special part.

3K 326 57
                                    

Prilly pun ingin turun dari ranjang tidurnya tetapi Ali menahannya.

"Tunggu! Jangan menyentuh lantai! Kamu tidak boleh berjalan!" Ucap Ali.

Prilly pun menghela nafasnya, Ali berubah menjadi overprotektif semenjak dia hamil.

"Aku sudah seminggu berada di dalam kamar dan tidak boleh keluar, aku sangat bosan." Ucap Prilly.

"Kamu mau keluar?" Tanya Ali.

Prilly pun mengangguk.

"Pengawal bawa tandu!" Ucap Ali.

Prilly pun terkejut.

"Pakai tandu? Yang benar saja! Aku tidak sakit!" Ucap Prilly kesal.

"Aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu, pokoknya kakimu tidak boleh menyentuh tanah sedikit pun." Ucap Ali.

"Terserahmu!" Ucap Prilly melipat kedua tangannya di depan dada.

Dan benar saja Prilly keluar di bopong pakai tandu oleh para pengawal membuat Prilly malu bukan main dilihat oleh para pelayan istana.

"Berhenti!" Ucap Prilly.

Pengawal pun berhenti melangkah.

"Turunkan aku!" Ucap Prilly.

"Tidak bisa Ratu nanti kami di pecat oleh Raja Alinskie."

"Hey! Aku ini masih Ratumu, aku juga bisa memecat kalian bila tidak menuruti perintahku!" Ucap Prilly.

Pengawal pun langsung menurunkan tandu Prilly,dan Prilly pun langsung berdiri.

"Aku jadi hampir lupa bagaimana cara berjalan." Ucap Prilly kesal.

Hawrang dan Zeus pun menghampiri Prilly.

"Ratu bagaimana anda bisa berada di luar?" Tanya Hawrang.

"Saya sudah seminggu tidak bisa bertemu anda." Ucap Zeus.

"Memang aku juga hampir gila hanya berada di dalam kamar saja." Ucap Prilly.

"Raja Alinskie sedikit agak berlebihan." Ucap Hawrang.

"Raja Alinskie seperti itu karena dia sangat trauma dengan kejadian kemarin jadi wajar saja apalagi sekarang Ratu Sillapatra tengah hamil." Ucap Zeus.

"Tetapi ini sangat berlebihan." Ucap Prilly.

Ali pun datang dengan para pengawalnya dengan cepat dan langsung menggendong Prilly.

"Kenapa kamu menyentuh tanah? Aku sudah bilang jangan pernah turun dari tandu aku tidak mau sampai kamu tergelincir atau terjadi sesuatu yang buruk kepadamu." Ucap Ali.

"Alinskie turunkan aku." Ucap Prilly.

"Tidak akan." Ucap Ali.

"Alinskie kamu sangat berlebihan, aku tidak pantas kamu perlakukan seperti ini, aku sudah terbiasa melakukan apapun sendiri!" Ucap Prilly kesal.

Melihat kekesalan Prilly Ali pun langsung menurunkan Prilly.

"Apakah aku berlebihan?" Tanya Ali.

"Iya sangat berlebihan!" Ucap Prilly.

"Maaf aku hanya ingin menjaga dan melindungimu dan anak kita." Ucap Ali.

"Alinskie kamu boleh menjaga dan melindungi Prilly tetapi jangan berlebihan seperti itu, kasihan Prilly tidak nyaman." Ucap Naya.

"Baiklah, aku tidak akan berlebihan seperti ini lagi." Ucap Ali.

"Bagus, aku sedang ngidam sekarang." Ucap Prilly tersenyum.

"Ngidam apa? Katakan kepadaku aku akan menurutinya." Ucap Ali sumringah dan menggenggam tangan Prilly.

"Benarkah?" Tanya Prilly.

"Iya katakan padaku, aku akan megabulkannya." Ucap Ali.

"Aku ingin malam ini tidur pinggir sungai dan besok malam di goa." Ucap Prilly tersenyum.

Membuat semua melongo.

"Tidak bisa!" Ucap Ali.

Membuat senyum Prilly memudar.

"Bukankah kamu tadi bilang bahwa akan menuruti semua permintaanku?!" Ucap Prilly kesal.

"Ya tetapi tidak dengan permintaan satu itu!" Ucap Ali.

"Jadi kamu tidak mau menurutinya?" Tanya Prilly.

"Tentu saja tidak." Ucap Ali.

"Aku benci padamu! Jangan temui aku!" Ucap Prilly lalu pergi.

Ali pun melongo melihat kepergian Prilly.

"Alinskie, seharusnya kamu turuti saja kemauan istrimu." Ucap Sinatra.

"Iya itu karena bawaan bayi, sudah nanti kita akan membuat tenda di pinggir sungai dan goa." Ucap Naya.

"Tetapi sangat berbahaya bila bermalam di tempat seperti itu." Ucap Ali.

"Bawa saja beberapa pengawal Raja Alinskie, mereka bisa dihandalkan." Ucap Zeus.

"Lalu aku harus bagaimana?" Tanya Ali.

"Kejar dia dan bilang kalau kamu akan menuruti permintaannya." Ucap Naya.

"Baiklah." Ucap Ali lalu mengejar Prilly.

Skip.

Kini semua sedang berada di sebuah Aula sedang makan bersama, Ali pun datang dengan wajah frustasinya.

"Kenapa wajahmu seperti itu? Bagaimana apakah kalian sudah berbaikkan?" Tanya Naya.

Ali pun hanya diam.

"Apakah Ratu Sillapatra masih marah kepada anda Raja Alinskie?" Tanya Hawrang.

"Bukan seperti itu." Ucap Ali.

"Lalu mengapa?" Tanya Sinatra.

"Aku baru saja berbaikan dengannya, tetapi yang membuatku frustasi adalah dia ingin ke sana menggunakan UFO." Ucap Ali frustasi.

Membuat semuanya melongo.

Hayyyy I'm back gaesss sorry kalo lama yasss inilah special partnya aku buat untuk kalian semua dan aku akan membuat beberapa special part untuk cerita ini so wait yesss💕

The Legend Of Queen Sillapatra.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang