04

10.6K 1.1K 140
                                        

Minhee menengok ke arah kanan dan kirinya dengan perasaan was-was, pemuda itu membuka pintu rumahnya dengan pelan.

Ruangan luas itu kini sudah meredup, hanya tersisa lampu yang menempel di dinding.

Mata pemuda itu teralih ke arah ponselnya, di mana pesan yang ia terima lebih dari 4jam lalu tertera di sana.

From: Bukan Abang Gue

Minheeeeee.... gue tunggu lo di ruang tamu, pulang sekarang!

Mata Minhee meredup, ia kemudian menekan lama pesan itu lalu memencet ikon sampah di sana.

"Lo pembohong, Bang..." Gerutu Minhee dengan wajahnya yang kian memerah menahan emosi.

"Gue kira lo beneran gitu tapi_ dari awal lo emang bangsat! Pembohong!" Minhee menyeka air yang tiba-tiba menggenang di pipinya.

"YA TUHAN!!! AP_"

"Minhee! Lo pulang?"

Wajah Minhee melongo seketika begitu seseorang keluar dari balik sofa ruang tamu dengan wajah bantalnya, tak lama kepalan tangannya semakin menguat.

"Jangan teriak, kalo mau ngomong sama Tuhan lo batin aja dia pasti denger. Orang rumah udah pada tidur itu." Kata Jaemin sambil menunjukkan senyumannya.

Minhee berdecak, lalu mengacak rambutnya yang sudah berantakan menjadi semakin berantakan.

Pemuda itu melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda.

"Minhee, gue lagi ngomong, dengerin gih." Kata Jaemin lagi.

Minhee lagi-lagi berdecak sebal, "Kalo mau ngomong ya ngomong aja!!!" Sebal Minhee dengan nada berteriak.

Mata Jaemin membulat sempurna, "Ini balesan lo dari sikap baik orang lain?!" Bentak Jaemin.

Minhee menatap Jaemin sembari mendengus, "Baik lo bilang? Ngaca, Bang!" Sahut Minhee juga tak kalah membentak.

Jaemin mendengus, "Hebat lo berani ngelawan gue?!"

"Ya gue emang gak pernah takut sama lo, Sat!!!"

Bugh!

Jaemin menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya, sedangkan Minhee memandangi tangan kirinya dengan pandangan yang sulit di artikan.

"Pukul!" Perintah Jaemin sembari menunjuk wajahnya.

Minhee memalingkan wajahnya ke arah lain.

"Gue perintahin lo buat mukul gue, Minhee!!!" Sentak Jaemin hingga membuat Minhee tersentak, pemuda berambut hitam itu masih terdiam.

"Kenapa di saat gue perintahin lo, lo gak mau seakan gue ngelarang lo?!" Bentak Jaemin lagi.

Minhee menatap Jaemin dengan emosinya yang meletup-letup, ia tidak suka dengan kalimat yang seakan menantang seperti ini. Tetapi sepertinya Jaemin tidak peka akan itu.

Minhee mengangkat tangan kirinya ke udara, namun begitu ia mengayunkannya. Ada tangan lain yang memegang tangannya.

Minhee menoleh, "P-papa?"

Pria paruh baya itu tersenyum, senyum tulus. Minhee dan Jaemin juga sama-sama kebingungan, bahkan pria itu tidak marah seperti biasanya.

"Papa udah gagal ndidik kalian."

****

"Minhee, dasar bocah gak tau terimakasih. Dia kira nunggu sebegitu lamanya itu gak ngebosenin apa?"

[✓] What's Wrong : JaeminheeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang