Matahari sudah mulai masuk ke sela sela jendela kelas ku, tepat sedang berlangsungnya penilaian akhir semester. Jemariku asik memainkan pena yang sedari tadi ku pegang. Mataku sudah mulai mengantuk seiring berjalan nya waktu, karna mungkin faktor soal matematika yang membunuhku, alhasil kegabutan merudungku.
Drrkk..drrkk...
Bunyi bangku prita yang sedari tadi kugoyangkan, aku berniat mengajak nya tuk bertukar pesan.
" ssstt.. pritaa taa.." bisikku
" apaa? " ucapnya yg memberi isyarat
" liat tuh barusan frisli ngomong gitu sama kakel sebelahnya" ghibahku
" iya liat kok haha, akhirnya teguran juga mereka"
" iyaa yaa hhihihi"
" ssttttt....itu yang di belakang jangan kerja sama" Ucap pengawasku menegur kami.
Alhasil kami terdiam seribu bahasa di tempat duduk masing masing.
Aku yang masih gabut, akhirnya menadah kepala diatas meja, mataku asik menatap dua insan yang jadi bahan fitnah aku dan prita, ya frisli and kakel tamvan. Hehehe.
Mereka tampak asik mengerjakan soal, sedangkan kak bara seperti terlihat menoleh ke teman di seberang bangkunya, huh apalagi selain menanyakan jawaban, kak..kak..
5 menit aku menatap serius kak bara, namun tepat di momen saat kak bara tertawa dan tersenyum selebar mungkin saat berbicara dengan teman nya, mampu membuatku melotot tak tertahan. Pena yang sedari tadi ku mainkan, alhasil terjatuh tepat di lantai dan membuat bising suasana.
Aku segera terbangun, dan berusaha memperbaiki posisi dudukku, lalu mencoba menepuk keras pipi ku untuk menyadarkanku bahwa ini nyata!
Ternyata kak bara punya senyum dan tawa begitu manis yang tak mampu ku terka. Yah jujur, aku belum pernah melihat ia tersenyum dan tertawa selebar itu, sebab itulah aku terhipnotis sedemikian detik. Sekali lagi, dengan senyum dan tampilan deretan gigi yang berbaris rapi membuatku terkejut dengan dalih yang energik.
HAH demi apa.
Aku segera menyobek kertas coretanku lalu menuliskan sebuah pesan untuk prita.
"pritaaa sumpahh kak bara senyumnya maniss" -zara
aku segera melipat kertas lalu melempar ke meja prita.
Prita pun segera mengambil dan membacanya.
" sumpah gue nyesell baca, kirain ini kertas isi jawaban , " tulis prita
Aku yang membacanya pun hanya tertawa mengolok lalu mendekat ke prita dan membisikkan nya
" tuhhh pritaa dia senyumm liatt cepett nyesel lohh kalau ga liaat" bisikku
" B Aja" bisiknya dengan wajah datar lalu segera berbalik mengerjakan soal.
Aku pun langsung membenamkan kembali wajahku diatas meja , dan mataku asik menatap kak bara sampai di otakku terlintas rumus yang tadinya sudah ku ikhlaskan hilang dari fikiranku, segera aku mengerjakan soal terakhir dan mengumpulkan jawaban ku. Parah ya? Iya gitu emang gue. Namanya udah candu gaada obatnya deh ! yakin dah hahahaha.
****
Aku berjalan dengan senyum yang merekah, di tanganku sebuah kertas foto copy an kisi kisi biologi tergulung rapi sang saksi bisu akan sebuah bunga di hati, rasa yang mulai muncul tanpa diketahui kapan apa sebab dan akibatnya bisa singgah.
" aha! Dapet juga tuyul satu ini" ucap prita saat menjumpai ku berjalan di koridor sekolah dengan senyum senyum yang sulit di artikan.
" wah gila ni anak, ada apa ni? Wah curiga kesambet jin tamvan di sekolah nih! " ucap prita yang menggoyang goyang kan telapak tangan nya di depan wajahku, sementara aku masih sibuk berkhayal dengan senyuman manis kak bara.
" woiiii wah sudah ngehalu sampai chapter berapa!!" tambah prita saat aku tersadar dan menatap mereka tak mengerti.
" hah apaan dah, jadi ginii" ucapku lalu terpotong saat prita mengsanggah " elu suka sama kak bara" ucapnya datar lalu lanjut berjalan.
" haaa?? Yang benerr zaraaa??" Tanya frisli tak percaya
" i..yaa ta..di tuh ginii gue kan mau natap aja kalian berdua gituuu terus ternyata malah kebablasan lamunin kak bara , nah pas detik itu jugaaa..." jelasku lalu berhenti tepat di depan wajah frisli, " kak bara senyum lebar bangett..sumpah gue gak ngerti lagi, detik itu juga semua rumus yang gue tadi susah buat ingett langsung bsszttt hadir gitu di otak guee.." frisli yang tadinya bingung pun segera menertawakan ku pelan.
" hedeh makanya, udah tau gampang terpana, ngapain di pandang mulu, lagian ya gue selaku yang duduk di sampingnya ,menurut gue B aja tau lah, " ucap frisli yang di sahuti oleh prita " gue juga" ,
" iyalaah b aja kan kalian ga suka, hehe" ucapku lalu berjalan di depan mereka.
" aelah lu ini dah, yaudah belajar yuk stop ngehalu jarak mematikan! " ucap prita dan di suguhi tawa kencang oleh frisli.
Langkah kami pun terhenti saat tepat di depan kelas. Kami pun masuk dan belajar bersama di meja frisli.
" bah elu modus aja duduk di bangku kak bara" ucap frisli
" apaan dah engga kok, emang mau duduk di mana lagii ih" ucapku beralasan.
" sini tukeran ama gue"
" gak gakk udah nyaman " ucapku lalu focus dengan buku ku.
Pandangan ku teralihkan saat seseorang muncul di hadapanku.
" kak..bara?" ucapku pelan
" misi ya bentar" ucapnya lalu menggeledah tas miliknya, terlihat ia mengambil sebuah buku dan pergi begitu menutup kembali tasnya.
Kepergiannya menyisakanku yang masih terkesiap dengan suaranya dan wajahnya yang tadi sangat dekat dari kepalaku, suaranya menggema di otakku, sel sel otakku yang tertidur mungkin segera berkerja cekatan menampilkan deretan materi hafalan ku proses terjadinya difusi dan osmosis beserta dengan gambarnya.
" zar..sadarr zaraa" ucapnya yang mengagetkanku
" wah wah wah.. ngga lama lagi nih, bakal ada 1000 kisah dari setiap perjumpaan.."
" iya, siap siap aja dah kita jadi tempat pemujian kak bara" ucap mereka yang sudah mulai menerawang apa yang akan terjadi sedetik kedepan.
Aku hanya bisa tertawa melihat teman teman ku yang sedang mengadu nasib. Hahaha. Tak lama kemudia bel masukan berbunyi, semua siswa duduk dan menantikan mulainya ulangan penutup hari ini. bersamaan dengan semua itu,biar ku kaatakan, aku pula ingin menutup hari dengan menatap mu kala ini.
Dari sudut sini, jauh dari sisimu bahkan mungkin saat ini tak ter engahkan oleh mu. Ada orang yang mulai tersenyum hangat untukmu. Aku sendiri tak tau apa yang terjadi kala ini. yang kutau, aku candu dengan senyum semanis itu.
Se klise itu ya?
Ya, sekarang pula kutau apa kunci dari semua ingatanku.
Ya senyumanmu , mungkin jikalau nanti diperjumpaan kelak, aku di pertemukan kembali dengan mu, dan andaikan kita masih tak saling mengenal, mungkin dengan senyum semanis itu cukup mengingatkanku dengan seseorang yang berpacu dalam detak jantung, hidup dan menjadi perakit di sel otakku dulu.seperti halnya denyutan yang mampu mengingatkanku akan semua hal yang terlupakan.
" bara..." sepertinya aku sudah mulai memberi tempat untukmu di aksara hati.
****
nextt yaa!
assalamualaikum!!don't forget toooo....
VOTEVOTEVOTE!
seeyou
KAMU SEDANG MEMBACA
EUFORIA✔
Novela Juvenil" Duh! Gue kaga ngerti kenapa senyum dia nih yaa.... bisa lengket di otak gue!!! bahkan gue sendiri sampe ngehaluin tiap detik taulah!!! " -zara. Murid baru tahun pertama SMA Kasih Darma. Seorang zara berhasil dimabukkan dengan senyuman manis sang...
