Tangisku tak bisa kubendung lagi, saat melihat Kelvin terbaring kaku dan pucat di dalam kamar tersebut. Aku menangis histeris di depan kamar itu. Aku tak bisa berhenti menangis. Sama syoknya dengan Gabriel, Gabriel hanya bisa mematung di depan kamar itu.
"Gabriel. Kelvin, kenapa harus Kelvin. Gabriel adik aku. Hiks..... Tuhan kenapa harus, Kelvin. Kenapa bukan aku saja yang kau ambil. KELVINNNNN!!!!!" teriakku. Aku benar-benar tak bisa menahan semuanya sekarang. Saat aku menangis, Gabriel memelukku dan berusaha menenangkanku.
Tapi aku mendorongnya. Hingga ia terjatuh.
"Kamu udah tau ini semua akan terjadi kan? Ngomong. Kamu pasti tahu kan Ga. Ga, please....hiks.....ngomong....didalam sana bukan Kelvin kan.....Gaaa!!" aku pasrah dan memeluk Gabriel. Gabriel tak mengatakan apapun, ia hanya terus menerus memelukku dan tak berheti mencoba menenangkanku.
Setelah aku sedikit tenang, aku pun memberanikan diri masuk ke kamar itu dan mendekati Kelvin. Kelvin benar-benar telah pergi, untuk selamanya. Dan aku melirik sebuah benda di samping Kelvin, hp milik Kelvin dan sebuah kartu-mirip bentuknya dengan kartu ATM pada jaman ini. Aku mengambil Hp milik Kelvin dan kartu tersebut.
Gabriel memasuki kamar itu juga.
"Jes. Kamu tau kan Kelvin harusnya dimana. Ayo Jes." Aku mengangguk dan mengikuti Gabriel keluar.
Maksud Gabriel adalah, Kelvin harus dikebumikan di kota sebelah. Agar ia bisa beristirahat dengan tenang. Setelah mengurus semuanya aku dan Gabriel ikut bersama pengantar yang memindahkan Kelvin ke kota sebelah.
Aku tersadar sesuatu saat memasuki pemakaman tadi, semua orang di pemakaman tersebut, semuanya memakai jas putih. Aku bahkan berfikir yang tidak-tidak. Aku berfikir apakah mereka yang membunuh Kelvin, tetapi aku langsung menangkis pikiran tersebut. Dan melupakannya.
Dan juga saat aku melihat mayat Kelvin, ia tak memiliki luka apapun di tubuhnya. Itu tandanya, ia tak dibunuh secara sadis. Aku kini mengkhawatirlan satu hal, bagaimana caranya aku memberitahu orang tuaku tentang kematian Kelvin.
Dan harusnya Kelvin di makamkan di Belanda, di pemakaman anggota kerajaan. Tapi, itu akan ku bahas besok. Karena, saat perjalanan ke kota seberang, aku menerima pesan dari orang tuaku. Mereka akan pulang besok.
TBC
|
|
|
Haduh... Bang Kelvin kok pergi sih:'(
Vomennt!!
So ya, see ya^^
KAMU SEDANG MEMBACA
BARCODE [Completed]
Mystère / ThrillerKamipun memulai perjalanan kami. Memulai petualangan kami. Saat aku melakukan ini, apakah aku memiliki keraguan? Ketakutan? Resah? Tentu saja. Saat kami masuk kejalan raya, semua emosi itu berkecamuk. Dan sekali lagi aku memikirkan tentang Barcode...
![BARCODE [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/203737488-64-k532636.jpg)