Pagi yang begitu cerah bahkan aku telah siap dengan sweeter putih dan celana jeans se mata kaki lengkap flat shoes putih menghiasi kakiku.
Aku sedang berdiri di cermin rias sembari mengoleskan lipbalm di bibirku lalu berjalan keluar kamar untuk mencari frans.
Namun baru saja hendak membuka, telah terpampang jelas sosok orang yang hendak ku datangi. Ya, frans berdiri sembari berkacak pinggang dan menatapku tajam.
" ada apa?" tanyaku bingung
Frans berdecak kesal lalu menjawabku dengan datar.
" tadi malam , ada yang bilang mau pergi jam 07.00 pagi, dan bahkan tuan putri yang seenaknya bicara itu malah ga keluar hingga jam 8 sekarang?"
" masih kurang alasan gue kenapa gue marah? Hem?" Tanya nya ulang
" yeah.. sorry gue lelah tadi malam tidur sambil nangis" ucapku lalu menggaruk tengkuk yang tidak gatal
Frans terdiam lalu beralih memeluk ku
" gue bilang gue bakal bantu lo, jadi berhenti buat nyalahin diri terus , Ill be there until you remember all " dia mengelus rambutku dengan lembut
" gue terimakasih sama tuhan udah nemuin gue sama lo"
" halah gini gini tetep aja lo gamau nikah sama gue" dengus frans kasar
" frans..lo kan tau gue selama ini.."
" yayaa gue paham.. duh sad banget idup gue di tolak Cuma gara gara pria yang bahkan lo sendiri ga ingat tampang dan wujudnya gimana"
" frans! Ih!"
Dia pun terkekeh pelan lalu melepaskan pelukannya
" ayo kebawah, lo sarapan dulu, gue sih tadi uda sama nyokap ma bokap lo" jawabnya
"hah gila sih! Anak mereka gue , kok jadi elo yang deket!"
" makanya jangan bangun kesiangan., rejeki lo dipatok ayam!"
" sini lo ,awas ya sempat dapat gue gantung lo jadi pajangan di ruang tamu!" teriakku berlari mendatangi frans yang sudah berada di tangga bawah.
" ehh.. kok kelai" sahut mama dari arah dapur
" morning mah!!" ucapku lalu mengecupnya
" morning baby.. oiya papa uda berangkat kerja tadi"
" oke mah, "
" sana sarapan dulu"
Aku berjalan ke meja pantri lalu mencomot roti dan susu stroberi dan kembali berjalan ke ruang tengah.
Seusai makan, aku berpamitan ke mama dengan alasan ingin mengajak frans melihat lihat kota disini sebelum dia balik ke Jakarta.
Frans pun menyewa mobil lalu kami pun berjalan menjalankan rencana yang telah kubuat sangat matang.
" jadi.. kemana dulu kita?" Tanya frans sembari memegang stir dan fokus ke jalan.
" ke SMA gue dulu" ucapku sembari melihat lihat jalan yang sudah ramai oleh orang orang.
" gue yang tunjukin arahnya" sambungku lalu memilih membuka ponsel dan membalas pesan dari sahabat ku di grup kami.
Frisli dan prita berniat mengajakku lusa untuk berjalan menghabiskan waktu bersama , mengingat sudah lama kita tak bertemu dan pertemuan terakhir kami kemarin yang sedikit keruh karna mereka menyembunyikan identitas pria yang sangat ingin kuketahui itu, ya dan sekarang setelah berfikir tenang dan jernih aku tau mereka sengaja melakukan itu untuk menjaga kesehatanku agar tak terus menerus down dan mereka sangat mengkahwatirkanku.
KAMU SEDANG MEMBACA
EUFORIA✔
Roman pour Adolescents" Duh! Gue kaga ngerti kenapa senyum dia nih yaa.... bisa lengket di otak gue!!! bahkan gue sendiri sampe ngehaluin tiap detik taulah!!! " -zara. Murid baru tahun pertama SMA Kasih Darma. Seorang zara berhasil dimabukkan dengan senyuman manis sang...
