Teguhkan hatimu menerima kenyataan ini Ferguso..sepertinya ini akan menjadi cerita panjang. Bukan lagi cerita pendek 😂
" Waah ini tempatnya kalau mau liat adek bayi ya Ma ? " Tanya Nadia antusias. Kami telah sampai di Rumah Sakit.
Aku mengajak kedua putriku untuk mememaniku periksa ke dokter kandungan. Biasanya hanya aku sendiri." Ma..itu tante - tante yang perutnya besar ada adeknya juga di dalamnya ya ? "
" Iya Kak Tasya "
Aku tersenyum sambil mengusap kepalanya.Tak lama dokter memanggilku. Nadia tampak antusias melihat adeknya. Dokternya sangat ramah. Apalagi saat masing - masing mereka mendapatkan cetakan fotonya.
" Bagaimana bayi saya dokter ? "
" Perkembangannya bagus. Hanya kurang sedikit saja berat badannya "" Ini anak ke tiga Ibu ya "
Dokter dengan name tag Almira tersebut memandang kedua putriku.
" Benar Dok "" Hasil USG nya cowok lho Bu. Sudah lengkap nanti "
" Iya "" Kalau mau, Ibu bisa KB permanen. Setelah Ibu pulih, Ibu bisa langsung ke sini untuk tidakan operasi. Jika nantinya melahirkan secara Cesar, Ibu malah bisa langsung tindakan KB sekalian "
" Oh begitu ya Dok "
Sejujurnya aku belum memikirkan untuk KB permanen atau tidak. Meski begitu sepertinya aku akan melakukannya. Mengingat nantinya aku akan merawat 3 anak sendirian tanpa suami.Kenapa aku berpikir untuk KB permanen padahal aku tidak punya suami? Aku tidak tahu nasibku ke depannya kan. Siapa tahu Tuhan memberikan jodoh lagi untukku. Dan jika itu terjadi aku tidak mau punya anak lagi. Cukup tiga ini yang akan menemaniku.
Apakah aku akan menggantikan posisi Mas Bagus dengan laki-laki lain? Jawabannya tidak. Sejujurnya sepertinya aku akan sulit menenerima laki-laki lagi dalam hidupku. Aku rasa aku bisa menjadi single parent buat mereka. Tapi, sekali lagi aku tidak tahu jalan seperti apa yang akan digariskan Tuhan untukku.
❤❤❤
Tidak terasa sudah sembilan bulan aku mengandung. Meski sedikit kepayahan aku masih tetap bekerja di mini market. Pesangon dari perusahaan Mas Bagus aku tabung untuk lahiran. Sedang untuk sehari - hari aku memakai uang gaji. Tabungan Nadia yang setiap bulan diisi Mas Bima aku biarkan saja buat sekolah Nadia kalau sewaktu - waktu membutuhkan biaya banyak. Kenaikan kelas misalnya. Tak lupa aku menyisihkan gaji juga aku masukkan rekening Nadia hitung - hitung menyicil kan dulu aku meminjamnya saat dia dirawat di rumah sakit.
Aku sangat bersyukur teman - temanku kerja sangat mengerti keadaanku. Tak jarang mereka membirakan aku beristirahat. Aku akan mengambil cuti satu minggu lagi. Sampai satu bulan setelah melahirkan.
❤❤❤
El Nino Wisnu Wardhana
Si tampan ini akhirnya launching juga. Karena bayinya terlilit tali pusat juga pembukaan yang tidak meningkat, aku harus melahirkan secara cesar. Tidak apa, yang terpenting kami berdua selamat. Sama saja melahirkan dengan normal maupun cesar. Kami semua wanita tetaplah seorang Ibu yang harus berjuang saat melahirkan.
Semua rasa sakitku seakan lenyap tak bersisa karena mendengar tangis Nino.
Bisa dibayangkan betapa hebohnya kakak - kakaknya. Nenek mereka sampai kewalahan melerai karena mereka saling berebut. Aku menikmatinya. Menikmati menjadi seorang Ibu dari 3 orang. Rasanya luar biasa. Sangat capek tapi hati bahagia.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Lama Bersemi Kembali ( S E L E S A I )
Historia CortaFor Adult Butuh komunikasi yang baik juga hati yang lapang untuk mempertahankan sebuah pernikahan...