Kyungsoo tersentak kala kaki memasuki dapur. Mata menangkap lelaki Alpha yang sudah memakai piama tengah meneguk air mineral dari botol minuman di tangannya.
Padahal waktu sudah menunjukkan tengah malam, tetapi lelaki Alpha kekasih anak tiri suaminya masih saja berkeliaran di rumahnya. Kyungsoo sama sekali tak menyangka jika ia akan begitu berani menginap setelah acara perkenalan dan makan malam tadi.
"Maaf. Aku haus dan tak bisa tidur. Jadi, kuputuskan untuk mencari minuman," ucapnya manakala Kyungsoo membuka lemari pendingin untuk mengambil minuman. Kyungsoo sama sekali tak berniat menjawab.
"Aku tak bermaksud menginap. Tetapi, ibu Baekhyun dan keluarganya terus memaksa. Jadi, aku tak dapat menolak. Aku akan pergi pagi-pagi sekali sehingga kau tidak perlu melihatku esok hari di rumah ini." Ia tak menyerah, masih saja melontar kalimat yang sebenarnya akan kembali diabaikan oleh Kyungsoo.
Lagi pula, ini bukan saat yang tepat untuk memberi respons, sekelebat saja aroma feromonnya mengusik, menggelitik seluruh tubuh Kyungsoo. Ia ingin cepat-cepat melarikan diri.
Kemudian, tangan dengan kasar menutup lemari pendingin setelah mengambil minuman. Kyungsoo melangkah terburu-buru bermaksud meninggalkan dapur.
Namun, dengan cepat, sang Alpha menangkap tangan Kyungsoo, menahan langkah yang tadi bermaksud tergesa-gesa.
"Hei! Apa yang kaulakukan?!" Kyungsoo memekik rendah, pula memberontak untuk menepis genggaman tangan yang begitu erat.
Tampaknya, ia tak mau mengalah seperti yang sudah-sudah, dengan begitu erat, ia terus menggenggam. "Kau terus mengabaikanku?!"
"Berani-beraninya kau terus berbicara santai padaku! Kau pikit kau siapa? Aku ini atasanmu!" Kyungsoo sudah memperhatikan sejak mereka terbangun di ranjang yang sama, lelaki ini selalu saja berbicara menggunakan banmal padanya.
"Sebagaimana hebatnya dirimu, kau tetaplah Omega. Aku tetap akan selalu berada di atasmu!" Sang Alpha berlagak, tatapannya tajam seakan menuntut Kyungsoo untuk tunduk padanya.
Kyungsoo bergidik. Peluh malah mengucur dan tubuh tergelitik; menjadi panas lantas gatal. "Kau gila! Bagaimana bisa kau berucap lantang semacam itu?!" Kyungsoo masih berusaha memberontak.
"Mengapa? Kau takut mereka di rumah ini mengetahui identitasmu?" Sang Alpha sama sekali tak memberi ampun.
"Lepaskan aku! Kau lelaki berengsek!" Kyungsoo tetap mencoba menarik tangannya dari genggaman yang kuat. Ini tak baik, semakin mereka bersentuhan, tubuh Kyungsoo menjadi semakin aneh.
"Kau terus menghinaku! Terus saja menyalahkanku! Bahkan malam itu bukan kesalahanku?! Kau pikir siapa sedang heat malam itu? Kau pikir siapa yang meminta lagi dan lagi malam itu?!" Lelaki Alpha malah mengingatkan kembali insiden panas di malam itu.
"Lepaskan! Kau sialan!" Kyungsoo tak dapat menahan lagi, tubuhnya sudah terlalu aneh dan tak berdaya.
"Jongin!" Namun, sapaan samar dengan derap langkah perlahan itu menyentak mereka. Itu adalah suara anak tiri mendiang suami Kyungsoo, si Byun Baekhyun.
Saat sang Alpha lengah dengan suara kekasihnya itu, dengan cepat Kyungsoo menarik tangan dan melepas diri. Dengan cepat pula ia melangkah meninggalkan dapur.
Berpapasan sejenak dengan si Beta, bola mata saling berserobok. Namun, Kyungsoo tak mau peduli. Ia harus segera melarikan diri menuju kamarnya untuk menyembunyikan bagaimana reaksi tubuh yang begitu aneh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Luscious Finnimbrun
Fan-Fiction[COMPLETED] (21+) Boys Love. This story contains some sex scenes in detail, unappropriate words, and uneducated manners. Do not read if you're underage! Tujuan hidup Kim Jongin hanya satu; menghancurkan keluarga Beta yang telah menghancurkan k...
