Entah kenapa seperti daun hijau segar yang mendadak layu.
.oOo.
Gosak.
Kini, di tempat inilah Raja Goryeo sebenarnya berada.
Saat malam mulai menggerayang, para rombongan Jun pun di persilahkan beristirahat pada rumah tamu yang di sediakan pengurus desa.
Beom Jun menyingkap baju hanbok nya hingga memperlihatkan tanda hitam berbentuk daun mapple pada bahu kiri.
Sebagai satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa ia memang benar-benar Beom Jun, Kaisar Goryeo.
Ketua desa Gosak mengatup matanya lega. Dalam ruangan ini mereka lakukan pemeriksaan kebenaran oleh ketua desa Gosak sendiri.
Tanda kelahiran berbentuk daun mapple yang di miliki oleh Beom Jun itu hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui detailnya.
"Kesalahan yang di perbuat Juru bicara kami memang sangat fatal, kami tak akan meminta pengampunan. Tapi, biarkanlah kami mengikutimu Yang Mulia." ketua desa nampak agak menunduk.
Beom Jun pun bersuara, "Saya tak mungkin menghabisi orang-orang yang akan membantu saya."
Ketua desa bersujud atas berkah yang di beri oleh Raja mereka.
"Terimakasih banyak Yang Mulia!"
Beom Jun memegang tangan kanan ketua desa sambil berujar, "Tak perlu begitu formal."
Ketua desa tersenyum seraya mengangkat wajahnya lalu bertanya, "Apa mungkin ada yang bisa saya bantu bersama yang lain, Yang Mulia?"
Beom Jun menatap luar sesaat.
"Bantu saya mengumpulkan lebih banyak orang untuk melengserkan Raja sekarang dan Yuan dari tanah Goryeo."
Desa Gosak sebagai desa yang di segani memiliki banyak koneksi dengan desa juga kelompok kuat lain yang sederajat dengan julukan desa mereka sendiri. Mereka juga cukup memiliki kenalanan yang lumayan, tentu dengan semua hal yang mendukung desa Gosak merupakan pilihan terbaik saat ini untuk di mintai bantuan lebih.
"Saya tentu dengan senang hati untuk membantu Yang Mulia, tapi melawan Yuan ...." ada ragu yang tak mungkin ia hilangkan, karena pengorbanan yang mereka berikan bukan hanya jasa tapi nyawa.
"Apakah mungkin?"
Mengingat Goryeo telah kalah dari Yuan, ini pertimbangan yang cukup besar kalau Goryeo ingin melawan Yuan lagi, apakah bisa?
Dengan mantap hati, Jun mengangguk, matanya tak sedikitpun gentar, penuh dengan semangat.
"Saya mendapat kabar bahwa kondisi Yuan tengah memburuk, ini waktu emas untuk menyerang."
******
Seorang pelayan berlarian mengendong Pangeran Ryeon, pelayan yang lain sudah lebih dulu melaporkan hal yang terjadi pada Pangeran.
Sedangkan Eum Na yang tengah melanjutkan jahitan nya kemarin langsung meninggalkan pekerjaannya dan berlarian menemui sangat anak.
Ryeon pingsan.
Perempuan itu memeluk anaknya, matanya memerah karena cemas. Saat tumbuh dewasa, entah kenapa anaknya lebih mudah sakit.
Eum Na juga sangat berhati-hati terhadap Ryeon, anaknya benar-benar perlu di perhatikan bahkan dalam hal makanan tak bisa sembarangan.
Tabib Ong datang sebagai tabib kerajaan.
Setelah di periksa, Tabib Ong mencoba menenangkan Eum Na dan berkata kalau Ryeon hanya kelelahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fallen Leaves | LENGKAP✓ |
Fiction HistoriqueKisah ini berawal dari kalahnya kelompok pemberontak Ruosi dengan Dinasti Goryeo. Atas kekalahan tersebut, kelompok Ruosi harus memberikan upeti kepada Goryeo, berupa harta, uang serta orang-orang Ruosi, termasuk Puteri pemimpin Ruosi atas permintaa...
