PERFECT TONIGHT

83 7 0
                                        


Usai pentas seni, siapapun tahu, bahwa ini saatnya hari yang ditunggu datang, ya..liburan akhir tahun.

Aku sibuk menulis list liburan di kamarku, saat ini frisli dan prita ikut bergabung di kamarku.

" mau kemana habis pasar malam?" Tanya prita yang asik tiduran diatas ranjang kamarku.

" ehm.. kayaknya enak kalau besok pagi nya jogging terus sarapan gado gado di pinggir lapangan! " sorakku lalu disahuti oleh mereka berdua,

" ide baguss tuh! ,terus besoknya lagi kita street food dari sore menjelang senja , gimanaa?" Tanya frisli sambil menjentikkan jemari begitu semangat.

" oke deh! Oiyaa, selebihnya ketemu lagi pas minggu sore yaaa..gimana? pas minggu sore kita ke... oh! Festival menjelang akhir tahun..wah itupasti banyak pertunjukan seru!!" aku begitu semangat menulis di secarik kertas ,

" TUNGGU! "

Teriakan frisli memberhentikan pergerakan tanganku, dengan cepat prita bangkit dari tidurnya lalu aku menoleh menatap frisli juga.

" eh...anu hehe minggu.. minggu! Gue gabisa..sorenya..a..nu..ada..aca..ra keluaarga!!" ungkapnya dengan pipi memerah yang mampu membangkitkan jiwa kecurigaanku merayap keluar.

" ooh...acaara keluarga katanya..ohhh..okey alright,, but.. my feeling... its not family time,, but... boyfriend time!!!" dengan segera aku mendapat hadiah pukulan bantal yang berasal dari prita.

" oh iyaa yaa benerr lo zarr, ga bisa ngelak lo! Kasih liat cepat buktinya zaraa" dengan cekatan aku membuka galeri di ponselku dan menjunjung tinggi ponsel ku di hadapannya dengan menampilkan sesosok pasangan yang asik bertukar cerita di tangga .

" dasar ga tau tempat!"

" iya itu sudah! Tangga tempat orang lewatt bukan mojokan!" timpal ku lalu menyimpan kembali ponselku.

" dasar lo ya! Paparazzi!!! Wah curiga lo anakan nya belam turah! Wah parah! La..giann ya itu bahas... acara pentass ihh acaraa pentass ga boleh suudzann" frisli mengeretakkan gigi dengan cemas

" udahlah terbuka ajaa sama kita"

" iya itu sudah, jujur lo suka kan sama kak gesang?" Tanya ku sekali lagi

" i...ya taa tapi! Dia.. kayaknya cu..ma nganggap gue..teman" suara sedih seorang frisli akhirnya terdengar.

" gak..kamu coba aja deh caritau lagi..sifatnya gimana dan semuanyalah intinyaa..coba aja akrab in lagi.. tapi dari cara dia liat lo kayaknya ga bisa langsung di simpulin gitu aja loh! Dia kayak misterius ,,, susah di tebak" jelasku.

" ya, sama kayak anu lo"

" siapaa? " tanyaku bingung

" kak bara lah!"

Ting..tung..

Tepat saat itu juga, bunyi bel berulang kali membuyarkan obrolan kami, dengan segera aku berjalan keluar kamar dan turun untuk membuka pintu.

Dan tebak, dihadapanku ada sesosok pria dengan sepatu nike putih lengkap kemeja kotak kotak warna maroon dan hitam yang dibiarkan tak terkancing, dengan baju kaus di dalam berwarna hitam . pula model rambut yang tak pernah berubah, hanya saja saat ini lebih rapi.

Dia berdiri bersender di dinding terasku dengan sibuk memainkan ponsel. Wajahnya begitu serius bahkan tak sadar aku telah berdiri disampingnya.

"loh ? kak ardan?" tanyaku kaget saat melihat kak ardan berdiri di depan pintu.

" iyaa.. gue kesini mau ngajak lo jalan entar malam, bisa kah?" Tanya nya dengan senyum manis, mungkin semua wanita mampu luluh dengan pesonanya, berbeda denganku.

EUFORIA✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang