"Kakak capek?"
Minhee mengangguk lemah sembari berbaring di atas bangsal di ruangan Bunda, hanya ada dia dan juga Chika. Ia baru saja pulang sekolah.
Chika nampak tersenyum antusias begitu Minhee mengangkat tubuh mungilnya, lalu mendudukkan anak itu tepat di perutnya.
"Ayah Chika mana?" Tanya Minhee sembari merapikan poni yang menutupi wajah anak itu.
Chika tertawa, "Lagi bersih-bersih." Jawab anak itu.
Minhee tersenyum, "Gimana? Chika seneng gak udah ketemu ayah?" Tanya Minhee lagi.
Chika nampak mengangguk semangat, lalu memeluk Minhee dalam posisi berbaring. Minhee terkekeh pelan, rasanya semua rasa lelahnya tadi luntur begitu saja.
"Tapi Chika sedih, Ibu Chika udah gak ada. Padahal... Chika pengen banget ketemu Ibu." Jelas Chika dengan nada suara yang mendadak parau.
Minhee mengelus kepala Chika yang kini berada di atas dadanya, pemuda itu menghela nafas pelan.
"Bundanya Kak Minhee juga Ibunya Chika kok, Chika gak usah sedih..." Lirih Minhee menenangkan.
Chika terdiam, lalu merangkul leher Minhee.
"Kakaknya Kak Minhee ganteng."
Minhee mengerucutkan bibirnya begitu mendengar perkataan Chika, "Jadi? Kak Minhee gak ganteng?" Tanya Minhee menginterupsi.
Chika bangkit duduk, lalu tertawa.
"Gak ada bedanya." Jawabnya.
Minhee terkekeh renyah, "Chika suka ya sama Kak Jaemin?" Goda Minhee.
Chika nampak tersenyum malu-malu, lalu mengangguk pelan.
"Yaelah... Bocil zaman sekarang." Batin Minhee.
"Yaudah... Yok! Kak Minhee bantu ngomong ke Kak Jaemin." Ajak Minhee sembari menatap wajah gadis kecil itu lekat-lekat.
Chika nampak merengek, "Enggak mau! Malu!" Sahut Chika cepat.
Minhee tertawa melihat semburat merah di pipi Chika semakin bertambah.
"Tapi Chika juga sayang sama Kak Minhee." Jelas Chika dengan gamblangnya.
Minhee terdiam sembari menahan senyumnya, sedangkan Chika menatap Minhee heran selagi pemuda itu tidak menyahut.
"Kakak gak sayang sama Chika?" Tanya Chika dengan nada kecewa.
Minhee tertawa, lalu kembali merengkuh gadis itu kepelukannya.
"Sayanglah..." Jawab Minhee gemas.
Chika tertawa antusias, sepertinya anak itu terlanjur nyaman dengan Minhee.
"Kak Kaylee juga sayang sama Chika." Jelas Chika sembari memainkan rambut Minhee yang menutupi setengah jidat pemuda itu.
"Iya dong." Sahut Minhee lagi.
Chika tersenyum, memperlihatkan sederet gigi kecilnya yang tertata rapi.
"Kalo Kak Kaylee sama Kak Minhee sayang sama Chika, Trus Kak Minhee sayang enggak sama Kak Kaylee?" Tanya Chika dengan polosnya.
Minhee tersentak, lalu menatap Chika dengan tatapan blank secara mendadak.
"H-ha?"
****
"Jangan terlalu di paksa... Hirup udara pelan-pelan."
Jaemin menghela nafas pelan, lalu menghirupnya dengan pelan pula. Mata Jaemin kini tertuju pada gadis yang kini berdiri di samping ia berbaring.
KAMU SEDANG MEMBACA
[✓] What's Wrong : Jaeminhee
Fanfiction❝Lo tanya kenapa gue benci banget sama lo?! Okey! Gue benci sama lo, Karena kita lahir dari rahim yang sama!!❞ ˚Start 25.08.19 [END] (Bukan BXB) copyright 2019 by fielitanathh
![[✓] What's Wrong : Jaeminhee](https://img.wattpad.com/cover/198452181-64-k184647.jpg)