40

9K 721 61
                                        

"Tuhkan, gitu aja jatoh."

Minhee terdiam sembari memperhatikan Jaemin yang kini mulai meniupi luka yang ada di lututnya, Jaemin nampak membersihkan debu di sekitaran lutut Minhee.

"Bang, kayaknya Minhee bakalan beli sendal baru." Ucap Minhee sembari mengangkat kakinya, Jaemin menghela nafas pasrah begitu sendal yang di pakai adiknya itu jebol parah.

"Iya, ntar gue beliin. Besok-besok kalo jalan hati-hati, jangan tangga juga di tabras. Trus kaki lo gimana?" Tanya Jaemin kebingungan.

Minhee terdiam, menatap Jaemin dengan sorot mata yang sulit di artikan.

"Kenapa enggak abang aja yang obatin? Katanya pengen jadi dokter?"

Jaemin terdiam begitu Minhee menggosok lututnya pelan, luka yang tercipta di sana cukup lebar dan ada bagian tengahnya yang cukup dalam.

"Yaudahlah, yok pulang."

****

"Loh itu kenapa kakinya?"

"Jatoh, Bun. Jaemin kapok, besok-besok Jaemin gak mau ngajakin Minhee pergi ibadah jalan kaki, dia kalo jalan yang dilihatin orang bukan jalannya."

Bunda menghela nafas pelan sembari tersenyum, ia menatap putra Bungsunya yang kini nampak menatap putra sulungnya serius.

"Abang kelamaan, perih nih.." Keluh Minhee sembari menghela nafas beberapa kali.

"Ya sabar." Jawab Jaemin sembari hendak mulai membersihkan luka Minhee dengan alkohol.

"Eh... Gak usah deng, Bang!" Seru Minhee, pemuda itu lalu mendorong tangan Jaemin yang memegang kasa untuk menjauh dari lukanya.

"Loh? Kenapa? Tadi katanya suruh cepet?" Heran Jaemin.

Minhee tersenyum sembari menggeleng, "Perih."

Jaemin menghela nafas pasrah, "Enggak! Cuman dingin doang." Sahut Jaemin, namun si bungsu lagi-lagi menggeleng.

"Ntar infeksi loh." Kata Jaemin.

"Enggak kok dek kalo perih, coba aja dulu. Biar sekalian abang kamu itu belajar gimana cara ngatasin kalo pasien luka ringan, itu yang paling gampang." Jelas Bunda sembari memperhatikan layar televisi.

Jaemin dapat melihat perubahan ekspresi Minhee, entah anak itu takut perih atau apa, tapi yang jelas wajahnya semakin murung.

"Gue pelan-pelan kok." Kata Jaemin lagi, berusaha meyakinkan sang adik.

Minhee memutar bola matanya, lalu memberikan kakinya kepada Jaemin. Jaemin dengan hati-hati membersihkan luka Minhee, tak sekali dua kali Minhee memekik karena pedih.

"Dah siap..." Kata Jaemin begitu ia berhasil melilit lutut Minhee dengan kasa, dan itu nampak sangat rapi.

"Bagus, sekarang adek istirahat aja dulu. Abang juga, biar rileks. Lagipula udah selesai kan ujiannya?" Tanya Bunda sembari tersenyum ke arah kedua putranya.

Keduanyapun mengangguk kompak, Jaemin lalu berdiri. Pemuda itu nampak memperhatikan Minhee yang sedang berusaha memperlihatkan jika dirinya tidak perlu bantuan.

Dan benar, pemuda itu berhasil menaiki anak tangga dengan keadaan kakinya yang kaku. Minhee tak mengindahkan Jaemin yang nampak berdiri di belakangnya, pemuda itu memasuki kamarnya lalu menutup pelan pintunya.

[✓] What's Wrong : JaeminheeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang