BAB XXXX - Pengembara

376 25 11
                                        

Kisah kita tak benar-benar berakhir, hanya saja untuk kali ini, cukupkan disini.

- Fallen Leaves -

.oOo.

FALLEN LEAVES EPILOG.

Salah satu desa pelosok dikaki gunung yang masih masuk dalam kekuasaan Yuan nampak ramai kali ini, termasuk pasar desa ini yang terletak jauh disebelah barat pusat kota, tempat ini sangat penuh terisi oleh rakyat meski masuk pelosok.

Banyak sekali para pedagang yang menjual aksesoris untuk pesta rakyat esok lusa, pesta rakyat diadakan atas rasa syukur dan berbagi kebahagiaan untuk rakyat karena pemimpin desa akhirnya melahirkan calon penerusnya setelah sekian lama. Pesta rakyat ini tentu diadakan oleh pemimpin desa tersebut.

Diantara pohon-pohon pinus yang tumbuh subur tinggi menjulang, disela-sela jalan setapak yang semula hanya disambangi angin sepoi-sepoi, akhirnya terdengar suara langkah kaki kuda memecah hening, pacuan yang melesat cukup tenang dan bersahabat, lewatlah tiga orang berkuda dijalan itu.

Dari arah punggung nampak seorang pria dewasa, perempuan dewasa dan seorang anak laki-laki yang menunggangi kuda muda.

Mereka adalah Lee Soohyuk, Lee Eum Na dan Lee Iseul. Keluarga kecil Lee yang baru satu tahunan ini melaksanakan rencana menggembara yang sempat mereka bicarakan tiga tahun lalu.

Saat usia Iseul telah mencapai sembilan tahun, keduanya sepakat untuk menunaikan cita-cita Soohyuk dimana mereka akan hidup menggembara dan bertemu hal baru sepanjang perjalanan hidup keluarga kecil itu.

"Yi Eum Na, apa kamu bersedia menjadi bagian utuh hidup saya?"

Keduanya kala itu tengah terduduk diatas bebatuan besar yang tergeletak begitu saja akibat dari reruntuhan tebing disebelahnya.

Padang hijau yang luas hanya menampilkan langit yang luas pula.

Dua pasang mata itu untuk beberapa waktu bertemu. Lalu salah satu mata mengerjap, Eum Na berujar, "Saya bersedia menjadi seorang Lee Eum Na untuk seterus dan selamanya." ia tersenyum mengatakan itu.

Ia paham betapa sudah jatuh cinta dirinya pada pria ini. Mungkin Soohyuk bukanlah sosok sesempurna Jun, pertemuan Eum Na dengan pria ini diawali kebencian dan berakibat penderitaan. Sedangkan ia dengan Jun dipertemukan seakan Jun adalah penyelamat hidupnya. Tapi kehidupan mematikan diistana sesungguhnya tak dapat ia terima dengan seluruh jiwa dan raga. Kemewahan yang membawa tiap kematian, kepergian demi kepergian orang-orang didekatnya membuat Eum Na berpikir jika istana bukanlah tempat yang tepat untuknya berlindung, tempat untuk anaknya tumbuh dan pulang. Pada titik ini Eum Na dan Jun benar-benar bertolak belakang. Sedangkan Eum Na dan Soohyuk sesungguhnya sejalan.

Eum Na juga tak pernah marah atas anak yang lahir karena perbuatan bejat Soohyuk, baginya Ryeon adalah anugerah yang selalu menguatkan dan membuatnya bertahan untuk terus menjalani hidup.

Lee Soohyuk termasuk salah seorang yang mengisi sekaligus mengikat kehidupan Eum Na.

Dua putera yang terlahir dari rahim Eum Na, ikatan sah yang menghubungkan Eum Na pada Soohyuk serta kehidupan penuh damai yang Eum Na inginkan.

Semua itu hanya Eum Na miliki jika itu Soohyuk.

Pria itu, suaminya. Orang yang ia jatuhi cinta. Lee Soohyuk. Raja dalam hidup permaisurinya.

Lee Soohyuk memeluk sang istri, memiliki perempuan ini sudah lebih dari cukup untuknya. Perempuan yang selalu menerima dan tak sekalipun memaksa dirinya untuk menjadi lebih, sosok Eum Na seakan memberi cahaya baru pada kehidupan Soohyuk yang penuh kukungan sang Ibu.

Fallen Leaves | LENGKAP✓ |Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang