Kini semua berkumpul di aula karna perkara Ali dan Daehwi.
"Kalian telah melanggar peraturan istana dan kalian terkena hukuman cambuk 100 kali, di keluarkan secara tidak hormat dari istana,dan akan di asingkan dari negri Dugu." Ucap Hawrang.
Sedangkan Prilly hanya diam kecewa.
Perdana mentri Penasihat hukum pun maju dan berlutut.
"Tolong maafkan putra saya yang mulia, dia sedang khilaf." Ucap Sinatra.
Prilly pun hanya diam.
Sedangkan perdana mentri sipil menampar Daehwi dengan sangat keras.
"Anak tidak tahu diuntung! Bikin malu keluarga saja! Aku tidak akan menganggapmu sebagai anak lagi pergi!" Ucap Perdana mentri sipil.
Daehwi pun hanya menangis.
"Yang mulia ini adalah kesalah pahaman saya mohon dengarkan penjelasan saya." Ucap Ali.
Prilly pun menatap wajah Ali yang sendu.
"Cukup, bawa mereka pergi." Ucap Prilly lalu pergi dari aula.
"Bawa mereka keruang bawah tanah untuk melakukan cambuk." Ucap Hawrang.
Lalu Ali dan Daehwi pun diikat di ruang bawah tanah persiapan untuk di cambuk.
"Jendral Alinskie, kamu seorang Jendral mengapa bisa masuk kesini lagi." Ucap pelayan ruangan bawah tanah.
Ali pun hanya diam.
Lalu cambukan pun di mulai.
PLAKKK
"Arghhhh."
PLAKKK
"Arghhhh."
PLAKKK
Pintu ruangan bawah tanah pun terbuka Prilly pun masuk.
"Lepaskan mereka, bawa mereka pergi dari Negri Dugu aku tidak ingin mereka berlama lama disini." Ucap Prilly lalu pergi.
Sebenarnya mulut dan hatinya berbeda mulutnya bisa berkata seperti itu tetapi hatinya sangat tidak tega melihat orang yang dia cintai menderita, Prilly telah menyadari bahwa dia telah mencintai Ali, meskipun Ali salah tetapi tetap saja dia tidak akan tega bila Ali terluka.
---
Prilly pun termenung di ruangan koleksi sepatunya.
"Hanya kalian yang setia membuatku bahagia." Ucap Prilly.
Hawrang pun masuk dengan hati hati karna dia tahu suasana hati Ratunya sangatlah tidak baik.
"Yang mulia." Ucap Hawrang.
"Ada apa?" Tanya Prilly.
"Jendral Alinskie dan Daehwi sudah tidak ada di negri Dugu lagi dan mereka sudah berada di Kanon." Ucap Hawrang.
"Oh." Ucap Prilly melihat kembali sepatunya.
"Apa yang mulia membutuhkan bantuan?" Tanya Hawrang.
"Jangan ganggu aku dulu." Ucap Prilly.
"Baik yang mulia." Ucap Hawrang menunduk hormat lalu pergi.
Hati Prilly sebenarnya sangat gelisah saat tahu Ali sudah berada di Kanon, karna dia tahu betul Kanon tempat yang sangat terpencil dan juga banyak hewan buas yang berkeliaran dan sangat susah mencari bahan makanan.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Legend Of Queen Sillapatra.
Romance"Mengapa dia selalu berlaku sesuka hatinya?" -Alinskie Yutta. "Aku adalah Ratu, akulah yang berkuasa di Negri ini." -Prillysie Dilraba Sillapatra. Prillysie Dilraba Sillapatra adalah satu satunya seorang Ratu muda yang berusia 20 tahun sudah memimpi...