🌚Fallen Leaves🌞
Kemarin lusa, Kaisar mendapatkan surat berisikan kabar peperangan yang dipimpin oleh Jenderal tertinggi Dinasti Goryeo di perbatasan antara Dinasti Goryeo dan Dinasti Yuan, lapangan terbuka dekat lembah Pongul.
Salah satu prajurit memberikan suratnya kemarin lusa, surat itu dikirim melalui burung merpati sebagai cara tercepat agar kabar sampai ke tangan petinggi kerajaan, semua sempat dibahas oleh Kaisar dan hari ini, mereka kembali merundingkan masalah yang menimpa pasukan Goryeo yang kemungkinan besar akan kalah jika dibiarkan begini terus.
Jenderal yang menjadi pemimpin utama pasukan, serta yang paling paham strategi perang nyatanya terkena serangan musuh dan sekarang tengah sekarat, Jenderal tersebut segera diantarkan pulang oleh kelompok Goryeo atas kesepakatan dengan Panglima perang. Sekarang, yang menangani perang adalah Panglima Perang Goryeo; Park Jisoo. Tapi, setidaknya Panglima juga memerlukan satu lagi pemimpin perang untuk mengatur perang. Pasukan yang perlu diatur terlalu banyak, Panglima tidak mungkin bisa bertahan lama mengatasi masalah yang menimpa pasukan perang Goryeo.
"Waktu semakin sempit," ujar Kaisar, nampak gusar.
Sedangkan pelayan kepercayaannya; Kasim Bang. Tak dapat melakukan apapun, bingung perlu menyarankan apa.
Kasim Bang sempat mengatakan pada Raja, apa tidak sebaiknya mereka menyewa pendekar terbaik dalam negeri ini. Tapi, Yang Mulia menjawab itu akan memakan waktu, terlebih mereka juga perlu mencari ada dibagian negara mana pendekar negeri terbaik bisa didapatkan. Kasim Bang juga mengusulkan saudar laki-laki Raja, tapi Beom Jun berkata dari berbagai kondisi saudaranya, lebih baik untuk saat ini jangan. Padahal situasi tengah genting.
"Saya akan berpartisipasi dalam peperangan kali ini."
Mata Kasim melotot, apa Yang Mulianya tidak memikirkan bahaya? Bukannya meremehkan keahlian pemimpin negeri ini, hanya saja keputusannya terlalu mendadak.
"Kapan Jenderal Soohyuk tiba di istana?" tanyanya.
"Diperkirakan 7 hari baru sampai Yang Mulia, melihat kondisi Jenderal yang tidak mungkin untuk meninggalkan obat, mereka pasti sesekali berhenti ditengah perjalanan. Jika dihitung dari hari dikirimnya merpati, lalu sampainya merpati, sampai sekarang, dapat diperkirakan 3 hari lagi Jenderal sampai."
******
Kabar Beom Jun akan segera berangkat ke tempat peperangan sudah menyebar ke beberapa orang penting kerajaan, termasuk Permaisuri dan saudara Raja sendiri.
Pangeran Beom Hyuk sempat menemui Kakaknya, Pangeran Beom Yeong. Karena Beom Yeonglah yang saat ini bisa diandalkan untuk membantu atau menggatikan Kaisar.
"Kak, kenapa tidak kau saja yang pergi dalam peperangan kali ini?"
"Heh, kenapa harus aku? Lalu apalah gunanya Sang Raja?" ketus, begitulah Beom Yeong; ia punya semacam dendam pada Beom Jun.
"Saat ini, yang sangat pas membantu Kaisar hanya Kau. Pangeran kelima sibuk dengan istrinya, Pangeran ketujuh punya kegiatan dikediaman calon istrinya, Pangeran kedelapan sedang di hutan mencari obat-obatan, keenam, kesembilan dan kesepuluh baru saja kembali dari perang dengan keadaan terluka parah, sedangkan Pangeran ke sebelas, dua belas, tiga belas dan aku? Mana mungkin diperbolehkan mengikuti peperangan," oceh Beom Hyuk, seakan mulutnya tidak lelah berbicara sepanjang lebar itu.
Beom Yeong meludah, berlalu pergi, tidak memerdulikan Sang adik.
******
Malam itu, Song Kang tergesa menemui Eum Na, sebagai pelayan tak tetap permaisuri. Ia mendengar kabar bahwa Kaisar akan pergi berperang, Song Kang khawatir dengan Eum Na. Apalagi resiko peperangan ini sangat besar, gadis itu memikirkan perasaan Eum Na setelah gadis itu menceritakan kisah manisnya dengan Raja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fallen Leaves | LENGKAP✓ |
Historical FictionKisah ini berawal dari kalahnya kelompok pemberontak Ruosi dengan Dinasti Goryeo. Atas kekalahan tersebut, kelompok Ruosi harus memberikan upeti kepada Goryeo, berupa harta, uang serta orang-orang Ruosi, termasuk Puteri pemimpin Ruosi atas permintaa...
