Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

(30) 'April'

29.2K 3.2K 544
                                        

Pandji mengenakan setelan semi formal walau sedang cuti. Kacamata baca menghiasi hidung mancungnya, mengurangi kesan brengsek alami yang terukir pada setiap lekuk wajahnya. Ia juga telah memangkas rambut lebih pendek dan ditata rapi menggunakan gel.

Sekali lagi ia memeriksa penampilannya di kaca spion, cukup yakin jika dirinya terlihat sopan seperti insan berpendidikan, yang jauh dari kata mesum dan genit, karena hari ini ia menjadi dosen.

Dengan terpaksa ia melakukan ini. Mendatangi rumah orang tua Airin sebagai perwakilan dari kampusnya. Ia diterima oleh pria paruh baya yang Pandji tebak adalah ayah Airin. Pria itu cukup jangkung di usianya yang tidak lagi muda, Pandji menyimpulkan kecantikan Airin didapat dari sang ayah.

Tangan Pandji berkeringat dingin begitu dipersilakan masuk. Bagaimana tidak, ia sedang duduk di hadapan orang tua dari gadis yang ia renggut keperawanannya, ia gauli layaknya pasangan suami istri, bahkan dengan sengaja ia hamili. Andai mereka tahu, kecil kemungkinan Pandji bisa pulang ke rumah dalam keadaan utuh.

Ketika istri Danarhadi memperhatikan wajah Pandji dengan terang - terangan, ia berdoa semoga tampilannya jauh berbeda dari pemeran pria di video mesum putri mereka—itu pun jika mereka tahu skandal video itu, tapi semoga saja tidak.

Pandji sudah mempersiapkan skenario kedatangannya, yakni mempertanyakan kelanjutan wisuda Airin yang seharusnya akan dilaksanakan beberapa hari lagi.

"Memangnya dia kuliah?" tanya Danarhadi takjub.

Kemudian mereka menceritakan sedikit masalah keluarga yang menimpa anak perempuan mereka dengan menutupi banyak sekali fakta yang mereka sebut dengan aib keluarga. Mereka hanya berkata bahwa Airin menghindari perjodohan padahal ia tidak dipaksa. Mereka juga mengatakan bahwa Airin berusaha menghindari kakak laki - lakinya setiap kali Mario berkunjung ke sana.

"Terakhir, dia menghubungi kami beberapa bulan yang lalu. Dan ketakutan kami terbukti. Dia berada dalam kesulitan dan meminta bantuan kami. Akan tetapi dia benar - benar menjadi aib dan saat itu kami sulit menerimanya. Jadi dia meminta maaf lantas menghilang. Sejujurnya kami menyesal, sekarang sulit untuk menghubunginya."

Tubuh Pandji menegang, "ada masalah apa, Pak? Mungkin saya bisa bantu, toh Airin adalah anak didik kami juga, sebagai pihak kampus kami merasa peduli."

Tapi pria tua itu terdiam dan kemudian menggeleng, "kami tidak bisa menceritakannya, Pak dosen. Hanya saja andai dia menemui Pak dosen suatu hari nanti, tolong nasihati dia, suruh dia pulang. Walau kepulangannya seperti mencoreng kotoran di wajah kami, dengan lapang dada kami terima. Dia anak perempuan kami satu - satunya."

Ia tak dapat menjanjikan hal manis pada orang tua Airin. Andai Pandji bisa, ia ingin membawa Airin pulang untuk dirinya sendiri. Pandji pamit dan pulang dengan tangan hampa dan perasaan campur aduk, hancur salah satunya. Ia semakin yakin perut Airin berusia tujuh bulan, ia menyimpulkan gadis itu tidak diterima orang tuanya ketika mencoba jujur dan meminta pertolongan atas apa yang terjadi pada dirinya.

Tapi bagaimana jika ternyata Airin nekat melakukan aborsi karena ditolak keluarganya? Untuk sementara Pandji enggan memikirkan itu walau sebenarnya ia tidak bisa menyalahkan Airin jika melakukan aborsi, toh situasinya berat. Tadinya ia pikir bisa menyelesaikan urusan Kartika lebih cepat, ia pikir masih bisa mengawasi Airin dan memberinya bantuan setiap bulan, tapi nyatanya semua jadi runyam.

***

"Saya titip ini, mohon doanya untuk calon bayi saya ya, Bu. Usia kandungannya sudah tujuh bulan." Airin menyodorkan amplop putih berisi beberapa lembar uang yang ia kumpulkan dengan cermat setelah menabung untuk biaya persalinan dan perlengkapan bayi.

Saat pengurus panti asuhan membuka amplopnya, Airin menambahkan, "jumlahnya memang tidak banyak, Bu."

"Kenapa tidak diadakan acara tujuh bulanan saja, Bu?" tanya pengurus panti dengan ramah, "kami juga bisa menyelenggarakan, jadi Ibu hanya perlu menyumbang dana saja."

Romantic RhapsodyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang