BAB IV-[Pangeran Palsu?]

494 47 2
                                        


👑FALLEN LEAVES👑

"Kaisar."

Eum Na bangkit, Beom Jun bantu mendukung punggung Eum Na hingga duduk sempurna. Bagaimana bisa ia dalam pangkuan Kaisar? Oh Tuhan! Demi apa ini semua.

"Hati-hati," suara Kaisar, perhatian.

Eum Na menggigit bibir bawahnya, lagi, ia gugup.

Kaisar membawa Eum Na duduk di bawah pohon bunga sakura, bunga sakura tengah rindangnya berkembang, aromanya seharum bau wangi dari Kaisar yang sekarang duduk di atas akar pohon sakura tua dengannya.

"Terimakasih banyak atas bantuannya, Yang Mulia." Eum Na agak menunduk.

Kaisar memberikan senyum maut, sunggingan yang tenang dan hangat, jantungnya berdegup kencang!

Eum Na mengikuti tatapan Kaisar, ia memandang langit yang tak berbintang. "Bulan kesepian," gumam Kaisar.

Gadis yang sibuk melihati indahnya bunga sakura mengalihkan perhatian pada langit di atas.

"Semesta memeluk bulan, bintang akan segera kembali. Itu hakikatnya," sahut Eum Na.

Kaisar melihat Eum Na yang mengangkat tangan kanannya ke atas. Menyelaraskan tangan kecil itu pada rindangnya bunga sakura.

"Tak memiliki daun ...," komentar Eum Na, kecil sekali.

Kaisar turut mengamati bunga sakura

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kaisar turut mengamati bunga sakura.

"Setelah 60 hari dari hari mereka mekar, sakura akan rontok dan nantinya barulah tumbuh daun. Kau tak tahu?"

Eum Na terperangah dan menggeleng. "Di sukuku, kami hanya tinggal di hutan. Hanya sesekali melihat bunga ini dan selalu ketika mekar, aku tak paham jika mereka akan berdaun."

"Yang Mulia, apa kau baik-baik saja?" tanya Eum Na, melihat langit.

"Ya, kenapa?" Kaisar balik bertanya.

"Hamba pikir, Yang Mulia tengah murung sama seperti redupnya cahaya bulan."

Kaisar tersenyum kecut, teka-tekinya dapat di pahami oleh Eum Na.

"Hidup sebagai Raja tidaklah menyenangkan," beritahu Kaisar.

Eum Na prihatin, Kaisar tengah bersedih.

"Hidup sebagai siapapun, kalau kita mengeluh, tidak akan menyenangkan. Semangat!!" Eum Na tersenyum, mengangkat kedua tangannya, memberi semangat dengan ekspresi lucu.

Kaisar kembali tersenyum, kadang merasa kagum pada Eum Na. Tanpa aba-aba, Kaisar memeluk lembut tubuh yang terasa mungil dalam dekapannya itu. Kaisar memeluk seorang pelayan!! Kyaaa!!

Eum Na tak bisa berkata apa-apa. Dirinya terlalu kaku sekarang karena pelukan tiba-tiba dari Yang Mulia. Rasanya, keringat mengalir di pelipisnya, ia gugup, hatinya berdegup kencang sekarang. Oh tidak! Bisa-bisa Jaisar dapat merasakannya. Ini buruk! Eum Na menutup matanya, mencoba memikirkan hal apa agar ia dapat terlepas dari pelukan Raja ini.

Fallen Leaves | LENGKAP✓ |Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang