Hp milik Kelvin tiba-tiba berbunyi saat aku dan Gabriel mencoba menggali informasi. Dan nama yang terpampang di layar hp tersebut adalah, Sadya. Tentu saja aku curiga, aku langsung mengangkat telfon tersebut. Gabriel di samping ku hanya mendengarkan.
"Kelvin kamu dimana?" suara perempuan dari seberang sana. Tentu saja aku kaget dan Gabriel yang melihat raut wajahku pun ikut penasaran. Aku langsung mematikan telfon tersebut.
"Kenapa Jes? Siapa itu?" tanya Gabriel sudah penasaran.
"Kamu cari tau tentang perempuan atas nama Sadya di sekitar sini. Aku mau semua informasinya. Bisa jadi dia adalah kuncinya."
Gabriel yang mendengar perintahku hanya bisa menurut. Ia sudah mengambil ancang-ancang untuk meninggalkan rumahku, lalu aku-
"Ga. Apakah Kelvin punya pacar?" tanyaku datar.
"Maybe. Emang kenapa?" dia berbalik dan kembali mendekatiku.
"Gak papa sih. Tapi.... Sudahlah lupakan saja. Cari tau siapa Sadya." Gabriel kali ini benar-benar meninggalkan rumahku.
Aku dari dulu tak pernah memikirkan kalau saja Kelvin memiliki kekasih. Tapi, itu mungkin saja terjadi. Kelvin adalah manusia, dan mencintai lawan jenis adalah hukum alam. Tidak ada yang bisa menentangnya.
Aku hanya menunggu informasi dari Gabriel soal Sadya. Tak butuh waktu lama untuk mendapatkannya. Keesokan harinya Gabriel datang kerumahku sambil membawa informasi yang aku butuhkan.
"Dia ternyata dekat banget Jes." Kata pertama yang dikeluarkan oleh Gabriel saat melihatku.
"Emang dia tinggal dimana?" tanyaku penasaran.
"Kompleks sebelah. Kompleks Violet." Mendengar itu, tentu saja aku kaget. Kompleks Violet adalah kompleks yang benar dekat dengan kompleksku. Dan disana aku memiliki teman, aku sering kesana bersama Kelvin.
"Ayo kita kesana." Aku menarik tangan Gabriel, tetapi Gabriel melepaskannya dan memilih untuk duduk.
"Kok malah duduk sih. Ayo pergi Ga," bujukku.
"Kamu mau ngapain kesana?" tanya Gabriel mengintimidasi.
"Ya cari yang namanya Sadya lah. Mau ngapain lagi. Ayo!" paksaku.
"Jes. Kamu pernah sekolahkan. Gimana caranya kita cari yang namanya Sadya di kompleks sebesar Violet. Udah lah." Gabriel terlihat sangat santai. Aku sedikit emosi dengan sikapnya seperti itu.
"Ya udah kalo gitu kita kerumahnya Rinn aja. Ayo," ajakku ramah.
"Mau ngapain kesana?" tanya Gabriel lagi.
"Ya...mau...mau berkunjung aja. Sekalian kan aku beri tau dia tentang kematian Kelvin. Ayo Ga." Aku mulai sedikit memaksa, aku benar-benar emosi dengan sikap Gabriel seperti ini. Dia seperti menutupi sesuatu.
"Rinn mungkin udah tau." Gabriel memejamkan matanya. Aku benar-benar emosi sekarang. Hingga aku tak sadar, aku membentak Gabriel.
"GABRIEL KAMU KENAPA SIH. DARI KEMARIN KAYAK NGEHALANGIN AKU TERUS BUAT CARI TAU TENTANG KELVIN. ATAU KAMU BENERAN TAU SESUATU TENTANG KEMATIAN KELVIN? Kalu kamu tau, please beri tau aku Ga...hiks..." Aku meneriakinya dengan puas, namun berakhir dengan tangisan yang menyisakkan. Gabriel tidak tega melihatku. Ia memelukku sejenak, dan menyuruhku istirahat.
Aku mengikuti saran dari Gabriel, aku beristirahat untuk sejenak. Namun, tekad ku untuk mengatahui tentang Kelvin tak bisa dibendung. Aku memilih untuk pergi sendiri ke rumah Rinn, salah satu temanku di kompleks Violet.
TBC
|
|
|
Jangan bosen y guys:)
Vote!
So ya, see ya:>
KAMU SEDANG MEMBACA
BARCODE [Completed]
Mistério / SuspenseKamipun memulai perjalanan kami. Memulai petualangan kami. Saat aku melakukan ini, apakah aku memiliki keraguan? Ketakutan? Resah? Tentu saja. Saat kami masuk kejalan raya, semua emosi itu berkecamuk. Dan sekali lagi aku memikirkan tentang Barcode...
![BARCODE [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/203737488-64-k532636.jpg)