Pagi hari pun tiba, matahari yang diam-diam menyelinap melalui kaca jendela kamar, embun pagi yang memenuhi sekitar jendela, kicauan burung yang sangat merdu, dan bau tanah yang subur, sungguh perpaduan yang membuat pagiku menjadi indah. Vitamin setiap kali aku bangun.
Kamarku unik, kamar ini memang tak terlalu luas, tapi satu hal yang kusuka dari kamarku ini. Ada satu sisi dari kamar ini yang tidak memiliki dinding, sisi sebelah selatan, dengan arti lain, kamarku memiliki halaman luasnya sendiri. Halaman tersebut tidak terhubung dengan tempat atau ruangan lain di rumah ini, halaman itu benar-benar khusus. Tentu saja halaman itu tak memiliki atap, agar aku bisa menikmati teriknya matahari dan menikmati air segar yang turun saat hujan. Tidak ada seorang yang bisa melihatku, karena semua sisi halaman tersebut adalah dinding. Dari halaman itulah, bau tanah yang subur di pagi hari dan kicauan burung bisa terdengar jelas.
Aku berjalan sebentar menyusuri taman seluas 4×4 meter tersebut. Dengan memakai piyama putih aku menikmati pagi ini, hingga aku tersadar bahwa hari ini aku memiliki urusan yang lebih penting.
Aku segara bergegas mandi dan menyiapkan diriku, tak butuh waktu lama untukku selesai. Aku hanya memakai pakaian casual. Aku segera turun, dan menyiapkan sarapan untuk Kelvin. Mermaid?? Saat orang tuaku tidak ada di rumah, aku meliburkan para mermaid. Aku sebenarnya tidak suka mereka bekerja terlalu keras, dan juga mereka selalu mengganggu istirahatku. Sebentar-sebentar mereka masuk menanyakan baju yang ingin dicuci, sebentar-sebentar mereka masuk ingin membersihkan kamarku, sebentar-sebentar mereka masuk menanyakan apakah aku ada acara hari itu, dan lainnya.
Mereka memang membantu, tapi kalau keadaannya seperti itu, aku bukannya terbantu malah terganggu. Aku benar-benar tidak memiliki waktu untuk tidur siang saat mereka berada di sini.
Setelah aku menyiapkan sarapan buat Kelvin aku membangunkannya. Kelvin adalah tipe orang yang susah tidur malam, dan selalu tidur pagi, tetapi bagusnya dia bukan tipe yang susah di bangunkan. Hanya segali memanggil dan menepuk badannya ia langsung terbangun.
"Aku ada urusan di luar. Sarapan ada di bawah, dan katanya kamu ada kegiatan di kampus, cepat gerak," kataku.
"Hoammmm......... Makasih Jes." Kelvin langsung berdiri dan pergi ke toilet untuk mencuci mukanya. Lalu mengekor padaku dan turun kebawah.
Sesampainya di bawah, ia langsung makan. Aku pamit padanya, dan langsung pergi. Aku ingin bertemu dengan Gabriel. Dia menyuruhku pergi ke perbatasan kota bagian selatan. Aku tinggal di pertengahan kota. Di kota ini tidak memiliki kendaraan pribadi, semuanya adalah kendaraan umum, seperti subway, bis, kereta bawah tanah, dan lainnya. Kebanyakan penduduk kota ini berjalan kaki untuk melakukan aktivitasnya.
Untuk ke perbatasan kota bagian selatan aku harus menaiki subway dan turun di pemberhentian terakhir. Tentu saja itu tidak memakan waktu yang lama. Sesampainya disana, aku mencari cafe Silver, saat menemukannya aku pun masuk dan mencari Gabriel.
Gabriel melambaikan tangan kepadaku, aku melihatnya dan menuju ke meja yang ia tempati. Aku duduk dan memesan minuman, secangkir kopi mochacino.
"Hari ini sedikit dingin, tidak seperti biasanya." Aku menggesekan kedua telapak tanganku secara bersamaan agar hangat. Sebelum aku ke sini, aku melihat suhu udara mencapai 20°C, sungguh suhu yang dingin.
"Mengapa kau memanggil ku kesini Jess?" tanya Gabriel memecah keheningan.
"Oh... Itu," aku diam sejenak.
TBC
|
|
|
??
??
??
So ya, see ya✨
KAMU SEDANG MEMBACA
BARCODE [Completed]
Mystery / ThrillerKamipun memulai perjalanan kami. Memulai petualangan kami. Saat aku melakukan ini, apakah aku memiliki keraguan? Ketakutan? Resah? Tentu saja. Saat kami masuk kejalan raya, semua emosi itu berkecamuk. Dan sekali lagi aku memikirkan tentang Barcode...
![BARCODE [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/203737488-64-k532636.jpg)