🍁FALLEN LEAVES🍁
"Dia tidak berkhianat pada kita, dia akan di katakan pengkhianat jika tak mematuhi permintaan orang pertama yang ia temui, kita hanya kurang beruntung jadi orang kedua yang di dului."
.oOo.
Eum Na di temani Panglima Song Jae akhirnya sampai di desa Bok Ju. Perempuan itu turun dengan pakaian non formal yang biasa di kenakan orang-orang kebesaran kerajaan.
Benar saja, seperti yang di laporkan oleh Panglima, desa ini hangus dan habis. Bahkan yang ia lihat lebih parah dari yang di bayangkan.
"Dimana mayat yang di temukan?" Eum Na melihat Sung Jae.
Sung Jae pun menunjukkan jalan pada Eum Na.
Bau busuk bercampur angit menyeruak, apalagi ketika Sung Jae membuka jerami penutup jasad.
Kondisi jasad-jasad itu sungguh tidak bisa di ketahui siapa pemiliknya. Eum Na memandang miris, harus bagaimana sekarang?
"Bagaimana dengan desa satu lagi?"
"Kita bisa memeriksa esok hari Mama, Peaha yang menyarankan ini."
Eum Na mengangguk setuju. Jika di lanjutkan hari ini pasti akan kemalaman, lebih berbahaya jika hari sudah menggelap.
Setelah beberapa hari Eum Na pun bisa menyelesaikan peninjauan hari ini.
Pagi itu Permaisuri sudah menyiapkan diri untuk pulang.
Tapi, rombongan Kaisar yang baru saja sampai menghentikan aktivitas Song Jae. Dia hendak menemui Permaisuri untuk memberitahukan kedatangan Kaisar.
"Song Jae!" cegat Kaisar, pria gagah itu turun dari atas kuda berjalan melalui Song Jae, Song Jae pun memberi hormat.
Sementara Eum Na sendiri tengah berdiri memandangi cahaya mentari yang sudah menampakkan diri.
Dari arah belakang Kaisar datang sembari melepas jubah besarnya.
Pria itu menggaetkan jubahnya pada bahu Eum Na sambil berbisik, "Apa kau tak merasakan dingin?"
Perempuan itu menoleh, lalu seulas senyum tipis ia beri sambil memegang jubah pemberian Kaisar.
Ia kembali menatap oranye matahari. "Sekarang terasa hangat."
Soo Hyuk berdiri di sampingnya.
Eum Na bertanya, "Apa Yang Mulia melanjutkan perjalanan di malam hari?"
Soo Hyuk tersenyum dan malah bertanya balik, "Apa ini bentuk perhatian?"
Eum Na diam, Soo Hyuk membuat perasaannya jadi kesal hanya karena laki-laki ini menanyakan hal itu.
"Kami beristirahat beberapa kali dan melanjutkan perjalanan, fajar tadi melanjutkan perjalanan hingga bisa sampai di sini waktu pagi," beritahunya.
Eum Na lantas menawarkan, "Apa Kaisar ingin melihat-lihat? Hamba akan menemani."
"Baiklah."
Kedua suami istri itu pun berjalan-jalan sejenak memeriksa keadaan.
Siangnya setelah melakukan pemeriksaan dan istirahat sebentar, Kaisar yang duduk di samping Permaisuri mendadak menarik pergelangan tangan Sang istri.
"Mari ikut saya." pria itu membawanya berdiri dan berjalan mendekati kuda.
Pria ini menaiki kudanya. Lalu mengulurkan tangan pada Eum Na. Soo Hyuk ingin mengajak Eum Na menunggangi kuda, perempuan itu pun menyambut uluran tangan rajanya dan naik ke belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fallen Leaves | LENGKAP✓ |
Fiksi SejarahKisah ini berawal dari kalahnya kelompok pemberontak Ruosi dengan Dinasti Goryeo. Atas kekalahan tersebut, kelompok Ruosi harus memberikan upeti kepada Goryeo, berupa harta, uang serta orang-orang Ruosi, termasuk Puteri pemimpin Ruosi atas permintaa...
