Setelah keluar dari ruang uks aku berjalan bersampingan dengan kak ardan menuju taman sekolah, hanya ini tempat satu satunya yang paling tenang. Kak ardan ber opini aku bisa menghilangkan kesedihanku dengan menatap bunga warna warni dan juga ikan yang bermain di dalam kolam.
" kak"
Kak ardan menatapku hangat lalu memiringkan kepalanya sebagai tanda apa?
"makasih yah.. " aku berkata dengan lirih sambil menatap pantulan cahaya lampu di kolam ikan hadapanku
" untuk apa dah?" Tanya nya diakhir tawa nya.
" untuk.. semua nya.. makasih sudah hibur saya dan datang di waktu yang tepat, saat saya berfikiran ingin lompat dari atas gedung ini " ucapku tanpa memandangnya.
" hah! Seriusan lo... mau lakuin hal sebodoh ituu zaraa?" Tanya nya dengan ekspresi tak percaya. Aku menatapnya sekilas lalu tertawa kencang sampai sisa air mata ku keluar berbaris rata mengelilingi pipiku.
" yah ga lah kak! Zara masih punya akal sehaatt!! , justru karna kejadian ini.. saya belajar.. kalau semuanya ngga bisa difikir hanya dengan satu buah fikiran dan menyimpulkan sepihak, butuh kontribusi besar dari seseorang lainnya..." jelasku lalu mengayunkan kakiku dengan suara hati yang tenang.
" emangnya...lo lagi suka seseorang?" Tanya nya tanpa memandangku
" bukan suka.."
" jadi?"
" cinta, dengan kata lain sangat sangat cinta... selama hidup saya , saya selalu memimpikan sosok sepertinya, bahkan sempat menulis beberapa kriteria cowo idaman saya di buku diary.. selalu membayangkan bisa jatuh cinta dengan dia seorang..sampai seseorang itu datang.. bahkan tak terduga. Dia beda kak... dari semua lelaki yang pernah berteman sama saya, Cuma dia yang bikin jantung saya lelah setiap bertemu" ungkapku, lalu aku lanjut bercerita " bahkan saya merasa atmosfer di imaji saya ini hidup dan nyata di kehidupan saya...sosok yang saya idamkan ternyata ada.. nyata.. saya ga bisa berpaling dan berusaha mengalihkan pandangan setiap bertemu.. dan disini mirisnya...Ternyata dia memandang saya dengan pandangan seorang teman , jadi kesimpulan nya...saya yang mencintai dan menyakiti diri saya sendiri.,. entah kenapa , sekarang ini saya masih merasa memiliki rasa yang begitu besar didasar hati sana, ibarat sekarang sedang terkikis oleh deburan ombak, tapi tetap utuh dan bahkan seperti terpahat kembali kak.. kenapa saya begitu jatuh cinta sama dia.... " jelasku lalu mengusap air mataku dengan kasar, merasa tangisku hanya semakin membuat kak ardan menyebutku wanita cengeng.
" udahlah.. gue ngerti posisi lo.. gue juga suka sama seseorang sepihak kok.. bahkan mungkin bisa dikategorikan kita sama sama mencintai sendiri.. tapi disini gue tetap berusaha mencintai wanita yang gue suka,, karna apa? Karna gue percaya kekuatan waktu..ini hanya masalah waktu, waktu yang mempertemukan pedih, waktu yang mempertemukan kasih. Jadi ini hanya masalah waktu, sementara itu, ini dibawah kendali allah, gue percaya takdir, dan bagi gue, takdir dan waktu berada di poros yang sama. " jelasnya menatapku dengan lembut lalu mengetuk jidatku pelan dan membuatku menunduk malu.
" jadi.... Lo ga boleh nyerah, cause,,, semua itu berhak kita perjuangin, gaada yang berhak melarang karna itu sebuah tetapan. Memperjuangkan perasaan itu ga salah. Tapi yang salah itu, saat semua kemungkinan yang kita punya itu kita lenyapkan hanya karna dasar rasa takut dan tak mungkin." Dia akhirnya berdiri di hadapanku dan mendongakkan kepalaku agar menatapnya.
" yaudah, ayo balik ke pentas,, atau mau langsung pulang?" Tanya nya dengan tatapan penuh perhatian.
" langsung pulang aja kak, tadi saya sudah chat grup jurnal dan sahabat saya, kalau saya izin pulang lebih awal karna masuk angin.." ucapku lalu ikut berdiri di hadapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
EUFORIA✔
Novela Juvenil" Duh! Gue kaga ngerti kenapa senyum dia nih yaa.... bisa lengket di otak gue!!! bahkan gue sendiri sampe ngehaluin tiap detik taulah!!! " -zara. Murid baru tahun pertama SMA Kasih Darma. Seorang zara berhasil dimabukkan dengan senyuman manis sang...
