BAB XI-[Ia]

255 30 5
                                        


🌜Fallen Leaves🌛

"Tidak sama sekali punya hubungan keluarga dengan orang-orang istana seperti sebuah anugerah."
.

Tabib tua itu keluar dari kamar Jenderal Lee, rutinitas setiap pagi, mengecek Jenderal. Tidak tahu apa yang mau di cek, bajingan itu berbohong pada dunia!

Eum Na mencegat Tabib tua itu diujung lorong-lorong istana Jenderal.

"Tabib Yoo!"

"Ehm, ya?" Sang tabib berhenti.

"Apa yang direncanakan Jenderal?!" Nesa langsung saja menanyakan, ia kesal.

"Maksud Nona?"

"Kenapa Tabib bersekongkol dengan bajingan itu?!" sentak Nesa.

Tabib Yoo mengamati sekitar, sepi, ia menghela nafas kasat, gadis ini benar-benar cari mati.

"Sebaiknya Nona tak perlu mengeluh, anggap saja semua ini tak pernah terjadi."

"Tak kusangka anda memihaknya!" sindir Eum Na.

Tabib itu memangku tangannya dibelakang badan. "Saya tidak mengerti mengapa Yang Mulia Jenderal membiarkanmu hidup, terlebih atas ke tidakterimaanmu ini."

"Tidak perlu membahasku, apa yang direncanakan Jenderal Lee??" Eum Na bersihkeras akan hal itu.

"Saya tidak tahu."

"Tidak tahu, lantas membantunya!" tantang Eum Na.

Tabib itu menghela nafas berat, ia memandang Eum Na sesaat lalu menggeleng pelan. "Saya punya keluarga, anak serta teman. Saya juga punya banyak pasien, tidak mungkin saya mengorbankan mereka karena masalah ini."

"Maksud anda?!" raut muka gadis itu berubah.

"Jenderal Lee berbohong, ia mengancam keluarga saya jika membuka masalah ini. Bisa saja ini masalah besar hingga Jenderal berani membodohi dunia seperti sekarang." Tabib Yoo memberi penjelasan. "Ia tidak segan menghabisi nyawa siapapun."

"Berbaiklah padanya karena ia masih baik padamu," pesan Tabib Yoo.

Bapak tua itu keluar dari istana Jenderal, Eum Na memandanginya sedih. Seberapa menakutkannya Jenderal Lee dimata orang-orang? Eum Na takut pada pria itu karena sifatnya yang brengsek, suka bermain dengan wanita yang bukan miliknya secara sah. 

Eum Na pikir ia bisa mengeluarkan diri dalam masalah ini, awalnya gadis itu hanya curiga akan ada hal buruk yang direncanakan oleh Jenderal. Tapi, setelah mendengar penjelasan dari Tabib Yoo, sepertinya hal ini memang tidak baik. Apa yang harus ia lakukan? Membantupun tak bisa, harus mengadu pada siapa ia? Seseorang yang bisa membantu mengatasi masalah ini, siapa?

Ia tak bisa berpikir baik tentang Jenderal, tidak tahu kenapa.

******

Permaisuri Lee Hong Ae dan Pangeran Beom Yeong diundang oleh menteri Lee untuk makan bersama dengannya.

Permaisuri dan pangeran datang bersamaan, keduanya saling melempar senyum satu sama lain lalu masuk ke dalam ruangan menteri Lee.

Mereka duduk semeja dengan menteri Lee.

"Mari makan dulu," ujar Menteri Lee, keduanya pun mengikuti ajakan bapak paruh baya itu.

Dapat ditebak kalau ketiganya akan membahas suatu hal. Mengetahui cara menteri meminta menyantap makanan terlebih dulu, lantas sesudahnya akan ada hal apa?

"Yang Mulia sudah sampai di area peperangan, bagaimana dengan Jenderal?" Sang menteri memulai pembahasan mereka.

"Menurut tabib, luka Jenderal masih memerlukan waktu serta pengobatan," jawab Permaisuri, ia sempat menemui Tabib Yoo dan menanyakan kabar Lee Soo Hyuk.

Fallen Leaves | LENGKAP✓ |Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang