‹ ‹ ✾ d e l a p a n b e l a s ✾ › ›
Berkat sebuket besar peony tanpa nama pengirim yang ditemukan di lokernya, Keira dihujani berbagai macam pertanyaan dan ledekan. Dari Sheryl dan Nanda, teman-temannya yang berpapasan dengannya, bahkan mbak-mbak di tempat karaokepun ikut usil menanyakan bunga tersebut, dan juga orang tuanya ketika ia sampai di rumah. Keira benar-benar pusing dibuatnya. Ia tidak merasa sedang didekati siapa-siapa, dan ia juga bingung kenapa sang pengirim misterius ini tahu buku apa yang diinginkannya. Yang jelas, itu bukanlah tebakan beruntung karena buku yang diinginkannya adalah seri ketiga—kecuali jika memang ia asal-asalan memilih bukunya, namun sangat beruntung.
Di kamarnya, Keira memandangi bunga dan tulisan di kartu tersebut, berusaha mencari petunjuk tentang siapa pengirimnya. Ada beberapa nama yang muncul di benaknya, cowok-cowok yang dulu pernah mendekatinya, tetapi mereka semua bahkan sudah punya pacar. Ia tidak terlalu punya banyak teman cowok selain Adam, Ernest, Yoga, Aiden, dan sebagian cowok-cowok yang pernah menjadi teman sekelasnya. Walaupun hatinya berharap semoga itu adalah Adam, namun otaknya yang realitis tetap berpikir secara kontradiktif.
Biasanya, ia lebih menyukai mawar pink seperti yang ditanam ibunya di belakang rumah. Tetapi ternyata peony memberikannya kesan yang berbeda. Ia tidak pernah menyadari kalau bunga-bunga itu ternyata sangat cantik. Rangkaiannya sangat indah, dan ia sangat menyukai perpaduan warnanya yang lembut dan sesuai dengan warna kesukaannya. Ia berpikir, siapapun yang mengirim ini pasti mengetahui dirinya dengan baik, namun Nanda menyangkal teori tersebut.
"Siapapun yang pernah liat lo pasti tahu lo suka warna pink. Barang-barang lo pink semua, jaket lo pink, sweater lo pink. Itu bisa jadi siapa aja," kata Nanda, yang sama penasarannya dengan Keira dan ikut berusaha memecahkan misteri ini dengan mengajukan berbagai macam teori. Namun hasilnya nihil. Tidak ada di antara mereka bertiga yang mampu memecahkan siapa si pengirim misterius ini.
Keira membaca novel pemberian si pengirim misterius ini sambil tersenyum, rasanya sudah lama ia tidak membaca cerita yang ringan dan manis seperti ini. Akhir-akhir ini ia kerap saling berkiriman naskah dengan Adam, jadi yang ia baca selama ini hanyalah genre-genre Adam alias misteri, thriller, atau distopia, yang sebenarnya ia nikmati juga. Keira justru kasihan dengan Adam yang harus membaca novel cinta-cintaan menye-menye buatannya, dan tidak memaksanya untuk mebaca tulisannya. Namun ternyata cowok itu tetap membacanya dan kadang memberikan komentar tentang tokoh yang disukainya. Katanya, ciri khas novel buatan Keira itu jalan ceritanya sangat sederhana, namun karakterisasinya kuat. Ketika mendapat pujian tersebut, Keira tidak bisa tidur semalaman karena senang.
Saat sudah sampai di pertengahan buku, tiba-tiba ponsel Keira berbunyi tanda ada pesan masuk. Ternyata pesan dari grup Captivated.
Captivated uye uye (4)
Ernest: Guys, ada yang mau gue omongin deh
Yoga: Omongin aja Nest, nggak usah sok-sokan misterius deh kek mo nembak cewe
Ernest: Ye, bukan sok-sokan misterius
Adam: Ada apa, Nest?
Keira: Wih apeniii?
Ernest: Ini berkaitan tentang temen om gue yang katanya tertarik sama kita
Yoga: Hah serius?
Keira: HAH WOW
Ernest: Iya, makanya gue kudu ngobrol sama kalian tapi nggak enak kalo di chat
Keira: Ya udah yuk ngobrol di Bladell's aja
Yoga: Eh iya gue juga lagi pengen es krim
KAMU SEDANG MEMBACA
Quaternary
Fiksi RemajaIni adalah sebuah kisah tentang empat remaja di sekolah menengah atas paling bergengsi di kota, SMA Adyatma. Berawal dari kedua sepupu yang sangat akrab, Keira dan Kassie-seperti cewek-cewek sekolah itu pada umumnya-tergila-gila pada si kembar tampa...
