"Sayang, ayo lakukan lagi."
Sang Alpha berdiri tanpa busana di pintu masuk kamar Jisoo, membuat Kyungsoo tersentak dan menghardik dengan kasar.
"Apa yang kau lakukan?! Pakai bajumu, Bodoh!" Kyungsoo bahkan berpaling ke lain arah, menolak melihat tubuh atletis telanjang milik sang Alpha yang masih berantakan namun menawan.
"Kubilang aku belum puas."
"K—Kau sudah melakukannya dengan gila! Bagaimana belum puas?! Kau bahkan mengganggu Jisoo tidur!"
Kim Jongin mendesah lemah, tubuh atletis bersandar pada pintu kamar Jisoo. Ingin menyalahkan anak lelakinya, tetapi tak boleh. Jisoo terjadi karena ulah perilakunya juga.
Hari esok, ia bersumpah akan membelikan penutup telinga untuk Jisoo. Sehingga ketika melakukannya, sang anak kesayangan tidak perlu terganggu. Ibu Omeganya tidak bisa mengontrol desah dan pekik ketika mereka melakukannya.
"Kau masih lama?" Sang Alpha merengek manja.
"Jisoo baru saja terlelap, kau tidurlah lebih dulu," jawab Kyungsoo.
"Benar tak mau melakukan lagi?" Sang Alpha masih belum menyerah, membuat Kyungsoo menjeling nyalang. Sesaat saja, karena ia tak sanggup menatapi Alpha terikatnya yang berbugil ria.
"Baiklah. Cepat datang, aku merindukanmu." Dia berucap manja sembari berbalik untuk masuk
kembali ke kamar mereka. Kyungsoo bahkan harus mengulum senyum tipis oleh kelakuan menggemaskan sang Alpha.
Ini sudah lama dan Kyungsoo hanya memberinya sekali saja. Itu sungguh tidak mungkin untuk sang Alphanya. Lelaki ganas itu sanggup melakukannya berkali-kali hingga esok hari.
Setelah Jisoo benar-benar terlelap dan susu formula yang diminumnya telah habis, Kyungsoo merebahkan tubuh mungil anak kesayangannya di atas ranjang. Tak lupa ia menutupi tubuh Jisoo dengan selimut.
"Sayang, Mommy harus melayani Daddy-mu dulu, jadi jangan nakal yah." Kyungsoo berbisik di telinga dengan senyuman tipis, bahkan ketika menyadari kalimat bodohnya itu, ia terkekeh malu sendiri.
Kyungsoo lantas melangkahkan kaki untuk keluar dari dalam kamar Jisoo. Namun, langkah itu terhenti kala melirik amplop besar di atas lemari kecil milik Jisoo. Kyungso hampir melupakannya. Itu adalah berkas yang diberikan Oh Sehun kala ia berkunjung tadi.
Kyungsoo akhirnya membawa amplop besar itu, dia harus memberitahu cepat sang Alpha tentang surat wasiat lain yang diberikan Presdir Shim. Tampaknya mereka memang tak bisa melakukan seks lagi setelah ini, ada hal lebih penting yang harus dibahas. Padahal, Kyungsoo berencana memberikan tubuhnya lagi pada sang Alpha terikat.
"Oh! Kau datang? Lama sekali." Kim Jongin berucap manja ketika Kyungsoo masuk ke dalam kamar, membuat dirinya berdecak dengan kelakuan sang Alpha. Beruntung saja lelaki itu sudah memakai celana, hingga tidak bugil lagi, meskipun dada tubuh atletus itu dibiarkan terbuka begitu saja.
Tak memberikan jawabannya, Kyungsoo menyodorkan amplop besar itu pada Jongin, membuat sang Alpha berkerut tak mengerti.
"Ini apa?" tanyanya.
"Surat wasiat lain dari Presdir Shim. Kau harus membaca," jawab Kyungsoo sembari ikut duduk bersebelahan dengan Alphanya. Tak lupa juga ia memberikan sebuah potret yang tadi diberikan oleh Sehun kepada dirinya.
"Ini?" Kim Jongin berkerut mencoba mengingat potret itu.
"Kau tidak ingat?" tanya Kyungsoo.
Sang Alpha menggeleng, dia membuka amplop yang berisi beberapa berkas resmi dan legal. Ada juga sebuah USB yang diselipkan di beberapa kertas-kertas berkas itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Luscious Finnimbrun
Fanfiction[COMPLETED] (21+) Boys Love. This story contains some sex scenes in detail, unappropriate words, and uneducated manners. Do not read if you're underage! Tujuan hidup Kim Jongin hanya satu; menghancurkan keluarga Beta yang telah menghancurkan k...
