"KIM JONGIN! AARGHH! AARGHH!"
Sang Omega terus memekik. Dia terbaring mengenakan baju daster khas rumah sakit di atas ranjang ruang operasi rumah sakit dengan kedua tangannya yang meremas surai hitam milik Kim Jongin.
Jongin bahkan terlihat begitu kewalahan dan kulit kepala seakan ingin lepas lantaran remasan sang Omega, begitu erat tak berperasaan.
"KIM JONGIN! KAU SIALAN! INI GARA- GARA KAU! ARGHH! ARGHH! PERUTKU BEGINI GARA-GARA ULAHMU! KAU BODOH!"
Dia terus berteriak dan memaki, sedang Kim Jongin kewalahan. "Suster, seberapa lama lagi Dokter akan datang. Omegaku-AKHH! AKHH! SOO! Lepas! Terlalu keras!"
"BODOH! KAU BODOH! SIALAN! PERUTKU SAKIT! ARGHH! KIM BODOH, PERUTKU SAKIT!"
Perawat wanita yang menjagai mereka dan melakukan persiapan, pun tampak meringis seakan merasakan betapa sakit dan menderitanya keadaan Jongin saat ini.
Ini bukan satu jam dua jam, sang Omega sudah mencakar kulit kepala Jongin sejak ambulans membawa mereka menuju ke rumah sakit.
"Sebentar lagi, Tuan Kim. Dokter pun sedang melakukan persiapan."
"Sebentar lagi kapan? Sejak tadi Anda bicara semacam itu! Tidak lihat Omegaku?! Anda tidak kasihan? Dia kesakitan!" Jongin berseru. Ia pun sudah kehilangan rasa sabar.
"Iya, saya mengerti Tuan Kim. Tetapi, hal semacam ini harus sesuai prosedur. Dokter pun-"
Namun, ucapan sang perawat berhenti manakala pintu ruangan operasi dibuka. Akhirnya, sang Dokter dan beberapa perawat lainnya datang dengan membawa peralatan operasi mereka.
"Dokter! Cepat, Dok. Kumohon selamatkan Omegaku. Dia kesakitan!" Jongin terus panik.
"Tenanglah, Tuan Kim. Kami akan segera melakukan operasi. Suster, berikan suntik penenangnya." Sang Dokter berucap sembari tangannya menjulur. Dengan cepat perawatnya memberikan suntikan yang dimaksud.
Setelah mendapatkan suntikan, teriakan Omega perlahan meredam, tangannya yang meremas kulit kepala pun terlepas tiba-tiba.
"D-Dokter, Omegaku-"
"Tuan Kim, sebaiknya Anda menunggu di luar. Ini tidak akan lama dan tenanglah." Sang Dokter menyarankan.
"Tapi, Dok. Tapi-"
"Anda terlihat panik, Tuan Kim. Jadi, sebaiknya Anda menunggu. Tuan Do Kyungsoo, Omega Anda, akan baik-baik saja."
Jongin akhirnya menyerah. Dalam keadaan panik, barangkali akan mempersulit persalinan Omeganya jika ia masih bersikeras menemani di sana.
Jongin akhirnya meninggalkan kamar operasi dengan seorang perawat yang mengantarnya keluar dari sana.
Langkah gontainya kemudian bersambut dengan beberapa kerabat yang menunggu di ruang tunggu.
"Kak Jongin?" Adik lelakinya menyapa.
"Bagaimana Kak Kyungsoo? Dia baik-baik saja? Operasi sudah mulai?" Sang adik ipar pun tak kelewatan bertanya.
"Jongin ssi? Kau baik-baik saja?" Begitu pun dengan dokter pribadi sang Omega, Dokter Park Shin Hye.
Ada Sekretaris Oh, pula sekretaris pribadi Jongin, si Park Chanyeol. Semua berwajah panik, namun Jongin enggan menjawab.
Dia terduduk di kursi lorong tunggu, sembari meremas surai yang sudah begitu acak. Dada bergemuruh dan bibir berkomat-kamit memanjat doa.
Kekhawatirannya bercampur aduk, apalagi setelah perseteruan dirinya dan sang Omega sebelum datang ke rumah sakit bersalin ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Luscious Finnimbrun
Fanfiction[COMPLETED] (21+) Boys Love. This story contains some sex scenes in detail, unappropriate words, and uneducated manners. Do not read if you're underage! Tujuan hidup Kim Jongin hanya satu; menghancurkan keluarga Beta yang telah menghancurkan k...
