Tepat jam 17.00 P.M , aku frisli dan prita sudah berada di pantai untuk menunggu sunset, ya ini sebagian dari list liburan yang telah kita sepakati. Setelah puas berkeliling menikmati street food sepanjang hari tadi , sudah saatnya di suguhkan dengan pemandangan alam yang begitu memikat jiwa , melepas ketenangan .
“ gue mau nanya sama kalian” aku membuka suara , saat ini kami duduk di atas pasir putih sembari memandangi hempasan ombak yang semakin bergemuruh, bahkan air laut sudah semakin mencapai permukaan.
“ mau nanya apa zar?” sahut mereka berdua bersamaan.
“ menurut kalian.. gue pantas ga sih naruh hati ke kak bara.. yah yang kalian tau sendiri orang nya gimana… pintar, berbaka …terus nanti lulus juga bakal kuliah dan yang pastinya bakal megang perusahaan ayahnya.. banyak juga cewe diluar sana yang suka sama dia.. belum lagi di tempat kuliah nya kelak.. mungkin bisa aja dia dapat yang terbaik disana.” Ungkapku seraya menghembuskan nafas berat.
“ um..gimana ya .. kalau menurut gue nih zar… sementara lo ga gantungin harapan bakal di bales rasa cinta lo ke dia itu its okay sih.. tapi wanita manapun juga pasti ada rasa seperti itu kan… dan itu gak mungkin yang ga punya harapan begitu..” jelas prita.
“ cinta itu.. dari mana lo bisa nempatin secara bijak zar, karna cinta cinta yang lain itu banyak diluar sana… tapi untuk cinta yang sesungguhnya itu yang nempatin akal sehat diatas semua perasaannya zar,, “ tambah frisli.
“ untuk persoalan pantas atau ngganya… didunia ini ga ada yang berhak melarang rasa kagum itu hadir. Karna rasa itu kita sendiri yang hadirkan, kita sendiri yang nanggung konsekuensi nya.” Prita dan frisli menoleh kearah ku dan memelukku begitu hangat.
“ didunia ini, gue mungkin manusia paling beruntung karna punya sahabat yang bijak dan perhatian sama gue..” aku merengkuh kedalam pelukan mereka .
“ udah woy galau galau mulu, nih bentar lagi tuh matahari nya tenggelamm,,, “ teriak frisli lalu segera berdiri mengambil kamera yang tergantung di lehernya dan memotret nya sebaik mungkin, tak lupa frisli memotret ku dan prita di balik sunset sore itu. Ya alasan mengapa frisli jarang masuk di album foto kita bertiga adalah ini. ya dia adalah fotografer kami!! Dia fotografer yang paling hebat mengambil gambar.. bagi kami hehe .
“ nice picture!!!” aku dan frisli juga prita berteriak saat memandangi foto kami bertiga , ya kami meminta tolong pada seseorang untuk mengambil gambar kami.
Usai semua liburan kami, aku prita dan frisli berpisah menuju rumah masing masing, aku sendiri sedang menunggu jemputan mobil papah , ya karna besok sudah malam pergantian tahun. Mamah dan papah juga aku akan berbelanja semua kebutuhan nanti.
Saat mobil ayla putih sudah mendekat, segera aku melambai dan masuk ke dalam mobil.
“ seru?” Tanya papah sembari mengemudi
“ banget pah hehe!! Oiyaa ini mau ke supermarket kann? Pah mah?”
Papa dan mama menganggukkan kepala , aku pun mengeluarkan headset dan juga ponselku untuk mendengarkan lagu.
“ baby take my hand.. I want you to be my husband..” tepat saat aku berhenti dilirik itu, pesan dari kak bara masuk begitu saja, seketika aku membulatkan mata dan segera membacanya.
[ kak bara]
Lagi apa?
Hah demi apaa… aku masih malu bertukar kabar bersama kak bara,, karna baru saja kemarin malam kami menghabiskan waktu bercerita di taman kota. Saat itu aku benar benar memalukan! Terus cigukan tanpa hentii
Aku menetralkan nafasku. Ya!! Selalu saja beginii , tak pernah jantungku sehat jika hal hal berkaitan dengan manusia es satu itu!
[ zara]
Lagi mau belanja nemenin keluarga kak..
[kak bara]
Oh,
[ zara]
Kl kaka.. lagi apa?
[kak bara]
Baca buku bisnis, mau belajar materi dasar.
Hah? Itu yakin kakk! Liburan itu seharusnya jauh dari itu semuaa.. bukannya malah,,, oiya! Lupa.. kak bara bukan tipe orang menghabiskan waktu untuk hal yang bodoh.
[zara]
Oalah .. fighting kakk!! Hehe
Lama tak ada balasan, kufikir mungkin kak bara ilfil atau apa, ternyata ia menjawab dengan sebuah pesan yg membuat bulu kudukku merinding.
[ kak bara]
thanks, gdnght.
[ zara]
Good night too kakk!!
Setelah selesai bertukar chat, tepat saat itu juga mobil telah berhenti di parkiran, segera aku mamah dan juga papa turun bersamaan.
“ papa mau nyetok minuman dingin, didaerah sana, kamu sama mama beli daging sama sayuran di sana ya, nanti papa datangin kalau selesai duluan” aku mengangguk mengerti lalu berjalan bersama mamah dideretan sayuran segar , mama mengambil banyak jagung untuk dibakar nanti malam.
Mamah mengambil yang diperlukan, lalu setelah itu mama mengambil daging ayam dan sapi yang sudah dikemas . tak lama kemudian papa datang dengan keranjang yang berisi beberapa jenis minuman dan jus.
“ oiyaa mahh!! Eskrim sama snack jangan lupaa, pasti nanti ada sepupu kan datangann” aku mengingatkan . segera aku berlari mengambil yang menurutku enak lalu mendatangi mereka di kasir.
“ kamu tunggu disana aja zara, mama sama papa aja yang antri” aku mengikuti arahan papa lalu berjalan duduk di kursi panjang luar supermarket.
KAMU SEDANG MEMBACA
EUFORIA✔
Novela Juvenil" Duh! Gue kaga ngerti kenapa senyum dia nih yaa.... bisa lengket di otak gue!!! bahkan gue sendiri sampe ngehaluin tiap detik taulah!!! " -zara. Murid baru tahun pertama SMA Kasih Darma. Seorang zara berhasil dimabukkan dengan senyuman manis sang...
