Kyungsoo tak tahu apa yang dilakukan Kim Jongin selama dirinya dirawat di rumah sakit pasca melahirkan sang buah hati.
Akan tetapi, lelaki Alpha terikatnya ini membuat kejutan dengan mendekorasi kamar kosong di sebelah kamar tidur mereka dengan interior khas anak bayi untuk dijadikan sebagai kamar tidur Kim Jisoo, anak lelaki mereka.
Lemari besar yang dipenuhi pakaian Jisoo, berdiri tegak di sisi ruangan kamar tidur. Beberapa boneka beruang tertata rapi di setiap sudut ruangan, mulai dari yang paling besar hingga paling kecil. Itu norak, menurut Kyungsoo. Dari sekian banyaknya boneka, entah mengapa lelaki Alphanya memilih boneka beruang.
Rak dan nakas kecil pula tersusun rapi, berisi buku bacaan anak kecil dan mainan-mainan lainnya yang bisa digunakan Jisoo jika ia sudah sedikit mengerti nanti.
Ranjang kecil berpagar tinggi yang berhiaskan pernak-pernik yang lucu, menjadi fokus kamar Jisoo; karena letaknya berada di tengah-tengah. Serta, banyak interior lainnya yang tak sanggup Kyungsoo sebutkan satu persatu.
Dengan begini, Kyungsoo menjadi lega. Kim Jongin yang berengsek, kini bisa menjadi Ayah yang bertanggung jawab.
Kyungsoo pun begitu. Ia bahkan tak menyangka pada dirinya. Di mana kala itu ia membenci kehamilan, tetapi kini, ia malah begitu mencintai anak lelakinya. Ia bahkan tak rela jika Jisoo terkena celaka.
"Sepertinya Jisoo sudah lelap."
Kyungsoo melepas botol susu dari bibir anak lelakinya, lantas perlahan meletakkan botol itu di nakas di sisi ranjang kecil yang ditiduri anak mereka.
"Ah, anakku tampan sekali. Seluruhnya sama persis dengan Daddy. Meskipun, mata dan bibirnya mirip sekali dengan Mommy-nya." Kim Jongin yang ikut menunggui di sebelahnya, memuji. Bahkan sejak tadi ia terus memuji anak mereka.
Kyungsoo berdecak, memandang rendah lelaki Alpha yang terus-terusan saja membanggakan anak keturunannya.
Kendati decakan Kyungsoo terdengar meremehkan, sang Alpha tersenyum dan datang memandangi kemudian. "Akan tetapi, bibir Mommy memang yang terbaik. Begitu merah dan tebal. Lantas, akan manis dan kenyal begitu dicicipi."
Kyungsoo bergidik melirik Alphanya. "Dasar mesum!" Ia lantas beranjak untuk meninggalkan kamar Jisoo.
Ada senyum tipis yang tersemat. Sejujurnya, ucapan sang Alpha membuatnya berbunga-bunga dan jantung seketika berdegup kencang tak menentu.
Lantas, tidak semudah itu untuk Kyungsoo terbebas dari Alphanya. Dengan cepat tangan besar itu menahan dan menarik hingga Kyungsoo jatuh ke pelukannya.
Tak perlu waktu lama untuk bibir dan bibir saling bertemu dan beradu mesra.
Kyungsoo tak menolak. Lebih tepatnya, tak mau menolak. Kendati sikap yang ia tunjukkan terlihat sadis, sejatinya ia menginginkan yang semacam ini; kemesraan dan kehangatan dari sentuhan yang diberikan Alpha terikatnya.
Sedikit kewalahan membalas. Kim Jongin memang paling jagoan jika berurusan dengan perihal ciuman.
Kyungsoo bahkan harus menggerakkan kepala tak menentu untuk mengimbangi lumatan demi lumatannya. Ia pun harus merelakan air liur yang menetes di sisi bibir karena sang Alpha begitu rakus menyesap bibirnya.
"Demi Tuhan. Aku tak bohong. Bibirmu adalah yang terbaik." Sang Alpha berucap sengau ketika ia melepas kecupan buasnya. Kyungsoo bahkan tersengal dan menghirup udara sebanyak mungkin untuk mengembalikan napasnya.
"L—Lepas! Kau tidak boleh berbuat mesum di kamar Jisoo! Tidak baik!" Kyungsoo memberontak, berusaha melepaskan diri dari sang Alpha. Ia tidak mau ketahuan jika kini wajahnya merah dan dadanya sedang bergemuruh tak karuan oleh ulah mesum sang Alpha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Luscious Finnimbrun
Fanfiction[COMPLETED] (21+) Boys Love. This story contains some sex scenes in detail, unappropriate words, and uneducated manners. Do not read if you're underage! Tujuan hidup Kim Jongin hanya satu; menghancurkan keluarga Beta yang telah menghancurkan k...
