Sekarang, kita cuma perlu untuk fokus menata masa depan. Gak usah melihat ke belakang lagi. Jangan lupa, besok ada acara makan malam keluarga bareng calon gue."

Tyrese agak ragu, ini pertama kalinya ia kembali muncul kehadapan keluarga setelah masalah di masa lalu. Apalagi Tyrese juga membawa anaknya.

"Take it easy, lah. Papa sama mama udah siap nerima lo lagi bareng cucunya, Lee Jinan."

Ucapan Ten mampu membuat Tyrese menghela nafas cukup lega. Mau tidak mau, Tyrese harus siap menanggung semua hasil perbuatannya. Setidaknya, Tuan dan Nyonya Lee bersedia melihat anaknya lagi yang dulu tega meninggalkan keluarganya demi Oh Joori, ibu kandung Jinan.

• • •

Jerman

"Ayah, hari ini kita mau kemana?" Tanya Moon Yaheskiel cukup ceria. Dia berada di samping Moon Taeil, si ayah. Keduanya sedang melakukan perjalanan menggunakan kereta. Di tangan Yaheskiel tampak sebuah kotak berisikan mainan yang baru saja ia beli. Nantinya mainan-mainan itu diberikan secara khusus untuk Lee Jinan. Dan untuk teman-teman yang lain, Yaheskiel sudah mengurus itu.

Superior MansionCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang