👑FALLEN LEAVES👑
"Setiap menyusun harapan, hanya mampu dalam kejapan. Lalu lenyap memupuk asa yang akhirnya terputus."
.
Gadis pelayan itu mengendap-endap ditengah larutnya malam menuju istana Pangeran.
Keinganan hanya satu, menemui Beom Hyuk. Awalnya akan menemui pagi-pagi sekali tadi, tapi tak sempat karena disibukkan dengan pekerjaan. Di istana pun tidak juga bertemu dengan Pangeran, karena tidak sabar menunggu pagi esok akhirnya ia putuskan untuk mengunjungi malam itu untuk membicarakan sesuatu.
Yang pertama kali Eum Na temui adalah pengawal pribadi pangeran Hyuk,.
"Aku ingin bertemu Pangeran malam ini, tolong bangunkan dia, kumohon."
Tapi, sebuah gelengan pelan dari utusan kepercayaan Pangeran Hyuk, Pengawal Choi Kyung Shik, mematahkan semangat Eum Na. Raut muka yang awalnya dibuat seceria mungkin kini berubah mendatar.
"Ada apa??" tentu ia cemas.
Memberikan sebuah surat pada Eum Na.
"Surat dari Putri Beom In? Apa isinya?"
"Bukalah."
"Apa itu tidak lancang?"
"Baca saja, tentu hal ini lancang bagi seorang pelayan yang membaca surat kabar keluarga kerajaan. Tapi, aku akan merahasiakannya sesuai dengan permintaan Pangeran."
"Baiklah." Eum Na membuka surat tersebut. Ia bertanya-tanya ada hal apa hingga dengan surat ini hingga ia perlu melihat isinya.
Setelah ia buka wadah surat itu, Eum Na mendapati kertas berwarna hitam. Apa maksudnya? "Hitam?" yang ia tahu kertas yang biasa di gunakan berwarna coklat muda ringan.
"Sebuah sinyal dari Tuan Puteri."
"Sinyal? Sinyal apa?"
"Dia dalam bahaya," jawab Pengawal Choi.
"Apa?" Eum Na tak menduga.
"Awalnya itu kertas biasa, Tuan Puteri dan Tuan muda belajar tanda isyarat khusus sebagai untuk menghadapi situasi genting seperti sekarang. Tuan Puteri Beom In menyelupkan kertas itu ke dalam tinta hingga berwarna hitam sepenuhnya, sesuatu yang buruk pasti menimpanya. Beberapa waktu terakhir Tuan Puteri memang rajin mengirimkan surat ke Goryeo, hampir tiga mingguan keduanya tak saling berkabar, terlebih banyak konflik kerajaan." Choi Kyung Shik menjelaskan.
"Bukankah kedua negara sudah saling damai dengan aliasi pernikahan?"
Pengawal itu tersenyum kecut. "Posisi permaisuri Lee sudah bergeser di usianya yang masih muda, terlebih ia tak memiliki keturunan dari Kaisar. Tuan Puteri Beom In bisa saja terganggu sebab Puteri Mahkota negeri Baekje naik sebagai Ibu Suri tanpa pewaris. Nyawa Tuan Puteri jelas terancam."
"Jadi ...."
Hari itu, dua orang insan tengah menikmati cantiknya warna oranye langit sore.
Semenjak tahu bahwa ia akan menikah dengan Soo Hyuk, Eum Na seringkali datang ke sungai sendirian. Entah dengan alasana apa pada Soo Hyuk hingga mendapat izin keluar.
"Eum Na-ya, kau benar-benar mau menikah dengan Kaisar?" ciri khas Pangeran Beom Hyuk, menyebut nama Raja begitu saja.
Eum Na menggeleng pelan, ia menolak hal itu. Tentu tidak.
Akan tetap jika saja Kaisar itu Beom Jun, tanpa pikir panjang pasti akan ia setujui.
"Kau mau melarikan diri bersama saya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Fallen Leaves | LENGKAP✓ |
Historical FictionKisah ini berawal dari kalahnya kelompok pemberontak Ruosi dengan Dinasti Goryeo. Atas kekalahan tersebut, kelompok Ruosi harus memberikan upeti kepada Goryeo, berupa harta, uang serta orang-orang Ruosi, termasuk Puteri pemimpin Ruosi atas permintaa...
