Saat aku berada di dapur bersama Rinn, aku mengumpulkan keberanianku dan bertanya semuanya ke Rinn.
"Rinn." Rinn menatapku dengan dalam.
"Kenapa?" jawabnya.
"Kamu tahu tentang kematian Kelvin kan?" Pertanyaanku tidak mengubah raut wajah Rinn dari sebelumnya.
"Kenapa kamu bertanya?" Rinn bertanya balik.
"Tentu saja aku ingin mengetahuinya. Dia adalah adikku, aku pantas tahu semuanya!" jawabku tegas.
"Kelvin adalah orang yang terpilih." Rinn bangkit dan menuangkan air minum ke sebuah gelas lalu meminumnya.
"Maksud kamu?" Aku bingung dengan pernyataan yang diberikan oleh Rinn.
"Kamu tahu semuanya Jess. Kamulah orang yang paling berbeda di sini. Kamu tahu semua sejarah dan kepercayaan di negeri ini. Harusnya kamu mengingat itu." Rinn terlihat pasrah menjelaskan hal itu. Tapi, apa yang ia katakan tidaklah menjawab pertanyaan awalku kepadanya.
Tapi aku juga sedikit penasaran dengan pernyataan yang dilanturkan oleh Rinn, sahabat ku ini. Sebenarnya kenapa dia mengatakn hal itu.
"Bagaimana bisa aku mengetahui sesuatu yang tidak ku ketahui Rinn. Jangan bertele-tele. Katakan saja intinya." Rinn kembali duduk.
"Kamu pernah kecelakaan Jess. Dan kamu melupakan semua ingatanmu, secara permanen. Kamu mengalami kecelakaan saat berumur 8 tahun. Kecelakaan itu adalah kecelakaan yang menggemparkan Belanda, dan semua rakyat Belanda percaya kau telah meninggal," Rinn berhenti sejenak.
Aku kaget mendengar hal itu, aku berusaha mengingat, tapi tentu saja itu adalah hal terbodoh yang kulakukan, padahal Rinn mengatakan aku kehilangan ingatanku secara permanen. Yang tentu saja, aku tidak akan mengingat apapun lagi tentang masa kecilku yang bahagia di Belanda. Tanah kelahiranku.
Setelah selesai mengatur pernafasannya, Rinn mengambil aba-aba untuk memulai lagi. "Tetapi, kisahnya tak seperti itu. Setelah kau kecelakaan, kau di pindahkan kesini, tanah leluhur ibumu. Negeri dimana ibumu dibesarkan, mungkin cerita ini sudah kau dengar dari ibumu."
"Kenapa aku harus di bawah kesini, kenapa anggota kerajaan tidak mengungkapkan kebenaranya bahwa aku masih hidup?" tanyaku sedikit sedih.
"Jess, kau melupakan segalanya. Dan kau menjadi orang lain yang tak dikenali oleh anggtota kerajaan, dan tentu saja itu akan berdampak. Masa seorang putri yang melupakan jati dirinya masih pantas untuk mengambil peran di kerajaan. Itu hukum kerajaan Jess. Dan yah, mungkin kamu sudah tahu sekarang, mengapa yang mulia Barend belum di berikan hak untuk menduduki tahta. Padahal semua syarat untuk yang mulia raja Netherland sudah terpenuhi untuk turun dari tahta dan meneruskannya ke yang mulia Barend. Maaf jess, tapi itu benar, itu semua karena kamu." Rinn menundukkan pandanganya merasa bersalah menceritakannya.
"Haha.....karena aku. Tapi mengapa mereka tidak memberitahuku, tentang kecelakaan ku? Bahkan tentang ayahku."
"Mereka pernah mencobanya Jess, kalo tidak salah saat itu kamu masih sedikit terluka. Dan mereka mencoba memberitahumu, tapi kau membuat ilustrasi sendiri tentang dirimu di Netherland. Dan setiap kali mereka mencoba kamu semakin menambah-nambah cerita yang sebenarnya tak terjadi. Dan kalau tidak salah ada sebuah kejadian yang membuatmu sangat kesal dan marah, dan setelah itu kamu pingsan. Dan saat tersadar kamu tidak tahu apa yang telah terjadi, dan kamu menganggapnya itu adalah sebuah kemampuan. Kemampuan untuk melupakan sesuatu yang tidak ingin kau ingat-"
Aku memotongnya, "Terus mengapa kamu berani menceritakannya sekarang? Padahal kamu tahu resikonya sangatlah besar?"
"Aku tahu kamu sudah siap. Dan juga kamulah yang bertanya dan memang ingin tahu, kalau dulu kamu hanya dipaksa untuk tahu." Rinn memperbaiki posisi duduknya, dan menunggu kelanjutan dariku yang dari tadi hanya takjub dan emosi yang bercampuk aduk di dalam diriku mendengar kisah hidupku.
"Lalu apa maksud kamu tentang Kelvin adalah orang terpilih? Kejadian apa yang pernah terjadi hingga membuatku lupa ingatan untuk ke dua kalinya?"
Saat Rinn ingin menjawab pertanyaan terakhirku tersebut, Gabriel datang.
------TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
BARCODE [Completed]
Misteri / ThrillerKamipun memulai perjalanan kami. Memulai petualangan kami. Saat aku melakukan ini, apakah aku memiliki keraguan? Ketakutan? Resah? Tentu saja. Saat kami masuk kejalan raya, semua emosi itu berkecamuk. Dan sekali lagi aku memikirkan tentang Barcode...
![BARCODE [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/203737488-64-k532636.jpg)