Gabriel adalah sahabatku. Dan mungkin dia adalah satu-satunya orang yang tidak memiliki kepentingan dengan kerajaanku yang mengetahui identitas keluargaku.
Setelah aku menelfonnya, Gabriel langsung pergi ke rumahku. Dan saat ia datang, aku dan Kelvin benar-benar ingin tahu, kenapa mama memanggil Gabriel saat mereka ingin pergi.
"Ga tolong antar kami ke bandara," kata mamaku. Seketika aku dan Kelvin benar-benar kaget. 'kenapa mama menyuruh Gabriel? Kan ada Kelvin yang bisa mengantar mereka. Ada apa ini sebenarnya?' batinku.
Aku menatap Gabriel bertanya-tanya. Gabriel balik menatap sambil mengangkat bahu, pertanda ia pun tak tahu apa-apa. Di belakangku, Kelvin tampak syok. Ia hanya menahan diri. Aku pun berdiri disampingnya dan mengelus punggungnya. Kelvin menatapku dan tersenyum palsu.
Aku memberanikan diri bertanya kepada mama.
"Ma, kan ada Kelvin, kenapa harus merepotkan Gabriel?" mamaku menatapku sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke Kelvin, sangat lama ia melihat Kelvin, lalu melepas pandangannya. Ia sekarang melihat Gabriel.
"Apakah kami merepotkanmu?" tanya Mama.
"Ti...tidak sama sekali Yang Mulia," jawabnya gugup.
"Ma, tentu saja Gaga tidak akan menolak. Kenapa mama menyuruhnya. Kan ada Kelvin ma." Aku menaikkan nada suaraku, aku sedikit kesal dengan mamaku, tentu saja Gabriel tidak akan menolak. Dan ada sesuatu yang aneh disini, papaku tidak berkomentar sedikit pun. Aku mulai merasa disini memang ada hal yang janggal. Dan mama tak pernah menjawab pertanyaanku.
Kelvin hanya memberiku isyarat bahwa tak apa-apa. Aku kembali tenang, dan membiarkan Gabriel mengantar orang tuaku ke bandara. Mamaku hanya berjalan 5 langkah dan tiba-tiba berbalik memeluk Kelvin. Dengan air mata yang menetes, namun tak ada satupun suara tangisan yang keluar dari dirinya. Tentu saja kami yang ada di ruangan ini kebingungan, kecuali papaku. Kelvin hanya menatapku bingung, aku tidak tahu ingin menjawab apa, aku sama bingungnya dengan Kelvin.
Setelah beberapa saat orang tuaku pun pergi ke bandara di antar oleh Gabriel. Setelah orang tuaku pergi, Kelvin lagsung terduduk termangu di meja makan. Aku hanya bisa menenangkannya. Aku tahu Kelvin pasti sedikit syok, orang tuaku tak pernah mengacuhkan Kelvin, apa lagi memanggil orang lain untuk meminta bantuan, apalagi hal tersebut masih bisa dilakukan oleh Kelvin.
Karena, ini sudah malam, aku dan Kelvin memilih kembali ke kamar masing-masing. Sesampainya aku di kamarku, aku mengambil teleponku dan mencoba menelpon Brandon-orang yang tadi aku tunggu di taman. Tetapi ia tak mengangkatnya, aku hanya bingung dia menyuruhku datang ke taman, dia tidak datang, saat aku menelfonnya dia pun tak mengangkatnya. Padahal Brandon mengatakan ada hal penting yang ingin ia beritahu.
"Sudahlah. Besok saja aku coba, siapa tahu malam ini dia sibuk. Dan juga......" aku berhenti sejenak. "Aku harus bertanya sesuatu ke Gabriel." Aku pun memejamkan mataku dan terbawa ke alam bawah sadar ku.
TBC
|
|
|
I hope u guys like untill here.
Voment!!
So ya, see ya✨
KAMU SEDANG MEMBACA
BARCODE [Completed]
Misterio / SuspensoKamipun memulai perjalanan kami. Memulai petualangan kami. Saat aku melakukan ini, apakah aku memiliki keraguan? Ketakutan? Resah? Tentu saja. Saat kami masuk kejalan raya, semua emosi itu berkecamuk. Dan sekali lagi aku memikirkan tentang Barcode...
![BARCODE [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/203737488-64-k532636.jpg)