15 | taruhan ngopi sama adam

128 10 0
                                        

‹ ‹ ✾ l i m a  b e l a s ✾ › ›

"Red Velvet Capuccino buat Keira." Aiden tiba-tiba muncul dengan segelas minuman favorit Keira dan duduk di depannya. Kassie, Dara, dan teman-teman Keira sedang asyik mengobrol sambil main poker. 

Keira yang selalu kalah main poker memilih untuk memisahkan diri dari kerumunan dan membuka laptopnya untuk mengecek email dari penerbit. Ia mencoba mengirim naskahnya yang ditolak ke penerbit lain, namun kenyataannya ia belum dikabari lagi.

"Loh?" Keira menatap minumannya dan Aiden secara bergantian dengan bingung. "Kan gue nggak pesen, Den?"

"Anggap aja hadiah dari gue buat penampilannya yang luar biasa bareng adek gue, bikin merinding," katanya sambil menyisir rambut sebahunya dengan jari-jarinya, gerakan signature yang membuat cewek-cewek seantero Adyatma meleleh.

Keira nyengir lebar dan bersyukur mendapat gratisan ketika uang saku mingguannya sudah benar-benar habis. "Waaah thank you banget loh, Den."

Bukannya shift, Aiden malah duduk di situ mengobrol-ngobrol dengan Keira. Namun tampaknya Bang Hilman yang sedang asyik meracik kopi tidak berkeberatan dengan hal itu sama sekali. Waktu Aiden melihat ke arahnya, ia malah menggesturkan untuk Aiden agar tetap di tempatnya.

"Ngomong-ngomong, tadi gimana dokumentasinya, beres kan?" tanya Keira setelah menyesap frappuccino-nya. "Gue mau liat dong, boleh nggak?"

"Beres kalo sama gue mah." Aiden mengeluarkan ponselnya dan menonton video yang tadi ia rekam bersama Keira. Mereka berdua tertawa ketika melihat ekspresi Kassie di video tersebut. "Priceless banget ekspresinya si Kassie," komentarnya.

"Airdrop ke gue dong, mau dimasukkin ke instastory."

Saat masih sibuk berkutat dengan perkiriman video, Adam datang dan menghampiri mereka berdua. Keira yang menyadarinya langsung menyapa cowok itu dengan riang.

"Adam! Udah beres main pokernya?" tanya Keira dengan senyum terbaiknya.

"Iya nih, gue mau pamit balik duluan," kata Adam yang membuat senyum Keira memudar dalam sekejap.

"Loh, kok buru-buru banget sih?"

"Iya, gue masih ada urusan yang belum selesai di rumah," jawab Adam sambil memberikan tatapan penuh arti pada Aiden yang hanya ditanggapi dengan rolling eyes. "Den, nanti kalo Keira nggak ada yang nganter, lo anterin ya."

"Oke siap." Aiden melakukan gerakan hormat dengan tangannya. "Tapi gue baru boleh balik sama Bang Hilman habis closing, paling setelah jam 12 gue baru balik."

"Ya elah gampang kok gue balik. Masih ada Ernest, Yoga, ada mas mas ojol juga," jawab Keira yang dalam hati senang setengah mati karena Adam yang cuek bebek sudah bisa seperhatian itu dengannya walaupun seharusnya itu adalah hal yang wajar, but it's Adam we're talking about.

Adam menggangguk sambil tersenyum. "Ya udah hati-hati aja pokoknya, gue balik dulu ya. Oh iya Kei, jangan lupa besok jam 9 di studio ya, inget H-1."

Keira mengangguk dan melambaikan tangannya, tidak dapat menahan senyumnya walaupun hatinya sedikit gondok karena harus berurusan dengan cewek-cewek centil itu lagi, terutama Sheila karena ia adalah lead vocal-nya. Sheila tidak suka dengan Keira, begitupun sebaliknya. Padahal Keira tidak pernah menunjukkan ketidaksukaannya padanya tetapi Sheila benar-benar kompetitif, terutama dalam mendapatkan perhatian Adam.

Tak lama setelah Adam pergi, Kassie, Dara, Yoga, dan Ernest juga menghampiri mereka berdua. Tampaknya mereka sudah bosan bermain poker.

"Kita mau balik dulu ya, si Kassie udah diteleponin mamanya disuruh pulang. Tenang aja, Kei gue anter sampe rumah dengan selamat," kata Ernest sambil memukul dadanya dengan kepalan tangannya untuk menunjukkan ia berpegang teguh pada omongannya. "Dara dianterin sama Yoga."

QuaternaryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang