30

6.6K 788 136
                                        

Jaemin masih terdiam setelah Papa, Bunda, dan Minhee pulang. Ia terduduk, menunduk dengan dalam, ia pusing dengan segala masalah yang menimpanya kini.

Ingin berbuat apa saja ia tidak tahu.

Jika sudah seperti ini, ia tidak bisa membela diri.

"Kalian bertiga sudah resmi di bebaskan."

Jeno dan Haechan serempak menoleh ke arah Jaemin dengan tatapan gelisah, sedangkan Jaemin hanya terdiam dengan tatapan kosong.

"Enggak pak! Kita mau Jaemin juga di bebasin!" Sahut Jeno cepat, dengan nada yang terlewat tegas.

Jaemin mendongak mendengarnya, lalu menatap Haechan dan Jeno kebingungan.

Polisi itu beralih menatap Jaemin, "Kami tidak bisa membantu, ia resmi di konfirmasi sebagai kaki tangan di sini." Jawab Polisi dengan nada lirih, berusaha menjaga perasaan Jaemin yang sudah hancur lebur.

"Tapi dia gak salah, Pak! Dia yang salah!!" Sahut Haechan sembari menunjuk Reyeok yang masih mempertahankan wajah sok melasnya.

"Udah, Chan. Lo gak sepantesnya gini, lo terima aja kenyataannya. Tinggalin gue di sini!" Tegas Jaemin menyahut.

"Gila lo ya?!" Jeno nampak mematung di tempatnya, ia ingin sekali menampol kepala Jaemin agar anak itu sadar. Namun melihat siratan kebingungan dari wajah Jaemin membuat Jeno memikirkan jalan keluarnya.

Haechan menggigit bibir bawahnya, "Kita harus keluar bareng, Jaem! Katanya kita harus sama-sama terus, kenapa lo mendadak gini sih?" Kesal Haechan dengan nada sebah.

Jaemin menoleh ke arah Haechan dengan tatapan tak suka, membuat Haechan kebingungan.

"Gue gak suka ngulang perkataan gue!" Tegas Jaemin.

Jeno menatap Jaemin dengan pandangan kesal, "Dan gue gak suka sama sifat lo yang mendadak berbalik dari biasanya, Jaemin John!" Sahut Jeno dengan nada tak kalah tegas.

Jaemin mengernyitkan dahinya, menatap Jeno dengan pandangan seolah bermusuhan. Jeno mematung di tempatnya, kenapa anak itu menjadi sensitif ini?

"Gue mau, KALIAN KELUAR DARI SINI SEKARANG!!" Teriak Jaemin dengan nafasnya yang terengah-engah.

Jeno dan Haechan nampak tersentak bukan main, keduanya kebingungan, dan juga emosi.

"Lo mikir gak sih, Bangsat?! Lo udah gak normal sumpah!!" Seru Jeno emosi.

Jaemin berdecih tak suka, membuat Haechan hampir saja melayangkan tonjokannya di pipi mulus pemuda itu.

"Kok malah berantem sih?" Tanya Polisi menengahi, "Kalian nih berantem di kantor polisi loh... Urusannya sama hukum."

Jeno dan Haechan masih terdiam, menatap Jaemin dengan tatapan tidak percaya. Di mata Jaemin hanya ada sisi sorot gelap yang dapat mereka tangkap, sorot yang memancarkan titik kebencian.

"Okey!" Seru Jeno akhirnya, membuat Haechan ikut terkejut. Jeno terpancing emosi.

Jaemin masih terdiam menunggu lanjutan kalimat Jeno.

"Kita pergi, kalo itu mau lo!! Tapi kalo terjadi apa-apa!! Gak usah hubungin kita lagi!!" Bentak Jeno.

Haechan membelakkan matanya tidak percaya, "KALIAN SAMA-SAMA GILA, YA?!!" Teriak Haechan tidak percaya.

"Ya habisnya apa, dia pengen kita pergikan?! Ya udah kita pergi, lagian kita di bebasin juga gak pake biaya, kita di bebasin juga karena bokap dia! Bebas Chan! Dia kan yang buat kita masuk ke dalam sel pernjara!!" Sahut Jeno cepat.

"Jaga omongan lo, Jen!!"

"Akhh... Lo sama aja, Chan!!"

Brak!!

[✓] What's Wrong : JaeminheeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang