The Feeling Returned

71 9 0
                                        

" kamu siapa?" pertanyaan itu sekali lagi ku lontarkan kepada pria muda ber jas hitam yang sekarang jasnya sudah tersampir rapi di kedua pundakku. Dan jangan lupa, dia menyuruhku duduk di pojokan lalu dia juga menghimpit tubuhnya agar sedikit rapat denganku hingga bisa kurasakan lengan itu menyentuh lenganku yang tertutup jasnya.

Aneh namun seperti tak asing dengan perlakuannya ini.

Dia diam, tak menggubris pertanyaan ku, bahkan kali ini dia mengalihkan pandanganya ke ponsel yang dia ambil dari saku celana nya.

Aku yang merasa tak dihiraukan hanya memajukan bibir mengeluh dengan keadaan.

Apa ini? apa aku angin atau tetesan hujan?

Orang ini bahkan tak menghiraukan ku! Cih, buat apa aku memakai jasnya,

Dengan keberanian aku perlahan menurunkan jas ini, namun gerakanku tertahan ketika tangannya maju dan memasukkan helaian rambutku di telinga belakang dan memakaikan headset yang juga dia gunakan sebelahnya.

Aku terdiam, semakin deg deg an dan berdebar ketika tangannya sedikit menyentuh kulitku, namun segera mungkin aku mengalihkan perhatian ku.

" pakai ini, biar lo ga takut"

Apa apaan? Sekarang dia mau ngolok aku karna tadi melihatku menangis dan berfikir aku takut dengan hujan?

Aku tersenyum miring lalu melepas headset pemberiannya.

" gue ga takut hujan kok," ucapku ketus lalu tanpa sadar memperbaiki posisi jas nya agar tak merosot dari pundakku,

Orang itu tersenyum tipis lalu mengedikkan bahu dan beralih menggunakan headset itu sendiri.

Tak berapa lama kemudian, usai aku berperang batin memikirkan apa yang harus kulakukan, akhirnya aku memilih untuk memberanikan diri meminjam ponsel pria itu untuk menghubungi orang rumah.

Aku sudah berani menoleh, lalu berusaha mengeluarkan suara.

Namun nihil, rasanya begitu tak bisa mengeluarkan satu kata pun.

Aku kembali berbalik dan fokus dengan hujan yang semakin deras saja.

Sial! Rutukku, lalu aku berfikir satu cara!

Ya, bersembunyi saja di dalam mobil sampai keesokan pagi lalu aku pergi ke depan jalan raya mencari angkutan umum untuk kerumah lalu setelah itu balik menjemput mobilku dengan prita dan kak pasha ! ya rencana bagus!!

Aku hendak beranjak berdiri , namun suara petir dan juga kilatan nya yang terlihat begitu hendak membelah langit mengurungkan niatku hingga aku malah menaikkan kedua kaki ku lalu membenamkan wajahku di kedua lutut dan semakin merapatkan diri ke pojok untuk mencari ketenangan.

Aku menutup kedua telingaku ketakutan, hingga dua tangan menyentuh lenganku lalu sedetik kemudian memakaikan ku headset.

" nih dengerin, biar suara petir nya ngga buat lo takut, terus biar bisa menikmati kehangatan yang terselip dari setiap tetesan hujan, biar lo tau, hujan ga selamanya nyiksa orang dalam kedinginan" jelas pria itu lalu menutup mata menikmati hujan.

Entah mengapa ucapannya tadi seperti melempar aku kesebuah kenangan,

Ya..

Aku pun perlahan seperti mendengar lantunan lagu yang seakan membawaku

Kesebuah samudra dan hanya gemuruh ombak dan suara kicauan burung yang terdengar riuh.

Aku seperti berjalan di bibir pantai sembari memainkan jemari kaki di dalam pasir putih yang sangat bersih.

Tepat di reff lagu itu, aku ingat sesuatu..

Ya ini lagu Daniel Caesar H.E.R" Best Part". Lagu ini...

EUFORIA✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang