Dengan setia Daehwi pun sudah beberapa hari ini merawat Ali dengan sangat baik.
Sedangkan Prilly belum sama sekali mengunjunginya,ntah kenapa gadis itu belum mengunjunginya membuat hati Ali menjadi resah sendiri.
"Alinskie, diminum dulu obatnya." Ucap Daehwi.
Ali pun meminum obat yang di berikan oleh Daehwi.
"Alinskie, semoga kamu cepat sembuh ya." Ucap Daehwi tersenyum.
"Terima kasih." Ucap Ali.
---
Kini Prilly telah berada di ruangannya memejamkan matanya memikirkan nasib lelaki yang di cintainya karna sampai saat ini dia belum menemukan Jantung bergolongan darah RH-null itu.
Hawrang dan Zeus pun masuk.
"Yang mulia." Ucap keduanya menunduk hormat.
Prilly pun membuka matanya.
"Apa kalian membawa kabar baik?" Tanya Prilly.
"Tidak yang mulia,kami masih belum menemukannya." Ucap Zeus.
Prilly pun menghela nafasnya nerat.
"Waktu semakin hari semakin berjalan, tapi kita masih belum menemukan jantung itu." Ucap Prilly.
"Yang mulia anda tidak menjenguk Jendral Alinskie?" Ucap Hawrang.
Prilly pun menggeleng lemah.
"Aku tidak bisa melihat dia dengan kondisi seperti itu." Ucap Prilly.
"Yang Mulia Jendral Alinskie membutuhkan anda." Ucap Zeus.
"Aku akan mengunjunginya bila jantung itu sudah ada." Ucap Prilly.
"Tetapi Jendral Alinskie beberapa hari ini di rawat oleh Daehwi." Ucap Hawrang memancing Prilly.
Membuat mata Prilly melotot.
"Kenapa kamu tidak memberitahuku?!" Ucap Prilly.
"Karna akhir-akhir ini anda sangat sibuk yang mulia." Ucap Hawrang.
Benar dia akhir akhir ini memang sangat sibuk dengan urusan Negri hingga dia tidak memperhatikan keadaan Ali.
"Kita kesana sekarang." Ucap Prilly lalu pergi.
Diikuti oleh Zeus dan Hawrang.
Mereka menggunakan kereta kuda menuju ke kediaman Alinskie.
Saat telah sampai Zeus dan Hawrang pun turun melihat kondisi di depan kediaman Alinskie sangatlah ramai karna Ratu Sillapatra datang dan Zeus menyuruh para pelayan istana untuk berdiri berjejer di depan pintu agar Prilly bisa masuk dengan aman.
Prilly pun turun dari kereta kudanya di bantu oleh Hawrang.
"Yang mulia." Ucap Perdana mentri penasihat hukum Sinatra menunduk hormat.
"Terima kasih anda sudah mau berkunjung ke kediaman kami." Ucap Naya.
Prilly pun tersenyum.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Legend Of Queen Sillapatra.
Romance"Mengapa dia selalu berlaku sesuka hatinya?" -Alinskie Yutta. "Aku adalah Ratu, akulah yang berkuasa di Negri ini." -Prillysie Dilraba Sillapatra. Prillysie Dilraba Sillapatra adalah satu satunya seorang Ratu muda yang berusia 20 tahun sudah memimpi...