Aku sibuk menghentakkan kedua kaki dilantai depan kelas, kedua tanganku sudah menutup rapat wajahku yang memerah, pasti sudah terdengar detakan jantungku yang berpacu sangat cepat, rasanya seperti hendak lepas dan mengudara.Teringat jelas difikiranku saat ini raut wajahku yang memalukan momen saat aku berlarian membawa sebatang eskrim yang mulai meleleh saat keluar kantin.
Flashback mode on
" duhh cair dong ini bentar lagiii! Matahari benar benar gabisa kompromii sama kepiluan ku" keluh ku saat baru saja hendak memakan sesaat sebelum tuan matahari duluan melelehkan nya.
Aku berlari keluar kantin seraya menadah dengan tangan sebelahku, lalu tepat saat aku berlarian di sekitaran gazebo , seorang zara harus dihadapkan dengan seseorang yang akan mengancam kelelehan hatiku pula.
Gubrakk..
Awww...
" duh maaff bangett kakk maaf, saya bersihin yh" ucapku lalu meng lap baju putih nya yang terkena bercak eskrim green tea ku,
Tanganku berhenti saat genggaman nya mengagetkanku
" gausah, saya bisa bersihin sendiri, tapi itu luka mu harus cepat di obati , darah nya tuh" ucap nya lalu menggeretku menuju ruang UKS
Sepanjang perjalanan aku hanya pasrah , bukan karna apa melainkan saat itu aku merasa hanya jasadku yang tertinggal, jiwaku sepertinya sudah pergi meninggalkanku.
Dia dengan santai menyuruhku duduk lalu meng lap sikut ku dengan tissue basah dan mengambil obat merah seraya mengoleskan nya dengan teliti di sikutku.
Setelah itu dia menutup lukaku dengan handiplast dan menutup pula bolongan di lengan baju ku akibat tergesek keras.
" ma..kasih" ucapku , ia hanya menatapku seksama . bola matanya yang tajam, dan alisnya yang begitu tebal, tak lupa hidung nya yang selancip itu.
Aku sudah merasa diambang nafas, nafasku sudah mulai terlepas, aku yang merasa terancam segera mengakhiri tatapan kami secara sepihak dan berlari keluar UKS.
\" aku harus pergi sebelum harus pingsan dihadapannya!!" batinku lalu segera berhenti di depan kelas mencoba mengambil nafas dalam dalam dan bernafas sewajarnya.
Flasshback Off
Itu yang terjadi sebelum kegelisahanku mengrogoti ragaku, sesak khawatir, bayangan nya yang sudah mulai mengisi kepalaku, ahh aku tak mengerti mengapa ia begitu mempesona.
" zaraaa aduh kenapaa sihh" ucap prita saat melihatku berjalan bolak balik dan menetralkan nafasku.
" ta..di aku..uks..jatuhh ahhh gatauu ahh" ucapku lalu memeluknya untuk menahan malu
" hah Uks jatuhh? Apaan sih cobaa ngomong yang jelas, yo ngatur nafas dulu.. satu,, tarikk.. keluarin..tarikkk...keluarin" ucapnya membantuku bernafas
Sesaat setelah aku sadar ,segera ku jelaskan kejadian tadi dengan begitu detail, prita pun sekarang yang harus menahan sesak nafas.
" haaaa..yakin zarrr loo? Wahh gile secepat ini lo berkembangg pesattzz"
" apanya berkembangg?? Yang ada rasanya saat ini gue masih mikirin cara buat ngehindarin dia, gueee gamau ya harus sesak begini tiap ngeliat dia sedekat itu" jelasku
" wah, mau gimana lagi lo ngehindarin, itu kakanya ada di dalam ruangan,lo harus inget kita seRUANGAN oke" ucap prita yang menakut nakutiku.
" haa sumpah sumpah sumpahh pliss lah siapapunn tolong guee" keluhku saat menatap dia sedang merapikan tasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
EUFORIA✔
Teen Fiction" Duh! Gue kaga ngerti kenapa senyum dia nih yaa.... bisa lengket di otak gue!!! bahkan gue sendiri sampe ngehaluin tiap detik taulah!!! " -zara. Murid baru tahun pertama SMA Kasih Darma. Seorang zara berhasil dimabukkan dengan senyuman manis sang...
