Aku mengerjapkan mata dan mencoba menggerakkan jemariku yang terasa begitu kaku, bahkan semua otot di tubuhku serasa nyeri dan tak bisa di gerakkan.
Aku menghamburkan pandangan ke segala sisi, mencoba mencari tau apa yang terjadi denganku.
Rasanya aku habis mengalami hal hal yang begitu buruk hingga aku harus di tempatkan di ruangan yang penuh dengan alat medis.
Aku berusaha mencerna apa yang sebelumnya terjadi kepadaku. Namun ternyata aku harus menderita kesakitan di kepalaku ketika aku berusaha memaksa otakku untuk mengulas lebih dalam.
" aahh!" aku berteriak kesakitan hingga suster tiba tiba datang dan menenangkanku.
Sakit yang luar biasa itu akhirnya berakhir dengan disuntikkan nya sesuatu ke lengan ku. Aku pun perlahan memejamkan mata.
.
.
Aku terbangun di ruangan yang kali ini sepertinya kamar khusus pasien , berbeda dengan tadi penuh dengan alat medis di sampingku.
Aku berusaha bangun untuk mencari mamah atau pun papa, namun ketika aku ingin membenarkan posisiku justru pintu terbuka dan sosok wanita paruh baya datang memelukku.
" sayang kamu baik baik saja kan?" Tanya mereka.
" iya mah zara baik baik aja.. udah ngga sakit kayak tadi.." suaraku begitu parau bahkan rasanya serak sekali jika di gunakan untuk berbicara.
" emang zara kenapa mah?" tanyaku pelan.
" kamu.. ga sengaja ketabrak nak pas pulang dari tempat acara prom tempat kamu meliput.. "
Setelah kuingat kembali, memang aku terakhir kali di sebuah hotel meliput sesuatu. Tetapi sepertinya ada hal yang terlewati. Namun ketika aku berusaha membuka memori itu justru ulu hatiku begitu nyeri dan rasanya seperti ada luka yang menganga disana. Aku tak akan berusaha masuk kembali . karna rasanya begitu sakit.
"mah.. apa ada kejadian yang zara lupakan? Kenapa rasanya begitu sakit jika di ingat kembali?"
" ngga ada nak, terakhir kali kamu mau nyebrang pulang.. udah jangan di paksa otak kamu.. mending istirahat biar cepat pulih.." ucap mamah
"iya mah.. papa dimana?"
" lagi di bandara, tadi malam pas kamu masuk rumah sakit mamah langsung menghubungi nya"
"ohh iya mah, zara mau tidur dulu"aku pun merebahkan diriku lagi dan berusaha menenangkan perasaanku yang rasanya sangat tidak enak.
.
.
Berbulan bulan berlalu bahkan sekarang aku sudah kembali pulih seperti sedia kala. Bahkan tak terasa sekarang aku sudah kelas dua belas semester dua.
Aku dan teman temanku sudah seperti biasa menjalankan aktivitas normal, kami kembali nongkrong pulang sekolah hari jumat . lalu belajar bersama saat akhir pekan. Dan semuanya sudah kami lalui. Hingga tiba saatnya aku telah menyelesaikan ujian nasional.
Sekarang bahkan aku telah sibuk mencari tau bagaimana keadaan dan kegiatan di kampus MX London yang akan menjadi tempat lanjutnya pendidikan ku.
Aku berniat untuk mencari tau beasiswa apa saja yang ada disana, bahkan aku mengajukan lebih dari satu beasiswa . aku tau disana butuh ratusan juta agar bisa masuk. Itu artinya aku butuh beasiswa untuk bisa meringankan sedikit biaya.
Aku berada di ruangan lab komputer sekolahku selama berjam jam untuk mencari tau apa saja tentang univ MX dan mencoba mengajukan beasiswa dengan nilai rapor yang bisa di daftarkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
EUFORIA✔
Fiksi Remaja" Duh! Gue kaga ngerti kenapa senyum dia nih yaa.... bisa lengket di otak gue!!! bahkan gue sendiri sampe ngehaluin tiap detik taulah!!! " -zara. Murid baru tahun pertama SMA Kasih Darma. Seorang zara berhasil dimabukkan dengan senyuman manis sang...
