🍃FALLEN LEAVES🍂
Pada akhirnya, hasil lah penentu segala. Untuk apa membuang waktu untuk hal yang tak perlu?
.oOo.
Hari berganti minggu lalu berganti bulan hingga tahunan.
Musim terus saja berlalu, daun-daun yang berjatuhan saat musim gugur, panas terik yang membakar, butiran salju yang menyentuh bumi, bahkan saat bunga-bunga sakura kembali bermekaran di kala musim semi tiba.
Lima tahun sudah Goryeo dalam genggaman Soo Hyuk.
Tahun pertama kepemimpinan penuh konflik akibat takhta yang di jatuhkan padanya. Semua pun terlewati, meski dengan cemas akan adanya serangan lain atas hal-hal menganehkan yang terjadi pada tahun itu.
Tahun kedua dan ketiga, Soo Hyuk tetap waspada sampai ia bosan sendiri dan hidup seperti yang di katakan Eum Na;
"Sesekali tak perlu terlalu risau Yang Mulia, kesehatanmu yang utama untuk terus memimpin."
Banyak hal yang terjadi.
Hong Ae yang tiap tahunnya selalu saja mengukir perkara heboh menggantikan Menteri Tao Cheng yang memperlihatkan peningkatan tak berminatnya mengusik pemerintahan Goryeo setelah pembebasan penjahat tingkat tinggi Goryeo oleh Soo Hyuk, Gae Pyung, yang pernah ada masa dimana ia membuat gempar seluruh wilayah Goryeo karena kejahatan yang mampu memporak-porandakan berbagai negara hanya karena kelicikannya.
Meski Raja membuat keputusan yang berbahaya karena bisa saja mempertaruhkan posisi Kaisar, tapi sampai sekarang kelakuan Gae Pyung masih terbilang di batas aman terkendali.
Gae Pyung sendiri merupakan sosok yang cukup populer di Yuan, orang-orang banyak yang mengutuk Gae Pyung dan memilih untul tidak sama sekali menyebut bahkan mengungkit pria itu, sama halnya di Goryeo.
Semua itu, mana mungkin seorang Jenderal besar seperti Tao Cheng tidak mengerti betapa besar pengaruh Gae Pyung.
Kabar ia telah di bebaskan pun telah merebak hingga negeri tetangga. Tao Cheng juga sudah mendapat peringatan dari Yuan untuk berhati-hati pada orang ini.
Lain halnya dengan Beom Yeong yang sibuk menyusun rencana sendirinya, mengumpulkan pengikut dan berdiskusi agar mendapat pengikut yang lebih banyak lagi dalam istana.
Sementara Ryeon kini telah tumbuh jadi Pangeran yang tampan. Tahun ini ia menginjak usia enam tahun, di sarankan oleh Ibu Suri kalau Eum Na perlu menuntun Ryeon dalam banyak hal.
Lalu Pangeran Beom Hyuk yang kembali dari Baekje juga tak memberikan pertanda apapun. Beberapa tahun ini ia hanya sibuk mencari rumah peristirahatan. Hyuk bilang untuk menenangkan diri, tapi dari banyaknya pilihan sampai saat ini pria itu belum kunjung memutuskan.
Sampai bila siang itu Soo Hyuk menarik diri dari pemandangan danau.
"Permaisuri belum kembali?" tanyanya.
Prajurit yang mengawal pun menunduk hormat sambil menjawab, "Ya, Yang Mulia."
Soo Hyuk menaruh kedua tangannya ke belakang lalu berjalan kembali ke istana.
Eum Na, sang Ratu Goryeo sekarang tengah berada bersama Hyuk. Atas persetujuan Raja, perempuan itupun pergi dengan Pangeran Hyuk atas ajakan pemuda itu.
Semua ini setelah langit sore beberapa bulan lalu, Eum Na melihat Hyuk dengan papan lukisnya serta kertas-kertas berisi lukisan indah yang berserakan di atas meja kecil.
Ada sekitar 10 lukisan pada kertas yang berbeda. Eum Na pun duduk memerhatikan satu-persatu torehan tinta tersebut, benar-benar bakat yang memanjakan mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fallen Leaves | LENGKAP✓ |
Historical FictionKisah ini berawal dari kalahnya kelompok pemberontak Ruosi dengan Dinasti Goryeo. Atas kekalahan tersebut, kelompok Ruosi harus memberikan upeti kepada Goryeo, berupa harta, uang serta orang-orang Ruosi, termasuk Puteri pemimpin Ruosi atas permintaa...
