BAB XXI - Keping Reruntuhan

162 19 0
                                        


Hidup atas nama kesempatan dan bangkit dari rasa sakit.

.oOo.

Berpasang kaki bergerak mengendap dengan langkah pasti yang cukup cepat dalam kegelapan malam.

Mereka merupakan rombongan misterius yang tak di ketahui bagaimana identitasnya. Di belakang beberapa lagi menyusul, kuda-kuda yang rombongan ini tunggangi sengaja di tinggalkan, entah apa tujuannya.

Tanpa tahu, seorang penduduk yang sedang mencari obat-obatan di tengah hutan melihat kehadiran rombongan ini.

Saat mentari belum benar-benar muncul, sekitar tujuh orang rombongan misterius yang tadi malam mendatangi sebuah desa pun di tangkap oleh penduduk dan orang-orang desa atas laporan seorang warga.

Ke tujuh orang dengan penutup pada wajahnya ini di bawa ke lapangan terbuka dekat rumah pengurus desa.

Sedangkan di Goryeo, seorang mata-mata yang sengaja di taruh pada desa-desa milik Goryeo datang melaporkan kejadian setelah semalam mendapat kabar dari keriuhan yang di akibatkan oleh warga.

Mata-mata di sebarkan ke berbagai desa, mereka di tugaskan setelah banyaknya kejanggalan yang di terjadi di beberapa desa pada kepemimpinan Goryeo.

****

"Rombongan misterius? Cih! Sekarang mereka ada di desa kami, memang benar-benar berani." juru bicara desa Gosak berjalan mengamati satu-persatu orang dengan penutup wajah ini.

"Baiklah."

"Tebas kepala mereka dengan penutup wajah itu, buat mereka mati sebagai pecundang yang bersembunyi." Juru bicara desa Gosak melangkah santai menuju tempat duduk dimana ia bisa menikmati kematian manusia-manusia yang mengusik tempat tinggalnya.

Lalu seorang pria kekar berotot dengan kapak panjang pada tangan kanannya mendatangi lapangan pengeksekusian.

Lapangan ini menjadi saksi bisu beratus kepala yang terpenggal karena di anggap sebagai ancaman bagi desa Gosak.

Ketua dan pengurus desa Gosak memang terkenal bengis tanpa ampun, cukup kejam tanpa ampunan.

Satu kepala jatuh ke tanah. Seperti itulah mereka, sulit sekali mendapat kesempatan hidup jika mereka sudah merasa terancam. Bagai binatang, orang-orang ini memenggal kepala manusia lalu membuangnya begitu saja di lapangan.

Tak heran jika warga tak berani mendatangi lapangan ini meski tempatnya cukup terbuka dan tak ada larangan apapun yang membatasi.

Kepala kedua sudah jatuh tergeletak ke tanah.

Penggalan ketiga tanpa menunggu lama, pria berotot itu sudah membuat ancang-ancang. Tapi pria tinggi di balik penutup wajah ini menarik penutup wajahnya hingga penutup wajah itu lepas.

Seketika pria berotot yang terkenal sebagai pengeksekusi ini tiba-tiba mematung, keringat dingin turun bercucuran, matanya sedikit melebar dan ancang-ancang pemenggalan tadi runtuh. Hampir saja kapak itu melukai kakinya, seolah melihat hantu wajahnya berkeringat dingin.

Juru bicara Gosak berdiri marah, ada apa dengan pengeksekusi hanya karena melihat wajah seorang penjahat pria sangar itu ciut seketika, tidak masuk akal.

Juru bicara berjalan ke depan deretan orang yang di cap sebagai pencundang ini.

"YANG MULIA!" suara itu berdengung di sepanjang lapangan, membangkitkan rasa penasaran dengan suara harapan yang pernah pupus, jantung yang seolah terhenti lalu berdetak kembali.

Pria itu bersujud layaknya seorang hamba pada rajanya.

Sang juru bicara pun sama responnya, tubuh pria itu mendadak gemetar dan jatuh terduduk, lemas, entah itu ungkapan tak percaya atau sebuah ketakutan.

"YANG MULIA HYUNJONG TELAH KEMBALI!!!" seruan penuh suka cita menarik perhatian warga yang berlalu lalang, tanah yang sangat mereka hindari bahkan kini mereka tapaku demi melihat secara langsung kebenaran apa yang tengah semesta perlihatkan.

Beberapa warga lagi memberitakan hal ini ke seluruh penduduk desa lainnya, mereka bahkan rela melepaskan pekerjaan sawah, rumah bahkan kadang masing-masing.

Satu jerit hati rakyat tetdengar menyentuh. "YANG MULIA BENAR-BENAR TIDAK MENINGGALKAN KITA!"

"HIDUP YANG MULIA HYUNJONG!"

Lalu penduduk, pengurus bahkan ketua desa yang berkumpul itupun bersujud tanda hormat di iringi dengan satuan sambutan kedatangan dan tanda hormat rakyat pada raja.

Senyum hari mengukir indah pada wajah rupawannya, mata jernih itu sedikit memerah dengan jantung yang berpacu. Semangat tak hentinya berkobar bahkan semakin berjaya.

Jun.

Masih ingatkah dengannya?

Kaisar Goryeo dengan gelar Kaisar Hyunjong yang berarti kebajikan atau rahmat, Putera sah Raja sebelumnya dengan sang Ratu.

Pria yang di kabarkan meninggal saat perang melawan Yuan. Perang yang di nyatakan sebagai perang duka bagi seluruh rakyat Goryeo. Ia benar-benar nyata berdiri di hadapan rakyat, mengangkat wajah tegas yang sempat di tangisi semua orang bahkan bumi pun bersedih atas berita kepergiannya.

Pemimpin sebuah negeri yang sekarang ada di tangan orang lain telah kembali, ia kini tengah membangun keping reruntuhan negerinya.

Hancur dalam sebuah takdir yang di namakan kematian, lalu hidup atas nama kesempatan, bangkit dari rasa sakit, menatap jauh negeri penuh konspirasi kejam, lalu menyusun rencana besar.

Semua sudah di persiapkan secara matang.
******

"Ampun Yang Mulia, telah di pastikan oleh ketua desa Gosak sendiri jika rombongan yang datang beberapa hari lalu bukanlah rombongan yang selama ini di bicarakan, juga dapat di pastikan dengan mata hamba sendiri."

Mata-mata Goryeo hari ini mencegat para prajurit istana yang akan datang ke Gosak atas perintah Kaisar.

Ia juga memberikan kabar terbaru lalu menyampaikan pendapat setelah menyatakan kabar tadi kalau sebaiknya Goryeo tidak boleh gegabah karena bisa mengakibatkan kesalahpahaman yang fatal dan terjadi hal-hal buruk yang tak di inginkan.

Lalu mata-mata lain pun datang secara kebetulan memberi kabar bahwa  rombongan yang ada di Gosak bukanlah rombongan yang selama ini Goryeo cari, ada satu desa lain yang di curigai akan kedatangan rombongan misterius ini.

"Apa benar seperti itu? Aku merasa agak aneh, " gumam Eum Na setelah mendapat kabar dari pelayan.

Manik cokelat itu kembali fokus pada jahitan bunga plumnya, memikirkan semua hal tentang permasalahan dinasti memang tidak pernah ada habisnya.

☺to  be  continue  ....

NAH LOH!!

Sengaja kubuat pendek part ini, berharap aku bisa konsisten.

Happy eid mubarak bagi umat muslim semua. Walau agak terlambat ngucapin :D

Fallen Leaves | LENGKAP✓ |Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang